My Beloved Girl ♥ Chapter 6 ♥


Author : r13eonnie 강 하이에나 a.k.a Pinky Girl
Rating : R / PG-15
Genre : Romance, Life, Angst, Friendship, Family
Lenght : Chaptered
Main Cast :
↔ Vania Alexandria Sentani / Lee RaeHee / Vania Lee ( OC )
↔ Lee Jeong Hoon ( HITZ )
↔ Hangeng
Support Cast :
↔ Lee Hong Ki
↔ Ghun ( X-5 )
↔ Jo Twins ( Jo Kwangmin n Jo Youngmin
↔ Stevanny Jessica Manoach / Song Hyun Won ( OC )
↔ Anastasia Hannas / Lee ChaeRi ( OC )
↔ Jung Ilyeon ( OC )
↔ Jung Yeon Hee ( OC )
↔ Bae Eunsun ( OC )
↔ Kim Eun Ki ( OC )

and Other…

Author Note : Oya sekedar WARNING, di part ini agak2 ada Yadongnya dikit yah, hehe…;D

Have a great Day for READER and SIDER

Happy Reading

“Apa kau sudah selesai bicaranya nona cerewet??” Jeong Hoon melepaskan ciumannya dan menyentuh pipi Vania lembut dengan kedua tangannya.

“Akuu…..” wajah Vania merah padam seketika, apa yang ingin dia ungkapkan pada Jeong Hoon seolah menghilang dengan lumatan yang di lakukan Jeong Hoon sesaat yang lalu.

“Kenapa mukamu memerah?? Jangan..jangan…ini first kiss mu yah??” goda Jeong Hoon yang membuat wajah Vania seperti udang rebus dan membuatnya jadi salah tingkah.

“Yaakk…aku belum selesai bicara, kenapa kau mau kabur begitu saja dariku, huh??” Vania mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Kabur??? Apa maksudmu?” tanya Jeong Hoon mengernyit.

“Chaeri bilang kau akan kembali ke Jepang, karna kau tidak mau mengenalku lagi, huh…hanya sebesar itukah nyalimu untuk mencintaiku??? Mudah menyerah begitu saja” rutuk Vania.

“Hei…siapa yang mau kembali ke Jepang?? Aku memang mau ke Jepang tapi bukan untuk kembali ke sana, tapi untuk mengambil beberapa berkasku yang ketinggalan. Besok juga aku pulang ko…”

“Bb..ennarkah??” ucap Vania gugup.

“Sial, AWAS kau CHAERI, kau sudah mengerjai eonni mu ini, tidak ada ampun bagimu, huh” rutuk Vania lagi dalam hatinya.

“Hei..kau kenapa??? Memangnya siapa yang bilang begitu padamu??”

“Chaeri, adikku yang paling menyebalkan, sial dia berhasil mengerjaiku” Vania memajukan bibirnya dan membuat Jeong Hoon tidak bisa menahan tawanya lagi.

“Haha..kau, wajahmu jelek kalau seperti itu, hahahha..aku..aku tidak kuat melihatnya” tawa Jeong Hoon akhirnya meledak.

“Yaaakk,,aku ini sedang marah, kenapa kau malah menertawakanku?? KALIAN SEMUA MEMANG MENYEBALKAN….” Vania beranjak pergi meninggalkan Jeong Hoon dan Jeong Hoon mengejarnya.

“Ayo ikut aku, kita bicara sambil minum saja” Jeong Hoon menarik tangan Vania.

“Shiro…” Vania menepis tangan Jeong Hoon kilat.

“Sudah ayo ikut saja..malu di lihat orang tuh”

Akhirnya Jeong Hoon membawa Vania ke tempat Rest Area di sekitar bandara *emang ada yah? Whateverlah, hehe..;)

Memesan 2 minuman segar sambil menunggu jam terbang Jeong Hoon yang masih 1 jam setengah lagi.

“Jadi maksudmu kau sudah di permainkan oleh adikmu itu??”tanya Jeong Hoon sambil menunggu minumannya datang.

“Eoh…kau puas menertawakan aku, huh??” jawab Vania ketus.

“Hehe..aku minta maaf tadi sudah menertawakanmu, sudahlah jangan cemberut lagi, masa kau menghantarkan kepergianku dengan wajah yang di tekuk seperti itu?? Bagaimana aku bisa pergi tenang??”

“Oya, aku mau menanyakan sesuatu padamu”

“Mwo??”

“Apa benar, kau menyukaiku sejak melihatku di Cafe sore itu??”

“Kau mendengarnya??”

“Ya, aku mendengar semuanya”

“Baiklah aku akan menjawabnya. Benar, aku memang menyukaimu sejak pertama kali bertemu di Cafe sore itu saat aku baru tiba dari Jepang. Dan aku senang saat akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi di pub, bahkan aku bisa mengantarmu pulang dan akhirnya bisa tinggal di sebelah kamarmu. Tapi saat itu aku agak kecewa, karna ternyata sudah ada Gege di sisimu. Sampai akhirnya aku melihat kalian berpelukan di depan toilet waktu kita tidak sengaja bertemu dengan dia dan Hyun Won di restaurant”

“Berarti tebakan Bunda waktu itu benar” sahut Vania dalam hati.

“Hatiku tiba2 sakit, apalagi aku sadar kejadian itu sebelumnya pernah aku alami juga”

“Maksudmu apa??”

“Sekarang aku akan membayar janjiku padamu saat di atas genting malam itu. Kau bertanya kenapa aku tiba-tiba menjaga jarak darimu dan kau juga bertanya apa hubungannya aku menceritakan masa laluku saat itu dengan alasan aku menjaga jarak denganmu”

Vania memasang telinganya lebar-lebar, memasang wajah seriusnya untuk mendengarkan ucapan Jeong Hoon selanjutnya.

“Jadi saat aku melihatmu berpelukan dengan Hangeng di depan toilet waktu itu dan kau mengungkapkan perasaanmu pada Hangeng, itulah yang terjadi juga saat aku melihat Kim Eun Ki wanita yang pernah aku cintai, tapi ternyata dia mencintai sahabatku sendiri. Aku melihat mereka berpelukan dan Eun Ki menyatakan cintanya pada sahabatku itu. Ternyata Eun Ki selama ini dekat dengaku hanya karna dia butuh seseorang yang selalu bisa berada di sisinya saat dia butuh. Yah, dan dia bilang selama ini dia tidak pernah mencintaiku”

“Lalu apa kau sangat mencintai wanita itu??”

“Yah, dulu sampai akhirnya aku sadar, kalau aku tidak mau terus larut dalam keterpurukanku dan aku juga harus menerima kenyataan kalau ternyata dia bukan yang terbaik untukku”

“Maka dari itu kau akhirnya memutuskan untuk tinggal di Korea??”

“Mungkin, karna kebetulan saat itu Hangeng menawariku proyek ini dan akhirnya aku setuju, lagipula aku juga sudah tidak punya siapa-siapa lagi di Jepang”

“Maaf, kalau boleh tau memangnya orang tua mu ke mana??” tanya Vania hati2.

“Eomma ku sudah meninggal 3 tahun yang lalu karna penyakit asma nya”

“Aku turut berduka untuk itu, meski terlambat”

“Eoh..gomawo”

“Lalu, appa mu???”

“…..” Jeong Hoon terdiam, menghela nafas panjang.

“Waegurae?? Kalau kau tidak mau menjawabnya, tidak apa-apa”

“Appa ku masih hidup dan yang aku dengar dia sekarang sudah tidak tinggal di Korea lagi”

“Lalu di mana??”

“Entahlah, tapi sebelum eomma meninggal, eomma pernah berpesan padaku kalau aku harus bisa menemukan appa ku. Walau bagaimana pun aku harus tau siapa appa ku dan dia harus tau kalau aku ini adalah anaknya yang sudah dia telantarkan saat aku masih dalam kandungan eomma”

“Jeong Hoon-ah….” Vania duduk pindah posisi duduk menjadi duduk di sebelah Jeong Hoon dan mengusap punggung Jeong Hoon memberi kekuatan.

“Gwaenchana, walau bagaimana pun, aku akan tetap berusaha mencarinya karna ini adalah permintaan terakhir eomma ku”

“Yah, aku juga berharap kau bisa menemukan appa mu”

“Ne…”

“Oya,,,apa aku boleh bertanya sesuatu padamu??” tanya Jeong Hoon.

“Mwo??”

“Sebenarnya selama beberapa hari ini, kenapa kau berusaha untuk menghindar dariku???”

“Oh..itu, mian sebelumnya kalau aku sudah egois, tiba-tiba bersikap dingin padamu belakangan ini. Tapi sebenarnya aku melakukan itu bukan hanya padamu saja, tapi juga pada Gege. Aku hanya ingin menenangkan pikiranku dulu, tanpa berada di dekat kau dan juga Gege. Dan aku juga…ingin memastikan perasaanku yang sebenarnya”

“Maksudmu??”

“Sebenarnya selama ini aku benar-benar tidak tau apa yang sudah terjadi dengan hatiku, kadang-kadang aku merasa sakit melihat Gege dekat dengan Hyun Won, aku tidak rela Gege dekat-dekat dengan wanita lain lagi selain aku. Tapi kadang aku juga tidak bisa menghilangkan pikiranku tentangmu. Saat kau tiba-tiba mengacuhkanku waktu itu, entah kenapa perasaanku terasa sakit. Padahal biasanya kau rajin sekali pagi-pagi sudah menclok di depan kamarku. Makannya kemarin aku menghindar dari kalian untuk memastikan sebenarnya siapa orang yang aku cintai. Dan ternyata selama aku menghindar dari kalian, yang selalu aku ingat adalah dirimu, yang aku rindukan juga dirimu. Sampai aku mendengar surat yang kau kirim, aku benar-benar merasa sedih sekaligus senang, aku berharap yang mengirim surat itu adalah kau dan wanita yang di maksud itu adalah aku, dan ternyata itu benar. Dan…”

“Dan apa??”

“Dan waktu aku tau kau akan kembali ke Jepang, aku benar-benar marah dan tidak rela kau pergi begitu saja, padahal aku baru saja yakin tentang perasaanku yang sebenarnya”

“Jadi maksudmu, sekarang kau sudah yakin kalau kau mencintaiku??” tanya Jeong Hoon menatap Vania yang sekarang berada di sampingnya.

“Ehm…” Vania menunduk dan tersipu malu.

“Aku juga mencintaimu, jauh sebelum kau merasakan cinta itu padaku” Jeong Hoon menengadahkan wajah Vania dan sekarang wajah mereka berdekatan.

Jeong Hoon semakin mendekatkan wajahnya dan hampir menyentuh bibir tipis Vania lagi, tapi sebelum itu terjadi, seorang pelayan datang membawa pesanan mereka, sontak mereka berdua jadi salah tingkah.

“Maaf tuan, ini pesanannya” ucap pelayan itu menyimpan minuman yang di pesan Jeong Hoon dan Vania.

“Ah..ia terima kasih” ucap Jeong Hoon menggaruk rambutnya yang tidak gatal.

“Hei….lihat mukamu merah lagi” ucap Jeong Hoon terkekeh melihat wajah Vania berubah menjadi udang rebus lagi.

“Yaaakk,,,sekali lagi kau bicara seperti itu awas kau”

“Apa?? Apa yang akan kau lakukan jika aku mengucapkannya lagi??”

“Aku….aku tidak akan pernah mau bertemu denganmu lagi, arasso??”

“Benarkah?? Kau yakin??”

“Ah…sudahlah, cepat minum, bukankah sebentar lagi kau harus take off??” Vania meneguk Jus nya dengan gugup dan Jeong Hoon hanya bisa menahan tawanya melihat tingkah Vania.

***

“Annyeong Rae Hee, otteoshiminika?? Apa kita bisa bertemu hari ini??? Ada yang ingin aku bicarakan”

Vania membaca pesan dari Hangeng saat dia tiba di flatnya.

“Kabarku baik, bagaimana denganmu?? Baiklah, mau bertemu di mana??”

“Kabarku juga baik. Biar aku menjemputmu ke flat saja, kau ada di sana kan??”

“Yah, aku di flat. Baiklah aku tunggu di sini”

Setengah jam kemudian…

“Hei…” sapa Hangeng kaku saat dia tiba di flat Vania.

“Hei…” jawab Vania, tampak kecanggungan di antara mereka berdua, yang biasanya mereka akan saling mencium kedua pipi mereka setiap kali mereka bertemu, tapi sekarang mereka terlihat begitu sangat canggung.

“Ya sudah, masuklah…” Hangeng membukakan pintu untuk Vania.

“Gomawo….”

@Cafe….

“Aku…” ucap Vania dan Hangeng bersamaan setelah mereka duduk di Cafe.

“Kau saja duluan” ucap Hangeng.

“Ah,,anhi, kau saja yang duluan”

“Ladies first” jawab Hangeng singkat.

“Baiklah…aku..aku mau minta maaf soal kejadian saat itu di pub. Tidak seharusnya aku marah padamu, karna aku memang tidak memiliki hak apapun untuk itu. Dan aku juga minta maaf selama beberapa hari ini, aku seolah menghindar darimu. Tapi aku juga punya alasan untuk itu dan aku juga bukan hanya melakukannya padamu tapi pada Jeong Hoon juga. Itu aku lakukan karna aku ingin meyakinkan tentang perasaanku juga selama ini yang masih plin plan”

“Dan apa sekarang kau sudah yakin dengan hatimu??”

“Ye…??? Ehm….ne..”

“Melihat dari raut wajahmu, aku sudah bisa menebak apa, aku tau pada akhirnya bukan aku pria yang sebenarnya kau cintai, tapi Jeong Hoon”

“Kenapa kau bisa tau??”

“Hei,,,Rae Hee-ah, aku mengenalmu bukan satu atau 2 jam yang lalu, tapi aku mengenalmu selama 13 tahun, jelas aku sudah sangat memahamimu. Oya sudahlah, jangan jadi canggung seperti ini lagi, jujur aku tidak kuat, aku jadi tidak bisa menggodamu lagi jika seperti ini, hehe…”

“Yaakk..jadi aku ingin baikan denganku supaya kau bisa menggodaku lagi, huh?”

“Haha..tidak begitu juga sih, tapi benar-benar tidak enak jika tidak melihat muka jelekmu itu, hahahaha…”

“Nappeun namja…” Vania akhirnya bisa me-relax kan lagi dirinya untuk tidak canggung pada Hangeng dan sekarang nampak mereka sudah kembali akrab seperti sebelum-sebelumnya.

“Oya,,lalu bagaimana, apakah kau dan Jeong Hoon sudah resmi pacaran??”

“Entahlah, yang jelas aku dan dia sudah saling mengetahui perasaan kami masing2”

“Hah,,nappeun namja, kalau begitu jika dia pulang dari Jepang nanti akan aku beri pelajaran karna sudah membuatmu menggantung seperti itu, haha…”

“Oya,,,Gege, bagaimana hubunganmu dengan Hyun Won eonni??”

“Ya Tuhaaaan, rasanya telingaku kembali bernafas lega, akhirnya kau memanggilku Gege lagi, hehe…”

“Ah,,ia aku lupa, bukankah malam itu aku sudah memanggilmu oppa yah, baiklah kalau begitu aku ralat, aku akan memanggilmu oppa saja mulai hari ini”

“ANDWAE….aku mohon jangan panggil aku seperti itu, aku sudah merelakanmu dengan Jeong Hoon jadi apa tidak boleh kalau aku meminta sesuatu darimu?? Aku hanya minta itu, bisakah kau tetap memanggilku Gege???” Hangeng nampak memasang wajah seriusnya.

“Keundae…”

“Jebal…” Hangeng memasang wajah seribu memelasnya (?).

“Hmm..baiklah, akan aku kabulkan”

“Nice girl, hahaha..aku sudah lama tidak menggodamu lagi, hihihihi..” ucap Hangeng mencolek (?) dagu Vania.

“Hah,,babo-ah…” Vania membalas dengan senyuman manisnya.

“Oya,,apa kau tau bagaimana caranya membuat hati wanita merasa tersentuh dengan apa yang kita lakukan??”

“Yaa,,wae?? Apa sekarang kau sedang memikirkan cara untuk membuat Hyun Won eonni tersentuh oleh sikapmu??”

“Hehe..begitulah, semenjak kejadian di pub itu, mungkin aku sudah melakukan kesalahan besar, aku menciumnya saat tantangan itu, jadi dia pasti mengira aku melakukannya pun karna tantangan saja”

“Padahal????” tanya Vania dengan tatapan tajam.

“Padahal apa??”

“Apa maksudmu, sebenarnya waktu itu kau memang ingin melakukan itu padanya atas dasar cinta???”

“Entahlah, aku juga sebenarnya masih bingung, tapi aku juga tidak tau kenapa waktu itu aku benar-benar ingin melakukannya. Dan yang membuatku aneh, saat dia masuk Rumah Sakit, aku benar-benar merasa khawatir, tidak tega melihatnya sakit”

“Rae Hee-ah, apakah hal seperti itu bisa di bilang kalau aku sudah menyukainya??”

“Hmm,,,kalau menurutku bisa ia bisa tidak”

“Apa maksdumu???”

“Yah, kalau di lihat dari persepsinya, itu ada 2 kemungkinan, kau merasakan seperti itu karna merasa kasian padanya atau memang karna kau mulai peduli padanya”

“Benarkah??”

“Eoh..”

“Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang??”

“Menurutmu apa??”

“Yaakk,..aku bertanya padamu karna aku sendiri tidak tau apa yang harus aku lakukan, sekarang kau malah balik bertanya padaku??”

“Nanti saja aku pikirkan lagi, saat ini aku sedang tidak ada ide, hehe..”

“Babo-ah…”

“Ya sudah kalau begitu, antar aku pulang, aku lelah sekali tadi pagi baru pulang dari Pulau Jeju, terus langsung ke Bandara dan tadi baru istirahat sebentar sudah harus ke sini”

“Siap laksanakan Bos…”

“Haha..konyol, kau dan dia melakukan hal yang sama hari ini”

“Dia?? Dugu?? ah…maksudmu Jeong Hoon yah??” goda Hangeng saat mereka melangkah keluar dari Cafe menuju mobil.

“Hmm,,ya begitulah”

“Haha,,kau pasti sedang merindukannya, kan??”

“Hmmm..entahlah, mungkin ia mungkin tidak, hehehhe..”

@Flat…

“Annyeong hyung., annyeong noona..”

“Annyeong..yakk..Ghun, sedang apa kau di sini???” tanya Hangeng pada Ghun yang sedang menunggu di halaman Flat Vania.

“Dia sedang menunggu seseorang bodoh” jawab Vania menoyor pelan kepala Hangeng.

“Seseorang?? Duguya??”

“Annyeong eonni,,annyeong oppa..”

“Jung Ilyeon????” tanya Hangeng tidak percaya ternyata seseorang yang sedang di tunggu Ghun adalah Ilyeon.

“Ehm…kau tidak tau yah, setelah pulang dari Pub kan, Ghun mengantarkan Ilyeon pulang, dan setelah itu akhirnya mereka jadi sering bertemu dan lihatlah mereka sepertinya mau berkencan, hei Gege cepat kau cari wanita, masa kau kalah dengan para ABG itu, haha..”

“Yaaak,,apa maksud ucapanmu itu, huh?? Kau sendiri?? Memangnya kau sudah punya pacar??”

“Memang belum, tapi aku sudah punya seseorang yang mencintaiku dan aku cintai, sedangkan kau?? Siapa yang mencintaimu?? Hahaha..”

“Yaaakkk…ada ko, Hyun Won kan mencintaiku”

“Haha,,dia mana tahan dengan pria lelet sepertimu, kalau kau memang mencintainya juga, cepat kejar dia jangan sampai kau menyesal saat dia sudah di ambil orang, hihihi…”
“RAE HEE-AAAAAHH..” Hangeng berusaha mengejar Vania, namun Vania berputar-putar mengelilingi tubuh Ghun dan Ilyeon.

“Hei…kalian ini seperti anak TK saja, baru baikan tapi sudah saling menggoda lagi”

“Hahaha..biar saeng, dulu kan dia yang sering menggoda eonni mu ini, sekarang biar aku membalasnya, hehe..”

“Awas kau Rae Hee”

“Mau apa kau?? Wee..” Vania menjulurkan lidah dan lari secepat kilat menaiki anak tangga dan masuk ke kamarnya.

“Ayo,,kita pergi sekarang saja” ajak Ghun pada Ilyeon.

“Ne,,kajja…”

***

“Annyeong Vania, ini aku Hyun Won…Maaf aku tau nomer Handphone mu dari Hangeng beberapa waktu lalu. Oya apa kau ada waktu?? Ada yang ingin aku bicarakan padamu”

“Annyeong eonni, apa kabarmu??? Oh ia tidak apa-apa ko, aku tidak keberatan kau menanyakan nomerku pada Gege. Ehm,,,kebetulan aku masuk sore, bagaimana kalau nanti malam saja kita bertemunya? Pulang aku bekerja, mau bertemu di mana??”

“Kabarku baik. Oh..begitu, baiklah. Bagaimana kalau kita bertemu di Cafe biasa kau bertemu dengan Gege saja??”

“Eoh..baiklah. Sampai ketemu nanti eonni”

“Ne Vania, annyeong”

“Annyeong….”

BIP

@Cafe….

“Annyeong Vania”

“Annyeong eonni..” Vania mencium kedua pipi Hyun Won begitu juga sebaliknya *cipika cipiki istilahnya mah, hehe..

“Kau terlihat lebih segar??’

“Benarkah??? Hehe..mungkin karna suasana hatiku yang sedang baik”

“Oh,,,pantas kau tampak lebih ceria”

“Oya…apa yang ingin eonni bicarakan padaku?”

“Oh..itu. Ehm,,begini Vania, aku mau minta maaf soal kejadian di Pub waktu itu dan…”

“Jamkkaman eonni, mian aku potong ucapanmu, tapi untuk masalah itu, kau tidak perlu minta maaf padaku, justru aku yang harusnya minta maaf padamu, waktu itu aku menangis bukan karna aku cemburu ko, mungkin itu karna aku shock saja karna Gege ternyata bukan milikku seutuhnya lagi, hehe..Kau tau selama 13 tahun aku bersamanya dan aku sempat mencintainya, jadi saat aku melihat kalian melakukan itu, aku agak sedikit tidak rela saja, hehe..tapi kau tenang saja eonni, aku sudah tidak akan mempermasalahkan itu lagi, lagipula aku dan Gege sudah sepakat hubungan kami hanya akan sebatas adik dan kakak saja”

“Apa maksud ucapanmu barusan??”

“Ne..eonni, 2 hari yang lalu aku dan Gege bertemu juga di sini dan kami sepakat kalau mulai sekarang hubungan kami tidak akan lebih dari hubungan antar kakak dan adik saja”

“Benarkah??”

“Eoh..karna sekarang aku sudah mempunyai seseorang yang aku cintai”

“Choengmal?? Duguya??”

“Ehmm..aku yakin kau pasti bisa menebaknya”

“Hmm…Jeong Hoon kah??”

“Ne…hehe..”

“Omo..benarkah?? Apa kalian sudah resmi jadian??”

“Hmm..sebenarnya sih belum ada kata seperti itu, tapi kami sudah sama-sama tau perasaan kami masing-masing”

“Omo..chukkae Vania, aku turut senang mendengarnya”

“Ehm..gomawo eonni. Oya eonni, waktu aku bertemu dengan Gege, kami juga sempat membicarakanmu”

“Choengmal?? Membicarakan apa??”

“Ehhmm..dia bertanya padaku bagaimana membuatmu bisa tersentuh padanya”

“Dia bertanya itu padamu??”

“Ehm…oya eonni, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu??”

“Mwo??”

“Apa sampai saat ini kau masih mencintai Gege??”

“Lebih dari yang kalian kira Vania, aku mencintainya selama bertahun-tahun dan sampai detik ini perasaan itu tetap tidak berubah” ucap Hyun Won lirih.

“Eonni, apa kau berharap bisa memilikinya??”

“Entahlah, jika aku terlalu banyak beraharap, aku takut harapan itu selamanya hanya akan menjadi sebuah harapan”

“Tapi jika aku membantumu membuat harapan itu menjadi kenyataan bagaimana??”

“Benarkah?? Kau mau membantuku??? Bagaimana caranya???”

Vania terkekeh, dan membisikkan sesuatu di telinga Hyun Won dan membuat Hyun Won sempat tertawa tapi akhirnya dia menganggukan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Vania.

***

“Yaakk..Jeong Hoon-ah, kau sebenarnya mau membawa aku ke mana sih??” ucap Vania melangkah dengan hati2 karna matanya di tutup oleh kain kecil oleh Jeong Hoon.

“Sudah kau diam saja, nanti kau akan tau” jawab Jeong Hoon memapah langkah Vania.

“Sampai….sekarang kau boleh membuka matamu” ucap Jeong Hoon membantu membuka kain yang menutup mata Vania.

Mata Vania terbelalak, tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat matanya terbuka. Tubuhnya terpaku, terasa ingin menjatuhkan ke tanah karna menahan lemas saking terharunya. Bulir-bulir air mata mulai menunjukkan dirinya di ujung sudut kedua mata bulatnya. Serasa berada dalam sebuah mimpi, membuatnya tidak ingin berkedip karna dia takut saat dia mengedipkan matanya, ternyata semua yang ia lihat itu benar-benar sebuah mimpi.

Lalu kejutan apakah yang di berikan Jeong Hoon?? Hingga membuat Vania tak mampu berkata-kata saat melihat kejutan yang di berikan Jeong Hoon padanya??? Tunggu jawabannya di My Beloved Girl Part 7…;)

~ TBC ~

One response to “My Beloved Girl ♥ Chapter 6 ♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s