When Regret Comes Over Part 2


Author : Pinky Girl

Main Cast : Choi Siwon, Taeyeon

Support Cast : SNSD, Super Junior, Sm Entertainment Artist, Oh Kyung So

Genre : Sad Romance, Drama, Life

Rating : PG 17

Type : Chaptered

Taeyeon POV

Aku mengenal jalan ini, “Bukankah ini jalan menuju rumahnya?” ucapku dalam hati

“Oppa sebenarnya ada apa?? Apakah terjadi sesuatu dengan Ayahmu??” aku bertanya padanya saat kami turun dari mobil.

“Diam dan lihat saja nanti. Oya ingat, kalo nanti Ayahku bertanya, kau harus bilang bahwa kita hidup bahagia dan kita harus terlihat mesra di depannya, ara??” dia mengeluarkan cincin kawin kami dari sakunya.

Astaga, apakah separah itu dia membenciku?? Sampai-sampai dia tidak ingin memakai cincin pernikahannya sendiri denganku?? “Sabar,,Taeyeon, percayalah semua ini tidak akan berlangsung lama” gumamku dalam hati.

“Appa..gwaenchanayo??” Siwon langsung menghampiri Ayahnya yang sudah terbaring lemas di kasurnya.

“Kkaa..uu..sudah datang” Ayahnya menunjuk ke arahku.

“Ne..abouji aku sudah datang, maaf karna aku baru menjengukmu” aku memegang tangan Ayah mertuaku.

“Taeyeon-ah, sebelum Ayahmu meninggal kau tau dia menitipkanmu padaku dan sekarang aku senang karna sudah menikahkan kalian berdua, setidaknya aku sudah memenuhi permintaan terakhir Ayahmu, dan sekarang ada satu permintaan terakhir dariku, apakah kau mau memenuhinya??”

“Abouji, kau jangan bilang seperti itu”

“Taeyeon-ah, lihat aku sudah tua dan sakit-sakitan, jadi aku tidak akan pernah tau kapan Tuhan akan mengambilku, jadi aku mohon penuhilah permintaan terakhirku”

“Apa itu abouji?? Jika aku bisa melakukannya, pasti akan aku penuhi”

“Berikan aku cucu, aku ingin sebelum aku mati, aku bisa melihat cucuku, setidaknya aku bisa ikut merawatnya”

Hatiku terhentak, seandainya Ayah mertuaku tau bagaimana keadaan pernikahanku dengan anaknya tak seindah yang dia lihat. Dan sekarang dia memintaku untuk memberikannya cucu?? Apakah mungkin?? Bahkan Siwon oppa saja tidak mau tidur sekamar denganku.

“Abouji,,tapi aku dan Oppa kan baru saja menikah, apa mungkin kami bisa langsung memerikanmu cucu??”

“Wonnie-ah..”

“Ne..appa”

“Kau harus berjanji akan memberikanku cucu secepatnya, kau mau penuhi permintaan terakhir Ayahmu ini, kan??”

“Abouji…”

“Jawab aku Wonnie-ah..”

“Ne abouji,,aku janji akan memberikanmu cucu”

Di perjalanan pulang menuju Apartement kami, oppa memberhentikan mobilnya di depan sebuah mini market.

“Oppa kenapa kita berhenti di sini?”

“Ada sesuatu yang ingin aku beli, kaut tunggu saja di sini”

Tidak lama kemudian dia keluar dari mini market itu dan membawa beberapa botol minuman yang mengandung alkohol.

“Oppa kenapa kau beli minuman sebanyak itu?”

“Kau bisa diam tidak sih? Cerewet sekali, sudah diam dan jangan banyak bicara” Siwon oppa kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Aku lagi-lagi hanya bisa bersabar dan pura-pura memainkan Hp ku.

“Cepat mandi yang bersih nanti aku datang ke kamarmu”

Aku tidak ingin membuat dia marah lagi dan menyebutku cerewet karna banyak bertanya, tapi aku heran kenapa tiba-tiba dia menyuruhku mandi dan tadi dia bilang apa?? Dia akan ke kamarku?? Untuk apa??

Setengah jam kemudian aku selesai mandi dan mengenakan pakaian tidurku, aku mengeringkan rambutku dengan hair dryer, tiba-tiba Siwon oppa mengetuk pintu kamarku, aku membukakan pintu untuknya. Dia masuk membawa beberapa botol minuman yang dia beli tadi. Dia menyicikan minuman itu ke dalam 2 gelas.

“Ini minumlah..” dia menyodorkan satu gelas padaku.

“Oppa,,maaf, aku tidak pernah minum”

“Sekarang ini suamimu yang menyuruhmu, jadi lakukan saja apa yang aku suruh jika memang kau ingin menjadi istri yang penurut”

Entah kenapa, aku harus membiarkan dia merasa benar dengan argumen nya barusan, karna setauku walopun seorang istri wajib menuruti semua perintah suaminya, sang istri harus mengingatkan jika yang di suruh suami itu adalah hal yang di larang agama.

Akhirnya dengan terpaksa aku meminumnya, meskipun aku tidak kuat dengan bau alkoholnya saja.

“Habiskan…”

“Oppa..sebenarnya kau kenapa melakukan ini??”

“Taeyeon-ah, kau tau kan, Ayahku menginginkan cucu dari kita? Jadi mau tidak mau kita harus mengabulkan permintaanya, tapi karna aku hanya ingin melakukan malam pertamaku dengan wanita yang aku cintai, jadi lebih baik sekarang aku melakukannya dalam keadaan mabuk, setidaknya aku tidak akan sadar dengan apa yang aku lakukan nanti” aku mendengar suaranya yang mulai tidak jelas karna pengaruh alkohol.

Aku tidak menjawabnya, dan hanya menahan air mataku untuk tidak terjatuh. Ya Tuhan, kenapa dia menyakitiku seperti ini?? Apakah dia benar-benar tidak pernah memandangku sebagai seorang wanita yang seutuhnya?? Kenapa dia melakukan ini padaku?? Sekarang dia ingin tidur denganku saja tidak mau dalam keadaan sadar dan dia bilang dia hanya ingin melakukannya dengan wanita yang dia cintai?? Jadi maksudnya, akuuu bukan wanita yang dia cintai?? Hatiku hancur menyisakan serpihan luka, yang mungkin jika tertiup angin dia bisa terbawa hembusannya.

Rasanya aku ingin sekali keluar dari kamar itu sekarang juga dan berlari dari semua kesakitan ini, tapi aku tau itu tidak mungkin, dia adalah suamiku, apapun yang terjadi aku tidak boleh pergi meninggalkannya.

***

Aku melihat kalender di samping kasurku, tanggal 9 Maret 2010, Hari Ulang tahunku. Tapi aku tidak merasakan bahagia menyambut hari ulang tahunku sendiri. Ahh..aku jadi rindu dengan teman-temanku di dorm, aku ingin berkumpul dengan mereka di sana, tapi aku tau sekarang aku sudah menjadi seorang istri yang tidak mungkin sembarangan bisa pergi tanpa ijin dari suamiku.

“Oppa,,apakah kau di dalam??” aku mengetuk pintu kamarnya.

“Hemm….” terdengar suaranya yang lemas, mungkin dia sedang tidur, lebih baik aku tidak jadi masuk karna takut mengganggu tidurnya.

“Masuklah..” mendengar perintahnya seperti itu, akhirnya aku masuk.

“Ada apa, bicaralah??” dia berganti posisi menjadi duduk dan sekarang dia menatapku.

Deg…

Ini adalah pertama kalinya dia menatapku seperti itu, dan aku tidak bisa mengontrol diriku, astaga apakah sekarang ini mukaku memerah?? Jangan, aku mohon.

“Kenapa kau diam??”

“Ye..?? Ah,,,begini, akuu ingin minta ijin padamu, apakah aku boleh ke dorm SNSD? Aku merindukan teman-temanku, tapi kalo tidak boleh juga tidak…”

“Pergilah, kau juga boleh menginap di sana, aku tau kau pasti merindukan kebersamaanmu dengan mereka kan?”

“Ne..?? Ah..ye,,tapi benarkah aku boleh menginap di sana?? Kau tidak apa-apa aku tinggal sendirian?”

“Aku sudah besar, tidak perlu kau temani terus, sudahlah cepat siap-siap, sebelum aku berubah pikiran, nanti aku akan mengantarmu ke sana”

“Ah,,ye, gomawoyo oppa”

Di dorm SNSD….

“Kenapa sepi sekali?? Ke mana semua orang??” aku melangkah di lorong menuju dorm dan aku membuka pintu perlahan.

“Surpriiiiiiiiiiise…Saengil Chukka hamnida, Saengil chukka hamnida, saengil chukka uri Taeyeon, saengil chukka hamnida, yeeeee…” aku terkejut menerima kejutan dari teman-temanku, sampai-sampai aku ingin sekali menangis sekencang-kencangnya di sana.

“Eonnie-ah selamat ulang tahun yah, ayo tiup lilinnya” Yuri menyodorkan Birthday Cake padaku.

“Eits..jamkkanmanyo, sebelum kau tiup lilinnya, make a wish dulu”

Donghae oppa menahan kue yang akan ku tiup lilinnya.

Aku memejamkan mataku, dan berdo’a dalam hati. Aku hampir meneteskan air mataku tapi dengan secepat kilat aku kembali membuka mataku dan meniup lilin itu.

“Ye….eonnie selamat ulang tahun”

Semua member SNSD memberiku ucapan selamat dan pelukan yang sangat hangat, begitu juga dengan teman-teman dari suamiku, member Super Junior juga yang ikut hadir di sana dan semua artis dari SM Entertainment.

“Taeyeon-ah, selamat ulang tahun yah, semoga kau mendapatkan kebahagiaanmu”

“Taeyeon eonnie, selamat ulang tahun, maaf waktu kau menikah kami tidak bisa datang” para member f(x) memelukku dan mencium kedua pipiku.

“Oh..iya tidak apa2″

“Kalo begitu selamat ulang tahun dan selamat menempuh hidup baru”

“Oya ngomong-ngomong dari tadi kami tidak melihat suamimu, ke mana dia?”

“Benar, ke mana si Wonnie?”

Aku tersentak dengan pertanyaan Jessica dan Hangeng oppa.

“Ehm…Siwon oppa…” aku benar-benar gugup, tidak tau harus berkata apa.

“Dia ada keperluan mendadak, tadi dia menelfonku” Leeteuk oppa membantuku menjawab.

Apa?? Dia menelfon Leeteuk oppa?? lalu, apakah Siwon oppa tau kalo hari ini ulang tahunku?? Kalo dia tau, kenapa dia tidak mengucapkan selamat padaku tadi?? Dan kenapa dia tidak ikut turun denganku ke sini?

Selesai tiup lilin, potong kue dan makan-makan, semua orang berpesta merayakan ulang tahunku, aku bahagia ada mereka di sini sekarang.

“Apa kau bahagia menikah dengan Siwon??” Leeteuk oppa membuyarkan lamunanku saat aku menyendiri dari teman-temanku di balkon.

“Teuki oppa, kau mengagetkanku saja. Ehm..tentu saja aku bahagia oppa, kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Tapi matamu tidak mengatakan seperti itu, kau pasti menderita kan?”

Aku ingin sekali bilang iya, tapi itu tidak mungkin, aku harus menepati janjiku pada suamiku, kalo aku akan mengatakan pada semua orang kalo aku bahagia menikah dnegannya.

“Oppa, kau ada-ada saja, memangnya mata bisa bicara yah?? hahahaha..” Ya Tuhan, semoga Teuki oppa tidak menangkap keanehan dari diriku dengan senyumku yang aku paksakan barusan.

“Benarkah kau bahagia??”

“Ehm..oppa, maaf aku mau ke kamar kecil dulu, aku permisi yah” dengan cepat aku pergi dari hadapan Teuki oppa, menahan tangisku dan aku langsung masuk ke kamar mandi, akhirnya aku bisa mengeluarkan air mataku yang sedari tadi aku tahan. Ingin sekali rasanya ada yang memelukku saat ini, menenangkan aku, memberiku semangat dan mengatakan “Kau pasti akan baik-baik saja Taeyeon, karna semua ini hanya akan menjadi kenangan yang akan segera berlalu”

Tapi aku tau, tidak akan ada siapapun yang melakukan itu, karna mereka semua hanya tau bahwa aku bahagia dengan pernikahanku.

“Eonnie- ko matamu sembab sih?? Kau habis menangis yah??” Taemin melihatku keluar dari kamar mandi.

“Ah,,anhi bocah nakal, aku tidak menangis, tadi mataku kelilipan, hehe..Ayo kita bergabung lagi dengan mereka” aku memeluk pundak Taemin. Yah, seandainya aku punya adik, laki-laki ataupun perempuan, pasti aku akan sangat menyayanginya dan setidaknya aku bisa terhibur dengan keberadaannya di saat-saat seperti ini. Tapi bagiku, semua artis SM Entertaiment adalah keluarga, mereka adalah adik-adik dan kakak-kakakku.

“Eonnie, aku senang sekali akhirnya bisa tidur sekamar denganmu lagi” Seohyun memelukku dan tidur di kasurku.

“Yah, aku juga senang, huah,,,rasanya seperti sudah bertaun-taun saja aku tidak tinggal di sni, haha..”

“Eonnie..aku ingin tidur denganmu yah hari ini?? Kau kan jarang bisa menginap di sini” Sunny masuk ke kamarku

“Jamkkanmanyo,,aku juga mau tidur denagn Taeyeon eonnie” tidak lama kemudian Jessica juga masuk ke akamrku, sampai akhirnya satu per satu member SNSD masuk ke kamarku.

“Baiklah, kalo begitu kita tidur di bawah saja, dan ambil kasur lagi biar kita bisa tidur di sini semuanya” Tiffany langsung keluar dan membawa 2 kasur, dan akhirnya kami tidur bersama, benar-benar hal yang sangat aku rindukan semenjak aku menikah dan keluar dari dorm ini.

***

“Hei…Sooyoung, kau sudah tidur belum??”

“Ehmm..wae eonnie?? Apa kau belum tidur??” Sooyoung menjawab masih dengan matanay yang terpejam.

“Sooyoung, aku ingin makan mie ramen”

“Astaga eonnie, ini kan sudah malam, masa kau tiba-tiba meminta mie ramen?? Mana ada mini market yang buka??”

“Yaa..aku tidak mau tau, pokonya aku mau mie ramen, ayo cepat bangun, belikan aku mie ramen”

“Aduuhh..kau ini ada-ada saja sih, seperti orang ngidam saja, baiklah aku akan belikan” aku tau Sooyoung masih ngantuk berat, tapi akhirnya dia memaksakan diri untuk bangun.

“Hei..Seohyun, bangun, antar aku beli mie ramen, eonni kita tuh merepotkan saja malam-malam begini minta mie ramen”

“Ehmm..aku ngantuk ah, sama Jessica eonni aja sana”

“Yaaa…cepat bangun atau ku seret kau”

“Ahhhhh..eonni, kenapa harus aku sih” Seohyun masih memejamkan matanya meskipun sekarang dia sudah bangun.

“Maafkan aku yah, jadi merepotkan kalian,hati-hati yah, hehe..” aku mengantar Seohyun dan Sooyoung sampai pintu.

1 jam kemudian mereka datang.

“Hmm..maukah kalian membuatkannya untukku??”

“Mwo??Eonni, kau ini sebenarnya kenapa sih?? Tiba-tiba ingin mie ramen, dan sekarang kau ingin kami membuatkannya?”

“Kan aku jarang-jarang bisa ke sini, ayolah manjakan aku hari ini saja, lagipula hari ini kan aku ulang tahun, jadi anggap saja kalian memberiku hadiah lagi, eoh??” aku melihat mereka sudah menguap terus, tapi aku benar2 beruntung memiliki teman-teman seperti mereka yang sangat menyayangiku.

“Nih,,mie ramennya sudah jadi, habiskan semaumu,eoh?? Sekarang kami tidur duluan yah?” Sooyoung dan Seohyun langsung menutup tubuh mereka dengan selimut dan dalam beberapa menit sudah tidak terdengar lagi suara mereka.

Dua hari kemudian….

Hari ini aku datang ke kantor SM Entertainment seperti biasa, tapi saat aku datang, semua orang menatapku aneh.

“Ada apa ini?? Kenapa mereka semua memandangku seperti itu??”

“Eonnie,,lihat ini” tiba-tiba para member SNSD menghampiriku dan menunjukkan ku sebuah surat kabar.

“Siwon member Super Junior, menikahi Taeyeon hanya karna terpaksa dan Siwon selingkuh di hari Ulang Tahun istrinya sendiri”

Itulah judul yang aku baca dari surat kabar itu yang membuatku hampir jatuh pingsan.

To be Continue….

2 responses to “When Regret Comes Over Part 2

  1. ya ampun siwon oppa selingkuh? Tega bgt sih.. klo aku jdi taeyeon unnie, psti sakit bgt hati ini *halah*
    kk lngsng next part aja ea? abiz bingung mo komen apa lg.. ff kk dah bagus sih ga ada typho🙂

    v ka, knpa taemin mnggil taeyeon eonnie bknnya nuna?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s