[FF REQUEST] Memories in Barcelona


Author : Pinky Girl

Cast : Choi Minho, Park Jiyeon

Support Cast : Suzy

Genre : Romance, Drama, Tragedy

Rating : T

Type : One Shoot

Disclaimer : Ini FF request an nya Silvi dan sedikit pemberitauan, FF ini terinspirasi sama Drama Taiwan Meteor Garden 2, yang settingnya di Barcelona…Moga kalian suka yah..;)

Poster by SHINee_Waltz

Please Read, Like and Comment

Jiyeon POV

Hari yang aku tunggu akhirnya tiba, menjadi istri dari seorang namja yang sangat aku cintai, Choi Minho. Namja yang sudah menjalin hubungan denganku selama 5 tahun ini, akhirnya resmi menyuntingku 1 minggu yang lalu. Dan sekarang aku sudah menjadi Nyonya Choi..;)

“Minho-ah, jaga putriku baik-baik di sana yah, jangan biarkan dia sakit” eomma memelukku dan matanya mulai berkaca-kaca.

“Eomma..” aku membalas pelukan eomma.

“Ne eommanim, aku pasti akan menjaga putrimu baik-baik karna dia sekarang sudah menjadi istriku” suamiku tersenyum, dan aku suka melihat lesung pipinya setiap kali dia tersenyum.

“Baiklah ini sudah malam, cepat kalian pergi tidur, jangan sampai besok kalian terlambat” ucap Ayah mertuaku.

“Ne..abouji”

***

“Yobo.., kau sudah tidur??” aku mengelus wajah suamiku, aku tidur di dadanya yang bidang itu.

“Ehm..wae?” ucapnya masih terpejam.

“Aku tidak bisa memejamkan mataku, aku tidak sabar untuk besok”

“Yaa..kau ini seperti anak kecil saja, sudahlah coba lagi pejamkan matamu, aku mengantuk sekali, tidak bisa menemanimu, eoh??” dia memelukku.

Aku tidak menjawab, aku membalas pelukannya dan mencoba untuk memejamkan mataku lagi.

Keesokan harinya…

“Jiyeon-ah, jaga dirimu baik-baik yah, eomma pasti akan sangat merindukanmu” air mata eomma mengalir deras.

“Eomma, aku kan hanya pergi Bulan Madu dengan suamiku selama 1 minggu, aku pasti kembali, kau tidak usah berlebihan seperti itu” aku mengusap-ngusap punggung eomma dan memeluknya.

“Minho-ah, jaga istrimu baik-baik, kalau ada apa-apa cepat hubungi kami di sini, ara??” ayah mertuaku memeluk putra kesayangannya itu.

“Omoo..putraku, tidak sangka kau sudah besar sekarang, ingat kau harus menjaga istrimu baik-baik yah” Ibu mertuaku menciumi putranya.

“Aduuhh..kenapa kalian semua ini bicara seolah tidak percaya padaku sih, tentu aku akan menjaga istriku baik-baik, jadi kalain jangan khawatir, eoh??”

“Baiklah, kalau begitu cepat kalian pergi, pesawatnya sudah mau berangkat” appa dan ayah mertuaku membantu membawakan koper-koper kami.

“Annyeong…” aku dan suamiku melambai ke arah orang tua kami yang mengantarkan samapi ke bandara, jujur saja saat itu aku juga menangis, untuk pertama kalinya aku meninggakan eomma dan appa ku pergi jauh sampai ke Luar Negeri seperti sekarang.

@Barcelona

Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, akhirnya aku dan Minho oppa sampai di kota Barcelona, salah satu Kota terindah di Spanyol. Impianku untuk bisa pergi berbulan madu ke sini dengannya akhirnya terwujud.

“Eomma, aku sudah sampai di sini”

“Ye…tadi perjalanan kami di pesawat lancar”

“Eoh,,,pasti aku kabari kalau ada apa-apa″

“Ne..?? Ah..Minho oppa sedang mandi, baik nanti aku sampaikan”

“Ye…kamshamnida eomma, jaga dirimu juga yah”

Tut..tut…tut..

“Siapa yang menelfon?”

“Ah..kau sudah selesai mandinya?? Oh,,barusan eomma ku yang menelfon, tadinya appa mu ingin bicara denganmu, tapi tadi kau masih ada di kamar mandi”

“Oh..baiklah nanti aku kirim pesan ke appa”

“Ya sudah sekarang kau mandi, bukankah nanti malam kita akan melihat suasana Barcelona di malam hari?”

“Eoh..aku mandi dulu yah”

***

“Huaaaa….yobo,akhirnya kita jadi juga berbulan madu ke sini, ternyata Barcelona benar-benar indah yah, aku senang sekali bisa datang ke sini bersamamu” aku memeluk suamiku itu saat kami menikmati keindahan kota Barcelona di atas sebuah gedung tinggi.

“Ehm,,,benar-benar indah…”

“Ah,,jamkkanman..” suamiku mengeluarkan Handphone dari sakunya dan agak menjauhiku untuk menelfon seseorang.

Dan tidak lama kemudian tiba-tiba terdengar suara letusan kembang api yang menggema di langit dan menghiasi langit itu dengan percikan dari kembang apinya.

“Whooaaaa,,,,yeppeota” aku memandang kagum keindahan langit malam itu.

“Apa kau suka?”

“Yobo, apakah ini kau yang membuat??”

“Ehm..?”

“Omooo…tentu aku sangat suka suka sekali, gomawoyo yobo..” aku mencium pipinya dengan lembut.

“Chagia…kau tau, aku sangat bahagia sekarang karna ada kau di sisiku” ucap Minho memelukku dari belakang sambil sesekali mengecup leherku.

“Yobo,,,aku juga bahagiaaaaaaaaaaaa sekali, akhirnya kau sudah resmi menjadi suamiku”

“Ehm,,dan kau harus janji satu hal padaku”

“Mwo??”

“Apapun yang terjadi di hari mendatang, kau jangan pernah lelah untuk mencintaiku dan jika suatu saat aku tiba-tiba pergi, jangan pernah lelah untuk menungguku kembali, ara??”

“Yaakk..kenapa kau berbicara hal yang mengerikan seperti itu di saat moment indah seperti ini?? Aku takut…”

Minho membalikkan badanku dan dia memelukku erat.

“Omooo..kau kurus sekali, setelah menjadi Nyonya Choi kau harus menaikkan berat badanmu, biar orang-orang tidak menyangka aku sudah menelantarkan istriku, eoh?”

“Shiro…aku tidak mau gemuk, apalagi kalau nanti aku hamil, badanku pasti melar, aahh..shiro..shiro..” aku merengek manja padanya.

“Ne..ara..ara…kau tidak boleh gemuk, tapi hanya kelebihan berat badan saja yah..”

“Yoboooooo….” aku benar-benar kesal dengan candaanya dan dia hanya tertawa puas menggodaku.

***

Selama 3 hari ini, aku dan Minho oppa, mengelilingi kota Barcelona, mendatangi pusat-pusat perbelanjaan, taman hiburan dan ah…aku dan suamiku juga meminum air dari air pancuran yang katanya konon jika meminum air itu kita pasti akan bisa datang ke sana lagi?? Benarkah?? Hmm,,aku berpikir sih mungkin itu hanya mitos tapi entahlah.

“Yobo, ayo kita duduk di sini dulu sebentar, aku lelah” ucapku sambil menarik tubuhnya untuk duduk di sebuah kursi taman di bawah pohon rindang yang sedang bergururan.

“Baiklah, aku juga lelah, hehe..” dia mengipas-ngipaskan tangannya pada wajahku yang mulai kepanasan.

“Chagia, lihat ini…” dia menunjuk ke kursi yang kami duduki.

“Mwo??”

“Banyak nama-nama pasangan di sini”

“Whoaaa,,kau benar yobo”

“Jamkkaman” dia mengambil kayu kecil yang agak runcing.

“Yaa..kau mau apa??” tanyaku penasaran.

“Kita ukir juga nama kita di kursi ini, agar nama kita akan selalu abadi dan saat kita kembali ke sini, nama ini masih ada di sini” dia dengan serius mengukir namaku dan namanya di kursi itu.

“Omoo…kau ini, itu terlalu berlebihan, haha..”

“Waeyo?? Apa kau tidak suka aku melakukannya??” dia mengerucutkan bibirnya.

“Anhioo,,baiklah ukir nama kita dengan sangat indah, eoh??”

“Selesai..” dengan bangga dia menatap nama kami yang dia ukir sendiri.

“Bagaimana??”

“Yeppeota..” aku tersenyum.

“Ah,,chagia,,kau tunggu di sini yah, aku mau membeli sesuatu” ucapnya tiba-tiba.

“Kau mau ke mana??”

“Tunggu saja di sini, nanti aku kembali, jangan pergi ke mana-mana, arasso?”

“Tapi aku takut sendirian….” aku menahan tangannya.

“Jangan takut ini kan siang hari, tenang saja aku tidak akan lama, eoh??” dia mencium keningku dan langsung berlalu dari hadapanku.

Saat aku memakan pop corn yang ada di tanganku, tiba-tiba ada sekelompok pria yang menghampiriku dan berbicara dalam bahasa Spanyol, entahlah apa yang mereka ucapkan, tapi aku benar-benar takut dan aku hanya membungkuk-bungkuk dan berkata “Sorry..sorry..” Yah, karna aku tidak bisa bahasa Spanyol, dan hanya itu yang aku bisa ucapkan dalam bahasa Inggrisku.

Tapi orang itu terus mendekat padaku dan karna ketakutan, akhirnya aku lari perlahan meninggalkan tempat itu, aku berjalan menyusuri jalanan mencoba untuk mencari suamiku. Tapi aku tidak tau di mana sekarang, jalan itu penuh dengan orang-orang yang berlalu lalang, aku tidak bisa melihat suamiku. Sampai setengah jam aku tidak menemukan sosok suamiku di sana, aku mulai ketakutan “Ya Tuhan, apakah aku sudah tersesat?? Bagaimana ini??”

Aku ingin menangis, karna aku baru pertama kali ke sana dan aku benar-benar buta akan tempat-tempat di sana.

“Minho-ah..Minho-ah…” aku berteriak memanggil namanya sambil terus berjalan.

“Minho-ah..kau di mana??” tidak terasa air mataku mulai mengalir.

“Jiyeon-ah” aku mendengar seseorang di belakangku berteriak memanggil namaku, dan dengan secepat kilat aku menoleh ke belakang.

“Yobooooo..” aku berlari menghampirinya begitu juga dengan dia.

“Yobo,,kenapa kau meninggalkanku, aku ketakutan..” akhirnya aku benar-benar menangis dalam pelukannya.

“Maafkaan aku, tadi aku hanya membeli sesuatu saja,. Lagipula aku sudah bilang padamu kan, kau jangan pergi kemana pun dan tunggu aku di sana” dia masih memelukku dan mencium kepalaku.

“Tadi ada laki-laki yang menghampiriku, dia berbicara dalam bahasa Spanyol, aku tidak mengerti apa yang dia ucapkan, aku sudah bilang maaf pada mereka, tapi mereka terus mendekatiku” ucapku manja dan masih menangis.

“Ya sudah, yang penting sekarang aku sudah menemukanmu, jangan menangis lagi, eoh?” dia mengusap air mataku yang sudah mulai mereda.

“Tapi kau harus janji satu hal padaku, jangan pernah meninggalkanku sendirian lagi, ara??” aku cemberut.

“Ne..arasso..” dia mengacak-ngacak rambutku.

Keesokan harinya…

Aku meraba-raba kasurku, mencari sosok suamiku dengan mataku yang masih terpejam, dan saat aku tersadar aku tidak menemukannya, aku langsung terbangun dan melihat ternyata benar suamiku sudah tidak ada di sampingku. Aku terperanjat, mencari dia ke kamar mandi, ke balkon, tapi aku tidak menemukan dia di manapun, sampai aku melihat sesuatu di meja ruang tengah kamar hotelku, sebuah kotak. Aku membuka kotak itu dan yang pertama aku lihat adalah sebuah kartu dan aku mulai membacanya.

“Istriku, maaf pagi-pagi sekali tadi aku sudah pergi keluar dan tidak membangunkanmu, aku punya kejutan untukmu, pakailah baju yang ada di kotak ini, dan datang ke alamat yang ada di belakang kartu ini. Jangan terlambat, aku akan menunggumu di sana sampai pukul 10.00 kalau kau terlambat, aku akan pulang ke Korea dan meninggalkanmu di sini sendirian, arasso?? Haha..^.^ Saranghae..Mwuah…”

“Aegyo….indah sekali baju ini?? Tapi kapan dia membeli baju ini?? Bukankah setiap hari kami bersama?? Ahh,,jangan-jangan yang kemarin ituuu, dia membeli ini untukku?? Omoo..aku sangat terharu, ternyata suamiku romantis sekali. omo..omo, jam berapa sekarang??”

“HAH…?? Jam setengah 10??? Astaga aku harus cepat-cepat mandi, aku tidak boleh terlambat, andwae….” setelah membuka kotak itu dan melihat bajunya, aku terperanjat dan langsung bersiap-siap.

***

“Omoo,,,apakah benar ini tempat yang di maksud suamiku di alamat ini?? Tapi sepertinya iya dan supir taksi tadi bilang, alamat ini ya memang di sini tempatnya” aku berjalan setelah sampai di alamat yang di tulis suamiku di belakang kartu. Ternyata itu sebuah gereja tua, aku masuk ke dalam gereja itu, tapi tidak ada siapapun di sana. Hanya sebuah bunga dan beberapa lilin yang menghiasi gereja itu.

“Astaga, apakah ini kejutan yang ingin ditunjukkan suamiku padaku??”

Aku duduk di salah satu kursi di gereja itu, menunggu suamiku. Aku melihat jam tanganku. “Hmm,,laki-laki memang menyebalkan, dia menyuruhku untuk tidak terlambat, tapi sekarang dia sudah terlambat 15 menit, awas kau Minho-ah, kalau kau datang akan ku jitak kepalamu” ucapku mendedam.

Setengah jam berlalu, satu jam berlalu, sampai akhirnya aku sudah menunggu di tempat itu selama 2 jam, tapi suamiku belum juga menampakkan batang hidungnya. Aku mulai merasa tidak enak hati, apakah terjadi sesuatu dengan suamiku?? Aku tidak bisa menghubunginya, karna justru Handphone nya sekarang ada padaku, dia meninggalkan Handphone dan dompetnya di Hotel.

“Babo-ah, kenapa dia bisa begitu ceroboh meninggalkan Handphone dan dompetnya di Hotel? Ini kan barang-barang penting yang harusnya dia bawa ke manapun selama di sini, bagaimana kalau ada apa2?? Ah..anhi..anhi…aku tidak boleh berfikir yang tidak-tidak, aku akan tetap menunggunya di sini, sampai dia datang, mungkin dia sedang menuju ke sini sekarang” aku terus mencoba menenangkan fikiranku.

Malam sudah mulai gelap, aku tidak tahan lagi dan hanya duduk diam di sini. Aku memutuskan untuk pergi dari tempat itu dan mulai mencari kemanakah suamiku sebenarnya?? Aku benar-benar mulai merasakan hatiku yang tidak tenang, pasti sudah terjadi sesuatu yang buruk, aku kembali ke Hotel tapi dia tidak ada di sana, aku juga sempat bertanya pada Receptionist apakah tadi suamiku sempat mengambil kunci di sana, namun dia bilang suamiku tidak terlihat lagi semenjak tadi pagi keluar. Aku kembali menelusuri jalan yang pernah aku dan suamiku lewati beberapa hari lalu, ke taman, ke tempat hiburan, tapi aku tetap tidak menemukannya. Aku mulai menangis, kesepian dan ketakutan sebenarnya di mana dia?? Apa yang sudah terjadi dengannya??

“Minho-aaaaahhhh….” aku berteriak di tengah orang-orang yang berlalu lalang dan cuaca yang sudah berubah menjadi gelap, tapi aku tetap tidak menemukannya.

Waktu sudah larut malam, akhirnya aku memutuskan untuk menunggu suamiku di Hotel, berharap aku menemukannya di sana, tapi saat aku berjalan, aku melihat ada percikan darah di jalanan dan bunga-bunga yang sepertinya terjatuh dari rangkaiannya dan aku melihat sesuatu yang menarik perhatianku. Aku mengambilnya dan “Cincin??? Cincin ini….bukankah ini miliiiikk….?? Anhio..Minho-ah, Minho-aaaaah…” Aku tersentak saat melihat ternyata cincin itu adalah milik suamiku??? Aku kembali berteriak, tidak peduli dengan orang-orang yang mengelilingiku dan menatapku sekarang. Mereka berbicara dalam bahasa Spanyol. Mungkin yang mereka katakan adalah “Ada apa dengan gadis ini?” “Kenapa gadis ini berteriak-teriak?” “Kasian sekali gadis ini, apakah dia orang yang tersesat?”.

“Ya Tuhaaan, apa yang harus aku lakukan sekarang?? Apa yang sebenarnya orang-orang itu katakan?? Bagaimana aku bertanya pada mereka apa yang sebenarnya terjadi di tempat ini tadi?? Dan kemana suamiku???”

“Hello, Mrs. can i help you??” tiba-tiba seseorang bertanya padaku dalam bahasa Inggris.

This..this ring belonged to my husband, do you know what has happened in this place??” aku menunjukkan cincin suamiku dan menujuk ke lokasi aku beridiri sekarang.

Entah apa yang membuatku tiba-tiba bisa berbahasa Inggris saat itu dan aku harap orang asing itu mengerti apa maksud ucapanku.

“Ahh…had been an accident here in the morning, a car that drove a woman hit a man who will cross, he took a series of interest and then the woman immediately took the victim, but we don’t know where he brought”

“Siaaal, aku tidak mengerti apa yang di ucapkan pria itu, tapi aku menangkap beberapa kata yang aku mengerti, apa?? Kecelakaan?? Apakah maksudnya suamiku mengalami kecelakaan di tempat ini tadi pagi?? Dan dia di tabrak oleh seorang wanita?? Ya Tuhaaan, lalu di mana suamiku sekarang?? Siapa yang bisa menjawabku???”

Dengan langkah yang gontai sambil memegang cincin suamiku yang aku temukan tadi di lokasi kecelakaan itu, aku kembali ke Hotel. Aku harus menenangkan diriku dulu untuk memikirkan apa yang akan aku lakukan selanjutnya.

@Hotel…

Tiba2 Handphone ku berbunyi…Uri Eomma….

“Jiyeon-ah, apa kau sudah tidur?? Maaf Eomma mengganggumu, tapi jangan bilang-bilang pada appa mu yah kalau eomma menelfonmu, eomma hanya tiba-tiba merindukanmu sayang, makannya eomma ingin sekali mendengar suaramu” dengan bisik-bisik eomma berbicara padaku di seberang sana.

“Eomma…” aku tau, eomma pasti mendengar suaraku yang sudah serak dan sedang menangis.

“Jiyeon-ah, wae gurae?? Kenapa kau menangis?? Apa yang terjadi sayang??”

***

2 minggu berlalu dari kejadian kecelakaan suamiku. Setelah keluargaku juga langsung terbang ke sini keesokan harinya setelah mendapat kabar dariku, kami sama-sama meghubungi polisi di sini untuk mencari tau di bawa ke mana suamiku saat itu, tapi hasilnya nihil, tidak ada seorang pun di antara mereka yang tau.

Keluargaku sudah kembali ke Korea kemarin, dan aku sengaja tinggal di sini satu hari lagi. Aku ingin mengunjungi taman di mana dulu suamiku pernah mengukir nama kami di sana, aku juga mengunjungi lagi gereja yang seharusnya menjadi tempat kejutan yang ingin di tunjukkan suamiku padaku.

“Yobooo….apakah hanya seperti ini pernikahan kita?? Kau pergi meninggalkanku sendirian di sini. Kau tidak ingat janjimu malam itu, saat kau memperlihatkan kembang api padaku? Kau bilang kan kalau kau tidak akan pernah meninggalkanku sendirian di sini, tapi apa kenyataannya?? Kau sekarang pergi meninggalkanku, dan tidak kembali padaku. Aku sudah mencarimu ke mana-mana, tapi tidak ada satupun orang yang tau keberadaanmu. Apa yang harus aku lakukan?? Ke mana lagi aku harus mencarimu??”

“Yoboo..aku bukan ingin melepaskanmu begitu saja, tapi aku harus kembali ke Korea, di sana tempatku. Aku akan pasrahkan semuanya pada Tuhan, jika memang kau takdirku, aku yakin suatu saat kau pasti akan kembali padaku, meskipun aku harus menunggu untuk seumur hidupku. Tapi jika kau bukan di takdirkan untukku, aku akan rela melepaskanmu asalkan kau bahagia di manapun kau berada sekarang”

“Bogoshippo Minho-ah, nomu bogoshippo…” aku tidak kuasa lagi menahan sakit di hatiku dan rasa rinduku pada suamiku, sambil menghadap ke altar di gereja itu, aku hanya bisa menangis dan tertunduk.

Di Korea…

“Yaak..Jiyeon-ah, eomma mengerti sekali belakangan ini kau tertekan karna kehilangan suamimu, tapi apakah kau setega itu pada kami?? Sampai-sampai kau menghabiskan semua makanan ini dan tidak menyisakannya untuk kami??” eomma tidak berhenti menatapku yang sedang melahap abis makanan yang ada di meja untuk makan siang kami.

“Eoh?? Eomma, appa mianhaeyo, tapi entah kenapa belakangan ini aku mudah sekali lapar, jadi mianhaeyo kalau hari ini aku menghabiskan makanan kalian, eoh??” aku masih tidak berhenti memasukkan makanan ke mulutku yang sudah penuh dengan nasi.

“Geundae…?”

“Sudah,,sudahlah istriku, kita mengalah saja. Biarkan putri kita menghabiskan makanan ini, kita makan mie saja, eoh?” ucap appa membelaku.

“Hash,,kau ini seperti orang yang sedang hamil saja makannya sebanyak itu” akhirnya eomma dan appa ke dapur untuk membuat mie tapi tiba-tiba eomma muncul lagi di hadapanku.

“Omo..omo,,yak Jiyeon-ah, kapan kau terakhir dapat itu??” eomma menatapku lekat.

“Dapat apa??” jawabku polos.

“Dapat ituu..”

“Itu apa eomma??”

“Hash,,anak ini. Kapan kau terakhir datang bulan?” eomma berbisik di telingaku.

“Entahlah, mungkin karna waktu itu aku masih dalam suasana duka, aku jadi tidak terlalu ingat kapan terakhir aku datang bulan. Tapi seingatku, 2 hari sebelum aku menikah aku baru selesai. Eomma memangnya kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?”

“Aigoo..yoboooo, cepat kemari, ayo cepaat” eomma berteriak memanggil appa yang sedang berada di dapur.

“Wae gurae??” appa keluar dari dapur dan menghampiri kami di ruang makan.

“Yobo, kita akan punya seorang cucu, aku akan menjadi nenek dan kau menjadi kakek”

“Jinjayo?? Apakah maksudmu putri kita itu sedaaang?”

“Yee..dia sedang hamil..”

“Omoo…chagia kita akan punya seorang cucu???” eomma dan appa berjingkrak-jingkrak senang.

“Yaakk..eomma, appa maksud kalian bicara seperti itu apa??” aku masih tidak mengerti.

“Omo..putriku, kau sedang hamil, nak. Eomma yakin kau sedang mengandung anak Minho”

“Mwo? Benarkah??”

“Ye..dulu saat eomma mengandungmu, tanda-tandanya juga seperti itu, eomma bahkan bisa makan sampai 10 kali dalam sehari *author lebay

“Memang bawaannya mudah sekali lapar”

Aku tidak menjawab, entahlah apa yang seharusnya aku rasakan saat mendengar hal itu, jika aku benar-benar hamil, apakah aku akan melahirkan anakku tanpa seorang appa?

Keesokan harinya…

Dokter bilang usia kandunganku sekarang sudah 3 minggu. Ternyata eomma benar, aku memang sedang mengandung anak dari Minho.

“Anakku, ini eomma. Maafkan eomma, nak karna eomma belum bisa menemukan di mana appa mu sekarang. Eomma sangat yakin sayang, kalau appa mu itu pasti masih hidup. Eomma janji pasti akan menemukannya, dan kau tidak akan terlahir tanpa seorang appa.” aku berjalan setelah pulang dari Dokter sambil mengusap-ngusap perutku dan aku kembali menitikan air mataku.

Di rumah…

“Jiyeon-ah chukkae..” tiba-tiba eomma, appa dan kedua mertuaku meniup terompet dan menghamburkan pita-pita kecil ke wajahku.

“Selamat anakku kau akan menjadi seorang eomma” ucap Ibu mertuaku memelukku.

“Eommanim bagaimana kau tau aku benar-benar hamil??” tanyaku heran.

“Tentu saja dari Dokter Kim, sayang” jawab eomma ku.

“Oh ya aku lupa, Dokter Kim itu kan Dokter pribadi keluargaku, jadi tentu saja mereka sudah bertanya lebih dulu tentang hasilnya pada Dokter Kim sebelum aku yang memberitau mereka.” gumamku dalam hati.

“Jiyeon-ah, kau tenang saja, kami akan membantumu merawat anak itu baik-baik, meskipun kita masih belum bisa menemukan Minho, tapi kita tetap harus menjaga kandunganmu dengan baik, sampai nanti dia lahir dengan sehat dan selamat, eoh??” ayah mertuaku itu memelukku dan mencium keningku.

Aku benar-benar beruntung, selain memiliki eomma dan appa yang sangat menyayangiku dan perhatian padaku, tapi aku juga memiliki mertua yang sangat baik, mereka juga menyayangiku seperti anaknya sendiri dan mereka juga selalu memberiku perhatian lebih.

“Ne abouji kamshamnida..”

2 tahun kemudian….

“Jiyeon-ah, kau yakin akan membawa anakmu ke sana?” ucap eomma sambil membantuku packing untuk besok.

“Ehmm…eomma, aku yakin. Ini akan menjadi terakhir kalinya aku datang ke sana, dan kali ini aku hanya ingin menguji nasibku. Jika memang nanti keajaiban bisa mempertemukan aku dengan suamiku di sana, maka itulah takdir bahwa memang dia bisa kembali padaku dan juga Min Ji. Tapi jika aku benar-benar tidak bertemu dengannya lagi di sana, mungkin memang selamanya aku tidak akan pernah bertemu dengannya lagi, dan berarti dia memang bukan takdirku”

“Aigo…putriku, aku kagum sekali padamu, selama 2 tahun ini, kau mengandung, merawat dan menjaga Min Ji sendirian tanpa suamimu. Dan sekarang kau ingin kembali ke tempat di mana dulu kau kehilangan suamimu” eomma memelukku sambil menangis, dan aku berusaha untuk menahan air mataku untuk tidak mengalir, karna aku tidak mau eomma melihat kesedihanku lagi, meskipun saat itu aku sangat ingin menangis.

“Baiklah, nak. Eomma akan do’akan yang terbaik untukmu dan juga Min Ji. Semoga takdir memihak padamu dan kedatanganmu ke sana tidak akan sia-sia, eoh??” eomma mencium kedua pipiku.

“Ne..eomma gomapseumnida..” aku memeluk eomma untuk terakhir kalinya sebelum aku pergi tidur.

@Barcelona…..

Aku jadi teringat akan mitos yang dulu sempat tidak aku percaya, bahwa saat meminum air pancuran di teko raksasa di kota Barcelona, pasti akan membawamu bisa datang ke kota itu lagi suatu saat nanti. Dan ternyata mitos itu ada benarnya, karna sekarang, aku bersama putri kecilku Choi Min Ji, sedang berada di kota itu lagi, Kota Barcelona.

2 tahun yang lalu aku ke sini bersama suamiku, tapi entah kenapa aku merasakan atmosfer yang masih sama saat dulu aku datang ke tempat ini bersamanya. Aku mengajak putri kecilku mengunjungi tempat-tempat yang dulu sempat aku kunjungi bersama appanya. Aku berusaha menjelaskan padanya, meskipun aku tau dia masih belum mengerti sepenuhnya dengan apa yang aku ucapkan, karna dia masih berusia 1 tahun 3 bulan.

Tidak lupa aku juga mengunjungi gereja di mana dulu suamiku mengajakku bertemu di sana, sebelum akhirnya dia pergi dan belum kembali hingga saat ini. Tapi saat aku ke sana, ternyata di gereja itu sedang di adakan pernikahan. Karna aku penasaran ingin melihat bagaimana orang-orang di sini menikah dengan adat mereka, akhirnya aku ikut berdiri di tengah-tengah orang yang hadir di sana. Dan tidak lama kemudian mobil pengantin pria datang, mungkin pengantin pria itu datang terlambat. Aku memperhatikan mobil itu sampai akhirnya sang pengantin pria keluar dari mobil itu.

“Omo…diaaa….”

“Minho-ah….” aku cepat-cepat berlari ke arah sang pengantin pria itu sambil menggendong putriku.

“Minho-ah, kenapa kau melakukan ini? Ke mana saja kau selama ini??” aku menggoyang-goyangkan badannya, namun dia seolah tidak bahagia melihatku.

“Kau..siapa???”

Seperti di sambar oleh petir, hatiku sakit dan hancur, setelah selama 2 tahun mencarinya dan sekarang setelah dia ada di hadapanku, tapi dia malah pura2 tidak mengenalku.

“Minho-ah, aku Jiyeon istrimu…Dan ini putri kita Min Ji…” aku menyodorkan putriku padanya tapi dia malah menatap aneh putriku.

“Jiyeon?? Istriku??? Dan dia putriku?? Hei…maaf nona, aku tidak mengenal siapa kalian, dan maaf aku sudah terlamabat, aku akan menikah dengan Suzy” dia berlalu meninggalkanku dengan Min Ji.

“Minho-ah, jamkkanmanyo…Lihatlah ini foto pernikahan kita, ini kau dan aku. Dan ini, lihatlah ini, ini cincin pernikahan kita, di cincin ini terukir namamu” aku memperlihatkannya foto pernikahan yang memang aku bawa untuk bertanya pada orang-orang di sana tentang keberadaan suamiku dan aku juga menunjukkan padanya cincin yang aku kalungkan selama ini di leherku.

“Ini,,benar aku, tapi kenapa di foto ini ada kau??” dia terlihat begitu heran.

“Ye…Minho-ah, ini fotomu dan wanita ini adalah aku, istrimu, kita menikah 2 tahun yang lalu, dan ini adalah putri kita”

“Tidak, itu tidak mungkin, kau pasti hanya mengaku-ngaku saja, mungkin saja pria itu hanya mirip denganku, maaf aku benar-benar harus pergi, Suzy sudah menungguku di dalam” dia kembali berlalu meninggalkanku dengan Min Ji.

“Ap…pa….ap..paaa” tiba-tiba Min Ji memanggilnya dua kali dan aku melihat dia menghentikan langkahnya.

“Appaa…” Min Ji menghampirinya dengan langkah yang belum begitu tegak dan memegang tangan appa nya itu.

Dia menoleh ke arah Min Ji yang sekarang ini ada di bawahnya karna pastinya appa nya itu lebih tinggi darinya. Dia menatap lekat Min Ji yang terus memandangnya sampai akhirnya “Arrghhtt..kepalaku…argghhtt..kep…palaku sakit sekali…”

Tiba-tiba sang mempelai wanita yang mungkin tadi akan di nikahi suamiku, keluar dan menghampiri Minho yang tergeletak di tanah.

Di rumah sakit…

Aku melihat wanita itu mondar mandir di depang ruang ICU, menunggu Dokter yang memeriksa Minho saat itu keluar. Aku tidak bisa berhenti menangis, sambil memeluk Min Ji aku juga menunggu dengan penuh rasa cemas dan takut.

“Ehmm…agashi, maaf apakah kau benar istri dari Hyung Min Woo??” wanita itu menghampiriku sambil menangis.

“Ne..??”

“Ah,,maksudku, apakah kau benar istri dari laki-laki yang ada di dalam ruang ICU itu?” dia menunduk sambil menunjuk ke arah ruang ICU.

“Ye….aku adalah istrinya, aku kehilangan dia 2 tahun yang lalu saat kami berbulan madu di sini. Dia berjanji mengajakku bertemu di gereja tadi, namun ternyata dia tidak datang juga samapi akhirnya aku tau ternyata dia di tabrak oleh seorang wanita dan wanita itu membawa suamiku entah ke mana” aku berbicara dengan sedikit sinis dan menyindirnya namun dia terdiam dan tetap menunduk.

“Maafkan aku nona, maafkan aku, karna sebenarnya wanita yang menabrak suamimu saat itu adalah aku, dan aku yang sudah membawa suamimu pergi” dia tiba-tiba memelukku.

Wanita itu bernama Bae Suzy, dia anak dari salah seorang Pengusaha Kaya di Korea yang tinggal di Barcelona untuk lebih memajukkan lagi usahanya di Kota Barcelona ini. Saat itu dia tidak sengaja menabrak suamiku yang akan menyebrang, karna paniknya dia cepat-cepat membawa suamiku pergi karna dia tidak mau di jadikan sebagai tersangka oleh polisi. Dan saat membawa suamiku ke Rumah Sakit, suamiku tidak sadarkan diri selama 3 hari, hingga akhirnya dia tersadar dan dia tidak ingat siapa dirinya dan tidak ingat tentang apapun. Ayah Suzy yang ingin suatu saat memiliki seseorang untuk bisa meneruskan usahanya itu, akhirnya memutuskan untuk menyuruh Suzy merawat suamiku dan memberinya nama Hyung Min Woo. Sampai akhirnya tadi mereka akan melangsungkan pernikahan, namun terhambat oleh kedatanganku dan Min Ji.

“Aku sebenarnya tidak pernah mencintai Hyung Min Woo, karna sebenarnya aku sudah mencintai laki-laki lain, tapi karna ayahku tidak menyetujuinya, jadi aku terpaksa menuruti kemauannya untuk menikah dengan Min Woo. Tapi untumg kau cepat datang, jadi aku tidak perlu menjadi wanita yang merebut kebahagiaan orang lain dan membiarkanmu kehilangan suamimu” Suzy kembali menceritakan padaku yang sebenarnya terjadi saat kami masih menunggu di depan ruang ICU.

“Sudahlah, kau tidak perlu merasa bersalah lagi padaku. Sekarang kita berharap saja Minho tidak apa-apa dan semoga dia bisa mengingat lagi siapa aku”

“Ne..aku harap juga beitu”

Tiba2 pintu ruang ICU terbuka, Dokter dan para suster pun keluar.

“Dokter bagaimana keadaannya??” tanya Suzy langsung menghampiri Dokter itu dan berbicara dalam bahasa Spanyol.

“Dia tidak apa-apa, kami tadi sudah memeriksanya, gumpalan darah di otaknya ternyata sudah hilang. Kita berharap saja semoga ingatannya yang selama ini hilang, benar-benar bisa kembali lagi”

“Benarkah? Baiklah kalau begitu, Dokter bisakah kami sekarang menjenguknya??”

“Ya tentu saja, aku permisi dulu”

“Baik Dokter terima kasih”

Aku, Suzy dan Min Ji masuk ke ruangan itu. Aku melihat suamiku masih terbaring lemas dan matanya masih terpejam.

“Minho-ah, ini aku. Aku mohon bangunlah, lihat aku datang bersama putri kita” aku mencium lengannya sambil menangis.

Dan tiba-tiba dia mulai menggerakan tangannya dan membuka matanya perlahan. “Ji..yeon-ah” akhirnya dia memanggil namaku dengan suaranya yang masih sangat lemah.

“Omo..Minho-ah, kau sudah bisa mengingatku??”

“Ye..Jiyeon-ah, siapa an..ak in..ni…” tanyanya sambil mengusap rambut Min Ji dengan lembut.

“Minho-ah, dia Min Ji putri kita”

“Min Ji-ah, sapa appa mu, nak”

“Appa…”

“Benarkah dia putri kita?? Min Ji-ah, kau cantik seperti eomma mu”

“Minho-ah, bogoshippo,,nomu bogoshippo” aku tidak kuasa menahan rasa rinduku selama 2 tahun ini dan aku langsung memeluknya.

***

3 hari setelah suamiku akhirnya di perbolehkan pulang, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Korea. Suzy berusaha untuk menjelaskan kepada ayahnya tentang keadaan Minho yang sebenarnya adalah suamiku, dan dia sempat mengancam ayahnya untuk bunuh diri jika dia tidak di restui dengan laki-laki yang sekarang dia cintai. Karna Suzy adalah putri satu-satunya dan dia tidak mau kehilangan putrinya, akhirnya ayah Suzy menyetujui hubungan putrinya itu dengan pria yang dia cintai.

Dan sekarang aku menjalani kehidupan baruku bersama suami dan putri semata wayangku. Aku bahagia, karna kedatangaku lagi ke Barcelona saat itu, tidak sia-sia, karna keajaiban ternyata benar-benar datang padaku dan takdir pun memihak padaku, suamiku bisa kembali lagi padaku, setelah menghilang selama 2 tahun. Terima kasih Tuhan, karna kau sempurnakan lagi kehidupanku….^^

“Minho-ah, Min Ji-ah, saranghaeyo….;)”

~ The End ~

Oya mian yah pas ada script pake Bahasa Inggris, kata-katanya salah, maklum sang author ga jago English…-_-

5 responses to “[FF REQUEST] Memories in Barcelona

  1. kyaaaaaa~ cerita ny unik😀
    ttp berkarya chingu !🙂
    aku blh request ff gak?
    aku mo req ff Minho-Jiyeon dong😀 soal ny ak paling suka sm couple ini😄

    • mksiiiih,,,^^

      hmm,,boleh2 aja sih, tp skr az bnyak bgt yg req n d list req ff msh lebih dr 10 lg yg blm k krjain..-_- kmrn br nyelesin 6 ff req,,,,

      tp klo emang bs, nnti aq usahain bkin yah..^^

  2. waaah bGus ceritax . . . . .
    Terus b’karya y chingu . . . ! ! !oiya Q bLeh request liryc lagu ngGak ? ? ?klu bLeh Q mw reqest liryc lagux SuJu-andante dan SNSD-the boys.translate indo and eng y chingu . . . .

    Chingu HWAITING ! ! !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s