My Girlfriend is a Doll {One Shoot}


Author : r13eonnie 강 하이에나 a.k.a Pinky Girl

Main Cast :

– Lee Si Young

– Choi Siwon

Support Cast : find it by yourself…;)

Genre : Fantasy, Romance, Comedy *maybe??hehe….

Rating : PG 15

Type : One Shoot

Poster by Vania_AlmightyCharisma

Diclaimer : Ceritanya milik saya, pemainnya milik Tuhan, saya cuma pinjem…^^ Oya, author lagi suka banget sama couple ini, cantik and ganteng, Siwon bias aku, rela deh kalo sama Si Young eonni, hihihi..;D

Author Note : Ini FF pertama author yang ber-genre Fantasy, jadi mian yah kalo agak2 aneh atau apadeh pokonya, moga tetep suka, hehe….Dan sekedar WARNING, ada yadongnya dikiiiiiiiit, jadi buat reader tolong baca dulu Ratingnya yah,  hehe..;)

ANDA MEMASUKI WILAYAH BACAAN YANG WAJIB ANDA BERI KOMENTAR…^^

Choi Siwon mahasiswa salah satu Universitas di Korea, baru menempati kontrakannya yang baru dia sewa 2 hari yang lalu di salah satu daerah di Seoul. Selama hampir 10 jam, Siwon menyulap kontrakan mininya itu menjadi tempat yang layak untuk di tinggali. Selesai membereskan semua ruangan, Siwon berniat untuk membuang dus yang ada di gudang, namun saat dia akan membuang salah satu dus, dia tidak sengaja menjatuhkan isi dari dus itu.

BRUK….

“Hah, igo mwoya??” Siwon mengambil barang yang jatuh tadi.

“Boneka??? Hah, boneka siapa ini?? Ah,,mungkin ini milik orang yang menyewa kontrakan ini sebelumnya. Hmm..di buang tidak yah?? Kalau aku buang, nanti pemiliknya tiba2 datang ke sini lagi, tapi kalau tidak di buang, untuk apa juga aku menyimpannya?? Huft…Sudahlah aku simpan kembali ke gudang saja” Siwon keluar membuang beberapa dus yang ingin dia buang dan kembali masuk ke dalam rumah dan memasukkan lagi dus yang berisi boneka tadi ke dalam gudang.

“Hmm..kenapa boneka ini sangat cantik sekali?? Seperti manusia saja, hmm..seandainya dia seorang manusia, aku pasti akan menyukai wanita secantik ini. Yakk,,,Siwon-ah, ada apa dengan dirimu, khayalanmu itu terlalu tinggi, mana mungkin boneka bisa berubah menjadi manusia, hah..sudahlah, hai boneka, kau diam lagi di sini yah, tunggu sampai majikanmu menjemputmu, ara??” Siwon meletakan kembali boneka itu ke dalam dus, namun tidak terlalu di tutup rapat.

“Hei….irona,,,ppalli irona…” suara seseorang memanggil Siwon dengan suara yang sangat lembut.

Siwon membuka matanya, mengucek-ngucek pelan sampai dia terpesona melihat gadis cantik yang ada di hadapannya saat ini.

“Hei…kau siapa???” tanya Siwon merubah posisinya menjadi duduk.

“Kau tidak perlu tau namaku, namamu Siwon kan??”

“Ne..namaku Siwon, bagaimana kau tau namaku??”

“Sudahlah itu tidak penting, ayo ikut denganku”

“Eodiga??” tanpa menjawab pertanyaan Siwon, yeoja itu menarik tangan Siwon, sampai akhirnya dia membawa Siwon ke sebuah danau yang sangat cantik sekali. Di danau itu ada beberapa angsa yang sedang berenang riang, bunga2 cantik bermekaran pun menghiasi di sekitar danau itu, dan kepulan asap menyembul keluar dari dalam danau.

“Hei…sebenarnya kau mau apa membawaku ke sini???” tanya Siwon yang semakin bingung.

“Duduklah di sini….” yeoja itu meyuruh Siwon duduk di salah satu kursi di tepi danau.

“Aku sudah duduk, lalu sebenarnya apa tujuanmu membawaku ke sini??”

“Siwon-ah, boleh aku menciummu??” tanya yeoja itu mendekatkan wajahnya pada Siwon.

“NEEE…????” Siwon terbelalak karna ternyata wajah yeoja itu sekarang sudah 2 cm dari wajahnya.

Karna sudah ada yeoja cantik di hadapannya bahkan ingin memberikan ciuman gratis padanya, Siwon pun dengan sigap memonyongkan bibirnya, tapi belum sempat dia benar2 mencium gadis itu, ada seseorang yang menggoyang-goyangkan tubuhnya.

“Hei..hei….ayo cepat bangun, tolong buatkan aku makanan, aku lapar”

Siwon kembali mengucek matanya.

“Yaaakk….kau siapa??” kali ini Siwon bukan hanya terbelalak, tapi juga terperanjat, melihat yeoja yang ada di hadapannya saat itu.

Siwon mengucek matanya untuk yang ke sekian kalinya, untuk memastikan bahwa kali ini yeoja yang ada di hadapannya kali ini benar2 nyata bukan seperti mimpi yang baru dia alami.

“Tidak penting aku siapa, sekarang aku lapar sekali, ayo buatkan aku makanan” rengek yeoja itu pada Siwon.

“Tttaapp..iii…”

“Ppalliiii,,,kau ingin melihatku mati kelaparan??”

“Nnneee…tunggu sebentar” masih dalam keadaan setengah sadar, Siwon menuju dapur mininya, membuatkan ramen untuk yeoja itu.

20 menit kemudian….

“Igo….makanlah” Siwon menyimpan panci yang berisi ramen yang baru di buatnya di atas meja kecil di ruang tengahnya.

Sluruuuup..sluruupp….*ceritanya itu bunyi yeoja itu nyeruput mienya, hihi..^^

“Aaaahhh…..enak sekali…..eeuuu….” * yang terakhir bunyi sendawanya tu cewe, lol

“Hei,,,kau ini sudah tidak makan berapa lama??? Makan mie ramen satu panci bisa kau habiskan dalam 10 detik??? Gilaaa….”

“Aku sudah tidak makan 22 tahun…” sahut yeoja itu polos sambil menyeka mulutnya.

“MWO???? 22 tahun????? Yakk,,bagaimana mungkin??? Kau ini manusia, kalau kau tidak makan 22 tahun, harusnya kau mati, ttaappii….Hei,,katakan siapa sebenarnya dirimu?? Kenapa dandananmu juga aneh seperti itu??” Siwon menjauhkan tubuhnya dari yeoja itu.

“Kau tidak mengenalku???” tanya yeoja itu mengambil remote TV.

“Mengenalmu?? Kalau aku mengenalmu mana mungkin aku bertanya??? Cepat katakan siapa sebenarnya dirimu? Atau aku panggil polisi untuk menangkapmu”

“Namaku Lee Si Young, aku boneka yang tadi kau simpan di gudang, Omo..omo..apa itu?? Kenapa ada orang di dalam benda itu??” yeoja itu terperanjat saat TV itu menyala karna sebelumnya dia memencet asal tombol di remote TV yang di pegangnya.

“MWO?? Boneka???? Hahaha..kau bercanda, mana mungkin kau…..”

“Jamkkaman, melihat dari pakaiannya, memang baju yang dia pakai itu mirip dengan baju yang ada di boneka tadi dan wajahnya pun benar2 mirip, lalu masa dia tidak tau kalau itu adalah Televisi?? Sebenarnya dia itu siapa???” Siwon memutar otaknya, berfikir keras tentang siapa yeoja aneh yang ada di hadapannya saat ini.

“Baiklah, kau boneka yang tadi. Sekarang bisa kau jelaskan kenapa kau bisa berubah menjadi manusia??”

“Hahahaha….kenapa manusia itu bisa berpindah-pindah tempat cepat sekali, hihihi…” yeoja itu bukan menjawab pertanyaan Siwon, malah asyik menonton TV.

“Yaaakk..aku sedang bertanya padamu, cepat jawab pertanyaanku tadi” Siwon merebut remote dari tangan yeoja itu dan memencet tombol Power Off.

“Heii..kembalikan, aku ingin melihat manusia itu lagi, nanti dia akan pindah ke tempat mana lagi” yeoja itu berusaha merebut remote yang di sembunyikan Siwon di belakang punggungnya.

“Shiro,,sebelum kau menjawab pertanyaanku, aku tidak akan memberikan ini padamu”

“Aiissshh,,kau ini. Ara..ara….aku akan menjawabnya” yeoja itu duduk di atas meja, Siwon yang melihatnya hanya melongo tanpa melarangnya karna Siwon sudah tau sejak awal tingkah yeoja ini sangat aneh.

“Jadi begini, mungkin tepatnya sekitar 22 tahun yang lalu, aku pergi ke sebuah hutan dengan temanku berniat untuk bertualang, tapi di tengah hutan kami melihat sebuah istana yang di penuhi dengan boneka2 yang berbentuk mirip sekali dengan manusia, temanku penasaran sebenarnya apakah istana itu benar ada atau hanya imajinasinya saja, tapi karna aku juga bisa melihatnya, maka dia juga yakin kalau istana itu memang benar nyata. Temanku memaksaku untuk masuk ke dalam istana itu dan dia menunggu di luar. Sebenarnya aku sangat ketakutan, tapi karna aku juga penasaran akhirnya aku masuk juga. Setelah aku masuk, di setiap sudut ruangan di istana itu di penuhi dengan boneka juga yang mirip dengan manusia, perasaanku mulai tidak enak dan aku juga semakin ketakutan, sampai akhirnya aku memutuskan untuk keluar saja dari sana, tapi belum aku sampai di pintu tadi aku masuk, ada suara seseorang yang tertawa keras.

Flashback…..

“Hahahahaha…mau ke mana kau gadis cantik??” tanya seseorang yang kira2 sudah sangat berumur, memakai jubah warna hitam dengan rambut yang beruban semua dan hidungnya yang lancip, sorotan mata yang bulat dan tajam, memegang tongkat kecil di tangannya.

“Kkkaauu…kau siapa??”

“Hehehehe..kau tidak perlu takut padaku gadis manis, mari mendekatlah padaku” suara orang itu dengan suara yang sangat aneh.

“Anhi….aku mau keluar, tolong buka pintunya, aku mau keluar” Si Young meronta-ronta di depan pintu.

“Kau tidak akan mungkin bisa keluar sayang, jika kau sudah masuk ke sini, maka selamanya kau tidak akan bisa keluar, kecuali satu hal, hihihihi…”

“Satu hal?? Apa itu???”

“Kau akan aku kutuk menjadi boneka”

“MWO?? Shiro, aku mohon jangan lakukan itu, aku tidak bersalah, jadi aku mohon lepaskan aku”

“Ahahahahaha…sudah aku bilang, kau tidak akan bisa keluar dari sini, kemarilah akan aku jelaskan padamu” orang yang menyerupai nenek sihir itu mendekati Si Young.

“Gadis manis, kau pasti akan aku kutuk mejadi boneka, tanpa merubah wajahmu sedikitpun. Dan aku akan menyimpanmu di sembarang tempat yang tersembunyi. Seseorang akan menemukanmu 22 tahun kemudian,  dan jika kau sudah di temukan maka kau akan berubah menjadi manusia, tapi usiamu tidak akan pernah berubah. Tapi kau akan kembali menjadi boneka setiap pukul 12 malam. Dan pada pukul 12 siang, kau akan berubah menjadi manusia lagi, dan begitu seterusnya”

“Kkenapa harus pukul 12 siang??”

“Hihihihihi…..kau tidak perlu tau untuk hal itu sayang”

“Lllaalluuu…apakah selamanya kutukan itu akan menimpaku??”

“No..no..no….kutukanmu tentu akan lenyap dengan sendirinya jika syarat dari kutukan itu terpenuhi”

“Syarat?? Apa syaratnya??”

“Hahahaha..aku tidak akan memberitaukannya padamu, jika syarat itu terpenuhi, maka dengan sendirinya kau akan kembali menjadi manusia normal, tapi jika syarat itu tidak terpenuhi juga, maka selamanya kau akan menjadi boneka, hihihihihihihi…..Dan sekaranglah waktunya aku mengutukmu menjadi boneka gadis manis, hihihihihihihi…..”

“Andwae..andw….”

End of Flashback….

“Jadi, maksudmu jika syarat itu belum di ketahui juga, maka selamanya kau akan menjadi boneka??” tanya Siwon pada yeoja itu yang bernama Si Young yang sudah merubah posisi duduknya ratusan kali (?), mulai dari duduk di atas meja sambil ngupil, tiduran di kasur Siwon sambil ngangkat kedua kakinya, duduk di atas TV sampai2 pantatnya kepanasan karna TV tadi baru di nyalakan olehnya, guling2 kaya kue gulung (?), dan berselanjar di bawah meja.

“Ne….maka dari itu, aku harus secepatnya mencari tau syarat itu apa, supaya aku bisa kembali menjadi manusia normal” sahut yeoja itu yang sekarang loncat2 di atas meja.

“Hah, kalau begitu aku sedang ketiban sial, pindah kontrakan berniat mencari tempat yang lebih baik dari sebelumnya, sekarang malah harus mendapatkan musibah karna menemukan manusia aneh sepertimu, huft….” Siwon membaringkan tubuhnya ke lantai.

“Hei,,,tenang saja, aku tidak akan merepotkanmu, sebagai gantinya nanti aku tinggal di sini, aku akan membantumu melakukan apa yang kau suruh, otthae???” yeoja itu mendekatkan wajahnya di depan Siwon.

“Yaaakk…minggir kau, jangan dekat2. Baiklah, aku terima, aku mau menampungmu di sini asal ada beberapa syaratnya”

“Mwo???”

“Pertama kau harus mau melakukan apa yang aku perintah, kau harus membereskan rumah setiap hari, harus mencuci pakaianku, jangan sembarangan keluar rumah, jangan sembarangan menyentuh barang2 ku, jangan merusak apapaun yang ada di rumah ini, dan satu hal lagi, kau tidak boleh berusaha untuk mendekati aku jika aku sedang tidur, arasso???”

“Haha..kau ini lucu sekali, harusnya kau senang jika di dekati wanita secantik aku”

“Hah,,aku tidak sudi di dekati oleh wanita yang tidak jelas asal usulnya sepertimu, sudahlah, karna di ruangan ini hanya ada satu kamar, jadi kau tidur di sini saja, biar aku ambilkan selimut untukmu”

“Mwo?? Aku tidur di lantai ini?? Yaak…kau ini pria, mana mungkin tega membiarkan seorang yeoja cantik tidur di lantai dingin seperti ini?? Shiro, kau saja yang tidur di sini, aku yang tidur di dalam kamarmu” yeoja itu hendak masuk ke kamar Siwon, namun dengan cepat Siwon menghalangi pintu kamarnya dengan tubuhnya.

“Andwae…kau tidak boleh tidur di kamarku, sudah kau tidur di sana saja, ini selimutmu” Siwon mengambil selimut dari kamarnya dan melemparkan selimut itu ke wajah Si Young.

“Aiiissshh,,nappeun namja, baiklah kalau begitu, aku tidak tanggung jawab yah jika aku tiba2 kedinginan, aku akan masuk ke kamarmu dan tidur di sebelahmu” Si Young melebarkan selimutnya di lantai.

“Hahaha..kau tidak akan bisa masuk ke kamarku karna aku akan menguncinya terus, ueeee..Sudah sana tidur, aku ngantuk, aku mau tidur dulu”

BRUK…

Siwon menutup pintu kamarnya dengan keras.

“Omo,,jam berapa sekarang??? Hah?? jam 11?? Astaga berarti sebentar lagi aku akan berubah lagi menjadi boneka, andwae,,andwae,,sebelum aku berubah menjadi boneka, aku akan melakukan hal yang menyenangkan dulu, hmm..melakukan apa yah??” Si Young memandangi sekelilingnya, sampai akhirnya dia melihat remote TV tadi, dengan cepat dia mengambilnya dan memencet asal tombol2 di remote TV itu.

“Ahahahhahaha…..kenapa manusia2 itu lucu sekali, hahahahha….astaga perutku, wkwkwkwkwkwk…” Si Young yang tidak sengaja memencet chanel yang menampilkan Drama Comedy, tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya menahan tawa.

“Yaaakk…berisik, kalau kau tertawa seperti itu kau bisa membangunkan semua orang se RT sini, sudah cepat sana tidur” Siwon yang baru saja memejamkan matanya, langsung keluar dari kamarnya.

“Ne,,ne….sebentar lagi juga aku pasti tidur, sudah sana kau masuk lagi, ahahaha….” sahut Si Young tanpa menoleh ke arah Siwon.

“Dasar wanita aneh,,,” rutuk Siwon kembali masuk ke kamarnya.

Keesokan harinya….

Tok..tok..tok….

“Annyeong,,,apa ada orang di dalam???” teriak seseorang dari depan pintu kontrakan Siwon.

Siwon yang mendengar suara samar2 teriakan itu, langsung bangun dan membuka pintu.

“Ahjumma, waegurae?? Kenapa pagi2 sudah membangunkan orang??” tanya Siwon masih setengah sadar.

“Maaf anak muda, tapi apakah semalam kau mendengar suara wanita yang tertawa keras??” mendengar ucapan ahjumma itu nyawanya langsung terkumpul sepenuhnya dan dia sangat terkejut setengah mati (?).

“Ehmm,,,suara wanita tertawa?? Haha…aku tidak mendengarnya, memangnya kenapa ahjumma?? Lalu kenapa kau datangnya ke sini??”

“Ia, maaf sekali lagi, aku datang ke tempatmu karna semalam sepertinya aku mendengar suara itu dari arah rumahmu, tapi kalau kau yang berada di dalam rumah ini saja tidak mendengarnya, berarti sumber suara itu bukan dari rumahmu. Baiklah kalau begitu bibi permisi dulu, maaf sudah mengganggumu anak muda” bibi itu membungkukkan badannya.

“Ne,,ahjumma, gwaenchana” Siwon pun ikut membungkuk dan setelah bibi itu pergi, Siwon langsung masuk kembali ke rumahnya, berniat menghampiri Si Young.

Namun yang di lihatnya saat itu hanya sebuah boneka yang tertutup selimut.

“Ah,,,benar aku lupa, wanita ini semalam kan bilang, kalau jam12 malam dia akan kembali berubah menjadi boneka dan menjadi manusia lagi saat jam 12 siang nanti. Hah,,,Ya Tuhaaan, apa yang sedang kau rencanakan untukku?? Kenapa kau memberikanku cobaan yang aneh seperti ini?? Aku di pertemukan dengan wanita yang di kutuk menjadi boneka?? Hah,,,,kenapa aku seperti hidup di dunia dongeng saja, huft…” Siwon masih menggengam boneka itu dan membaringkan tubuhnya yang masih terasa lelah di atas selimut yang di pakai Si Young semalam.

***

“Whoaaaaaammm….aaahhh….” Si Young menggeliat di atas dada Siwon.

“Yaaakk..apa yang kau lakukan?? Sudah ku bilang jangan dekat2 denganku” Siwon terperanjat melihat Si Young yang ada di hadapannya.

“Hei..kau lupa yah ucapanku semalam? Aku akan menjadi boneka jam 12 malam dan kembali menjadi manusia jam 12 siang, lihat sekarang jam berapa??” Si Young bangun dan menunjuk ke arah jam dinding.

“Lagipula salahmu sendiri, menaruhku di atas dadamu”

“Jamkkaman, tadi pagi setelah ada ahjumma kemari, aku langsung masuk dan, ah..ia aku lupa setelah mengeluh pada Tuhan, aku tertidur lagi dan menaruh boneka itu di atas dadaku. Aiisshh..wonnie, babo-ah” gerutu Siwon dalam hati sambil menggaruk-garuk rambutnya yang sepertinya, tidak gatal.

“Hei,,cepat buatkan aku makanan, aku lapar” Si Young mengelus perutnya dan menuju dapur.

“MWO?? Enak saja menyuruhku seenaknya, memang kau ini siapa?? Ingat aku yang punya rumah ini dan kau yang harusnya melayaniku, shiro kau buat saja makanannya sendiri” Siwon mendengus.

“Yaakk..aku tidak bisa memasak, jauh sebelum aku di kutuk menjadi boneka pun aku tidak bisa memasak, lagipula aku tidak tau dengan alat2 aneh itu, aku tidak bisa menggunakannya, ayo cepatlah buatkan aku makanan, aku lapar sekali, eoh??” rengek Si Young mengikuti Siwon sampai ke kamarnya.

“Kau ini sebenarnya dulu hidup di zaman apa sih?? Memangnya di zaman mu tidak ada kompor gas dan peralatan masak??”

“Opso..kau lupa, aku hidup di 22 tahun yang lalu, jadi mana mungkin saat itu ada alat2 seperti itu, babo-ah..”

“MWO?? Sekarang kau bilang aku bodoh?? Shiro, pokonya aku tidak mau membuatkan makanan untukmu”

“Baiklah kalau kau tidak mau membuatkan aku makanan, aku mau ke luar rumah saja mencari makanan”

“Yak..yak..yak…jamkkaman, ara,,ara..aku akan membuatkan makan untukmu, kau tunggu saja di depan TV, nanti kalau sudah jadi aku siapkan untukmu, araci??? Awas kalau kau berusaha untuk keluar rumah dan oya 1 hal lagi, jangan tertawa kencang2 lagi, kau tau tadi pagi tetangga sebelah rumah datang ke sini menanyakan tentang suara wanita yang tertawa kencang malam2. Untung tadi aku bisa mengelak jadi ahjumma itu percaya padaku dan tidak curiga, awas kalau kau melakukannya lagi, aku akan  membuangmu jauh2, arasso??”

“Ne..arasso, sudah jangan banyak bicara lagi, cepat buatkan makan untukku, aku benar2 sudah lapar, jangan lama2 yah” Si Young duduk manis di depan TV.

“Ya Tuhan, apalagi ini?? Kenapa justru aku yang harus melayaninya?? Sebenarnya dia itu siapa, sampai2 kau memberikan wanita aneh seperti itu, yah meskipun dia sangat cantik, tapi aku tetap tidak tau siapa dia, huh..nasib..nasib kau wonnie…”

Setengah jam kemudian…

“Nih, makanmu sudah jadi, cepat makan…” Siwon meletakkan panci di atas mejanya.

“Hah, makanan yang semalam??? Apa tidak ada makanan lain selain ini??”

“Yaak,,syukur2 aku sudi membuatkan makan untukmu, sekarang kau malah nawar?? Cih,,kau sedang mengerjaiku , huh??”

“Anhio, tapi aku ingin mencoba makanan yang lain, masa kau tidak punya??”

“Opso..aku tidak punya apa2 lagi selain ini, lagipula aku ini seorang mahasiswa, jadi uang saku ku tidak akan cukup untuk membeli makanan yang lebih mahal dari ini, lagipula kalau pun aku punya uang lebih, aku akan membeli makan enak untuk diriku saja bukan untukmu, huh.. Ya sudah kalau kau tidak mau makan, biar aku saja yang makan”

“Eiittsss..siapa bilang aku tidak mau makan, sini kembalikan ini kan punyaku” Si Young mengambil paksa panci yang tadi di rebut Siwon.

“Ciih,,benar2 manusia aneh, cantik2 tapi kelakuannya selalu tidak wajar” gerutu Siwon sambil memandang aneh pada Si Young yang sedang melahap mie ramennya.

“Hmm,,hari ini dia berani mengerjaiku, akan aku balas dia, tapi apa yah?? Ah,,aku punya ide, haha..baiklah Lee Si Young, lihat saja nanti apa yang aku lakukan padamu, ckckckckck..” Siwon terkekeh licik.

“Hei,,pria bodoh, apa yang sedang kau tertawakan??”

“MWO?? Yaakk,,aku punya nama dan namaku bukan pria bodoh, jadi jangan panggil aku seperti itu lagi, atau aku benar2 akan membuangmu, ARASSO??” Siwon naik pitam, dia meninggalkan Si Young yang masih berkutat dengan panci mie ramennya.

“Aku tidak tau namamu, makannya aku memanggilmu seperti itu, baiklah beritau aku siapa namamu??” teriak Si Young yang mulutnya penuh dengan mie.

BRUK….

Siwon tidak menjawab pertanyaan Si Young, dia masuk ke kamarnya dan menutup pintu dengan kencang.

“Cihh,,,,nappeun namja..orang sedang bertanya malah di tinggal pergi. Aaahhh..kenyang sekali….eeeuuu….nyam..nyam..setelah ini aku melakukan apa lagi yah?? Ehmm…” Si Young memperhatikan sekelilingnya.

Keesokan harinya…

GEDEBUG….

“Aww..aw..pinggangku….Arrgghh…sial pasti si pria bodoh itu sengaja mengerjaiku, menaruhku di atas TV, huh..awas kau akan ku balas perbuatanmu ini, huh….” Si Young yang baru berubah menjadi manusia, terjatuh seketika dari atas TV karna Siwon sengaja menaruhnya di sana saat dia berubah menjadi boneka.

“Ngomong2 ke mana pria bodoh itu?? Hei..pria bodoh, kau di mana?? Tolong buatkan aku makan…” tidak mendapat jawaban dari Siwon, Si Young pun mencari ke seluruh ruangan dan dia melihat di dapur ada makanan yang sudah di siapkan Siwon.

Ini makan siangmu, aku pergi kuliah dulu, nanti sore aku pulang. AWAS kalau kau berani keluar rumah dan membuat kehebohan.

~ Siwon ~

“Aahh,,jadi nama pria bodoh itu Siwon?? Waahh,,,sepertinya makan kali ini enak, hmm,,aku tidak sabar untuk memakannya”

“Omo….makanan ini enak sekali, huah,,,aku tidak menyangka ternyata pria bodoh itu, ah maksudku si Siwon itu pintar masak juga, hihi…” Si Young terlihat semangat menyantap makan siangnya.

Satu jam kemudian….

“Aaahh..aku bosan sekali di sini, daritadi hanya melihat manusia2 di dalam benda kotak itu saja, hmm..apa ada hal lain yang bisa aku lakukan?? Ah…ia mumpung Siwon tidak ada di rumah, aku mau lihat kamarnya ah, hihi…” Si Young yang selama satu jam tadi berada di depan TV akhirnya mulai merasa bosan dan sekarang dia berniat untuk masuk ke dalam kamar Siwon.

“Hmm…kamarnya lumayan rapi untuk ukuran seorang pria, aigo…apa ini?? Huaaa..fotonya besar sekali???? Cih,,berasa artis saja memajang foto sebesar ini…” Si Young mencibir foto Siwon yang di pajang di atas dinding kasurnya.

“Wah..lemarinya juga rapi, hmm,,sepertinya dia tipe pria yang sangat mementingkan kebersihan dan kerapihan, good point jika dia di jadikan calon pacar untukku, hihihi..Omo, Lee Si Young kau bicara apa barusan, kau mau pacaran dengan pria menyebalkan seperti dia?? Cih.,,shiro…”

“Hmmm…kasurnya sepertinya empuk nih, aku coba ah…Huaahh,,benar2 empuk, hahaha…pantas saja dia tidak rela tidur di luar, kasurnya empuk begini, daripada aku hanya beralaskan selimut, cih, dasar pria egois, bad point. Aku tidak mau mempunyai namjachingu yang tidak bisa menghargai dan menghormati seorang wanita, andwae….andwae…..”

“Sudah ah, bosan juga di sini, aku mau ke dapur lagi saja, aku ingin mencoba untuk memasak, siapa tau ada yang bisa aku buat, hehe….” dengan riang Si Young beranjak dari kasur Siwon dan menuju dapur.

4 jam kemudian….

“Aku pulang….” ucap Siwon datar setelah dia masuk ke dalam rumahnya sepulang kuliah.

“Ke mana gadis aneh itu?? Kenapa tidak ada suaranya??” Siwon mencari sosok Si Young namun baru dia menginjak lantai ruang tengahnya, matanya sudah terbelalak melihat apa yang di lihatnya saat ini.

“Le Si Yoooooooooung….” Siwon berteriak memanggil Si Young dengan penuh emosi karna melihat rumahnya yang berubah seperti kapal pecah, namun tetap tidak ada jawaban dari Si Young.

“Ke mana gadis menyebalkan itu, huh…” Siwon mulai mencari ke semua ruangan namun tetap tidak menemukan Si Young, sampai akhirnya dia melihat pintu kamarnya yang terbuka, padahal dia sangat ingat saat tadi dia pergi kuliah pintu kamarnya sudah dia tutup.

“Yaaakkk..Lee Si Young, bangun kau, ayo cepat bangun dan menyingkir dari kasurku” Siwon menarik paksa tangan Si Young sampai2 tubuh gadis itu terjatuh ke lantai.

“Auuww….” Si Young meringis kesakitan mengelus pinggulnya.

“Apa yang kau lakuakn dengan rumahku, huh?? Sudah ku bilang JANGAN KAU SENTUH BARANG APAPUN DI RUMAHKU ATAU MERUSAKNYA, dan sekarang kau malah tidur di kasurku?? Kau mau aku usir, huh??” bentak Siwon pada Si Young, namun Si Young tetap diam, dia menyenderkan punggungnya di samping kasur, melipatkan kedua kakinya, menenggelamkan wajahnya dalam pelukan di kakinya.

Siwon terhentak melihat reaksi yang di berikan Si Young, tidak biasanya gadis itu hanya diam dan tidak memberikan perlawanan saat Siwon membentaknya dan sekarang justru Si Young hanya diam tidak berkata apapun.

“Astaga apakah aku sudah keterlaluan membentaknya??” pikir Siwon.

“Hei..Lee Si Young, gwaenchana?? Kenapa kau diam?? Apakah aku sudah terlalu keras membentakmu?? Mianhae, aku…aku tidak sengaja, lagipula sudah ku bilang kan supaya kau tidak…”

“Hikz..hikz…” si Young tiba2 terisak dan spontan Siwon menjadi salah tingkah.

“Yaak,,Lee Si Young, wegurae? Kenapa kau menangis??? Aku minta maaf kalau sudah membentakmu, apa ada yang sakit?? Mana sini aku lihat..”

“Huhuhuhuhuhu..huhuhu..” Si Young malah menangis lebih kencang lagi.

“Yak..yak..yak….kau ini sebenarnya kenapa?? Jangan menangis lagi, aku kan sudah minta maaf…..”

“Eomma…appa,,bogoshippo….” ucap Si Young masih terisak.

“Eomma? Appa???” Siwon heran apa maksud dari ucapan Si Young, sampai akhirnya dia melihat foto albumnya yang terbuka di atas kasurnya.

Siwon mengambil foto album itu, dan yang terbuka adalah foto kecilnya saat dia bersama orang tuanya.

“Kau merindukan orang tuamu??” tanya Siwon duduk di sebelah Si Young dan Si Young hanya mengangguk.

“Aku juga pernah di foto seperti itu dengan orang tuaku, tapi sekarang?? Di mana mereka aku bahkan tidak tau, apakah mereka masih hidup atau sudah mati, karna sekarang sudah 22 tahun berlalu, huhu…”

“Kau masih ingat di mana rumahmu??” lagi2 Si Young mengangguk.

“Apa mau ku antar ke sana???”

“Jinja???” tanya Si Young langsung cerah meski suaranya sudah serak.

“Ehm….kajja…” Siwon menarik tangan Si Young, namun Si Young menahannya.

“Tapi aku tidak yakin bisa menemui mereka” sahut Si Young lirih.

“Wae?? Kenapa kau tidak yakin???”

“Mungkin saja mereka sudah pindah, atau bahkan sudah….”

“Yaakk,,kau belum mencoba menemuinya, bagaimana mungkin kau yakin mereka sudah tidak ada di sana?? Sudahlah, ayo cepat, sebelum kau berubah lagi menjadi boneka, kita tidak punya banyak waktu” Siwon menarik tangan Si Young lagi.

Dengan hati2 Siwon mengajak Si Young keluar dari rumah, sebelumnya Siwon menyuruh Si Young memakai kaosnya dan memakai hoodie agar bisa menutupi kepalanya.

“Ayo,,,cepat keluar, selagi sepi” Siwon menuntun Si Young keluar dan berjalan menuju halte bis.

“Rumahmu di daerah apa???” tanya Siwon saat mereka menunggu di halte.

“Di daerah cheonsung…” *itu nama daerah yg di buat author yah pemirsa..;D

“MWO???? Di mana itu?? Aku tidak pernah mendengarnya”

“Maaf anak muda, temanmu ini bilang apa?? Cheonsung?? Itu kan daerah yang sudah tidak berpenghuni lagi, daerah itu sekarang sudah seperti hutan tidak ada pemukiman” sahut seseorang paruh baya yang duduk di sebelah Si Young.

“Ne…?? Ah,,mian, jadi maksud ahjumma daerah itu sekarang sudah tidak ada??”

“Ye,,,sudah belasan tahun yang lalu”

Siwon menatap Si Young, Siwon tau saat ini Si Young pasti sangat sedih mendengar kenyataan yang baru di ucapkan ahjumma itu, Si Young semakin menundukkan kepalanya yang tertutup upluk hoodienya.

“Lee Si Young, gwaenchana?? Sebaiknya kita pulang saja, kajja…” Siwon menggenggam tangan Si Young namun Si Young menepisnya pelan.

Siwon berjalan di belakang Si Young, dia bisa melihat dari langkah Si Young yang begitu berat, saat ini Si Young pasti benar2 sedih dan tidak bisa di ajak bicara. Siwon merasa aneh, melihat diri Si Young yang lain dari dirinya yang kemarin, yang begitu ceria, cerewet dan bahkan sangat polos, tapi Si Young yang di lihatnya saat ini adalah Si Young yang terlihat lebih pendiam, dewasa dan tertutup.

@Home

Si Young membenamkan wajahnya di atas selimut tempat dia tidur semalam, Siwon semakin bingung apa yang harus dia lakukan saat ini untuk menghibur Si Young.

Pukul 20.00 waktu Korea…

“Lee Si Young, irona….makan dulu, daritadi kau belum makan lagi” Siwon membawa makan di atas nampan untuk Si Young.

“Aku tidak lapar” sahut Si Young dari balik selimutnya.

“Ayolah, makan dulu walaupun kau sedang sedih kau tetap harus makan”

“Aku bilang aku tidak lapar, kau ke kamarmu saja sana, memangnya kau tidak ada yang mau di kerjakan??”

“Aissh,,wanita ini…Baiklah, terserah kau saja kalau kau tetap tidak mau makan, lagipula kau sendiri yang merasakannya, aku ke kamar dulu, ada tugas kuliah yang harus ku kerjakan” Siwon menyimpan nampan di atas meja dengan kesal dan masuk ke kamarnya.

Namun setelah setengah jam dia berada di kamarnya, dia tidak bisa serius mengerjakan tugasnya. Dia berkali-kali mengintip ke arah pintu, apakah Si Young masih tidur atau sudah bangun, karna daritadi Siwon tidak mendengar suara apapun di ruang tengah.

“Aissshh…wanita aneh itu benar2 merepotkan, kenapa sekarang jadi membuatku khawatir saja??” Siwon akhirnya beranjak juga, saat keluar dari kamar, dia melihat Si Young sedang duduk di dekat jendela dan menatap ke arah luar jendela dengan menopangkan dagunya di atas lututnya.

Karna Si Young yang tiba2 melihat ke arah Siwon, akhirnya Siwon pura2 masuk ke kamar mandi dengan salah tingkah.

“Hihihi….” Si Young tiba2 terkikik saat melihat Siwon keluar dari kamar mandi dan Siwon pun kebingungan apa yang sedang di tertawakan Si Young.

“Yaakk…kenapa sekarang kau bisa tertawa?? Apa yang kau tertawakan??” tanya Siwon gugup.

“Itu…hihihi…” sahut Si Young menunjuk ke arah bawah Siwon sambil terkekeh lagi.

“Omo…aaahh..Wonni-ah, kenapa kau bodoh sekali, sampai lupa mensleting celanamu, babo..babo…” Siwon dengan cepat mensleting celana jeans pendeknya yang ternyata belum di sleting dan kini wajahnya serasa memanas karna malu.

“Yakk,,kenapa gadis aneh itu bisa tertawa melihat hal seperti ini??? Cih, bukankah tadi dia sedang sedih dan murung?? Kenapa melihat seperti ini dia jadi bisa tertawa lagi??? Benar2 wanita aneh dan menyebalkan”  rutuk Siwon saat dia kembali masuk ke kamarnya.

“Siwon, apakah kau bisa mengajariku memasak?? Mulai saat ini aku tidak ingin menyusahkanmu lagi” Si Young masuk ke kamar Siwon tanpa permisi dari sang empunya kamar.

“Hei,,apa kau tidak pernah di ajarkan sopan santun?? Kalau masuk ke kamar orang lain itu harus ketuk pintu dulu, bagaimana kalau aku sedang ganti baju??”

“Kalau kau sedang ganti baju, kau pasti mengunci pintunya, kan?? Lagipula kamarmu terbuka dan tidak kunci, jadi untuk apa aku ketuk pintu dulu??”

“Aiishh..wanita ini sebenarnya seperti apa watak aslinya, kenapa bisa cepat2 berubah?? Sekarang sikap menyebalkannya mulai keluar lagi”

“Hei,,kau dengar ucapanku tidak?? Ayo ajarkan aku memasak, tadi aku sudah mencobanya tapi tetap tidak bisa dan malah membuat rumahmu berantakan”

“Ah,,bagus sekali kau ingat tentang hal itu, benar…aku belum sempat memarahami tentang hal itu, kau tau tadi aku yang membereskannya, pulang2 kau malah tidur lagi, huh….”

“Ia,,mian untuk masalah tadi sore, maka dari itu sekarang aku meminta padamu, ajari aku memasak, siapa tau nanti aku jadi lebih pintar darimu” Si Young memasang senyum evilnya.

“Ciih,,,belum apa2 sudah sombong, baiklah aku akan mengajarimu, tapi awas yah kalau kau tidak bisa2 juga, aku tidak akan pernah mau mengajarimu lagi, arasso??”

“Ne,,chef, hehehe…” Si Young memberi hormat pada Siwon dengan badan yang tegap.

“Gadis ini, jika sedang tertawa seperti itu cantik juga. Astaga, wonnie-ah, kau ini kenapa sih, kenapa jadi aneh begini” gumam Siwon dalam hatinya dan langsung menggeleng cepat.

“Apa yang sedang kau pikirkan??”

“Ne..?? Ah, anhio…ayo kita ke dapur sekarang”

Malam itu dengan serius Siwon mengajarkan Si Young memasak, hal pertama yang di ajarkan Siwon adalah cara membuat ramen.

“Setelah panci berisi air ini di taruh di sini, sekarang nyalakan kompornya seperti ini”

“Tunggu sampai airnya mendidih, lalu kau masukan mie nya dan juga bumbunya, lalu kau aduk”

***

“Kalau ingin membuat sayur, begini memotongnya”

“Begini??”

“Bukan begitu, sini mana tanganmu???” Siwon memeluk Si Young dari belakang, memegang tangan Si Young untuk memegang pisaunya dengan baik.

Deg…deg…

“Omo,,,,kenapa jantungku tiba2 berdetak kencang saat berdekatan sepeti ini dengannya?? Aaiiisshh,,wonnie-ah, sadarlah dia itu bukan manusia normal” Siwon lagi2 menghilangkan pikiran anehnya.

“Begini???”

“Ne..ayo teruskan, sampai sayurnya habis, sebentar aku ke dalam dulu”

Si Young memotong sayurnya dengan serius dan semangat, dan saking semangatnya tangannya teriris oleh pisau yang di pegangnya.

“Auuuww….”

“Lee Si Yung waegurae???? Yaakk..tanganmu berdarah….” Siwon yang mendengar jeritan Si Young langsung berlari menuju dapur dan saat melihat jari Si Young mengeluarkan darah cukup banyak, dengan sigap Siwon menarik tangan Si Young dan menghisap jarinya.

“Darahnya sudah ku hisap, apa masih sakit???” tanya Siwon yang terlihat cemas dan pandangannya beradu dengan Si Young.

“Astaga, gadis ini ternyata benar2 cantik sekali jika di lihat lebih dekat seperti ini??” entah apa yang menggerakan tubuh Siwon untuk lebih mendekati wajah Si Young, dia bisa merasakan nafas Si Young begitu jelas  dan dengan mata tertutup bibirnya hampir menyentuh bibir gadis yang ada di hadapannya itu.

Namun tiba2 Siwon tidak merasakan lagi deru nafas Si Young, lalu dia membuka matanya namun Si Young yang beberapa detik lalu ada di hadapannya kini hilang.

“Ke mana dia??” Siwon menengok kanan kirinya sampai dia tidak sengaja menginjak sesuatu.

“Aahh,,,,pantas saja sekarang sudah jam 12 malam ternyata dia berubah menjadi boneka lagi, aarrggghh….kenapa dia harus berubah di saat yang tidak tepat??? Jamkkaman,,, Wonnie-ah, kau sedang tidak berharap untuk bisa menciumnya kan???? Aiiissshh,,ada apa denganku ini” Siwon mengacak-ngacak rambutnya sendiri dan mengambil boneka yang tak lain itu adalah Si Young, menaruhnya di balik selimut Si Young.

***

Hari berganti, minggu berlalu, Siwon sudah terbiasa dengan kehadiran Si Young, ia seolah tau apa alasan Tuhan mengirimkan Si Young padanya, yaitu agar dia tidak kesepian seperti sebelumnya. Meskipun gadis itu selalu menyusahkannya, selalu membuat hal2 yang membuatnya kesal, tapi kepolosan dan keceriaan Si Young mampu membuat Siwon tertawa. Si Young semakin bisa melakukan pekerjaan rumah, memasak, mencuci baju dan piring dan menjemur pakaian. Siwon yang mengajarkan semuanya, pernah suatu hari saat Siwon mengajarkan Si Young mencuci baju, mereka akhirnya malah bermain air, saling menciprat-cipratkan air, dan saling menginjak kaki saat kaki mereka di celupkan ke dalam jolang besar. *orang2 korea kan kalo cuci baju di injek2 gitu n pke jolang gede, aneh kan yah, bknnya ngebersihin malah ngotorin tu mah, saking gmw pegelnya pke tgn x yah, wkwkwkwk..

Siyoung seperti sudah semakin terbiasa dengan kegiatan2 seperti itu, padahal sebelumnya saat dia belum di kutuk menjadi boneka, dia tidak pernah melakukan hal2 seperti itu.

Hari ini Si Young mencoba untuk keluar rumah saat Siwon sedang kuliah, dia melihat banyak sesuatu yang aneh yang belum dia lihat sebelumnya. Dia juga memetik bunga dan di tempelkan di telinganya dan berjalan menyusuri komplek. Saat dia melihat ada sebuah taman dan banyak anak kecil yang sedang bermain di sana, dengan rasa penasaran Si Young menghampiri anak2 kecil itu. Awalnya anak2 kecil itu aneh melihat penampilan Si Young, tapi karna Si Young bisa berbaur dengan anak2 kecil itu, akhirnya mereka mau bermain dengan Si Young, bahkan anak2 kecil itu tampak sudah akrab dengannya.

Saat hari mulai petang, anak2 kecil itu pamit pada Si Young untuk pulang dan Si Young pun berniat untuk kembali ke rumah Siwon, namun saat di tengah jalan, dia lupa jalan menuju rumah Siwon karna komplek itu terlalu banyak belokan2 dan gang2.

“Omo….kenapa tadi aku lupa menghafal jalannya??? Aigo,,ottheokhae?? Aku tidak hafal jalan menuju rumah Siwon, hari juga sudah gelap, tidak ada orang pula, Siwooonn, kau di mana?? Tolong aku, huhuhu…”

Siwon yang baru pulang dari kampus, mencari sosok Si Young di dalam rumah, namun dia tidak menemukan Si Young di manapun, Siwon mulai khawatir sampai akhirnya dia memutuskan untuk mencari Si Young keliling komplek. Setiap gang Siwon lewati dan mengintip ke setiap rumah, namun tetap tidak menemukan di mana Si Young, Siwon semakin panik takut kalau Si Young di culik, atau pergi ke suatu tempat yang tidak dia kenal.

“Lee Si Young, Si Young-ah, eodiga???? Si Young-ah..” Siwon berteriak memanggil nama2 Si Young, berharap gadis itu mendengar suaranya.

Satu jam dia berlari mengelilingi komplek sampai akhirnya dia melihat seorang gadis yang sedang jongkok dan membenamkan wajahnya ke dalam pelukan di kakinya. Siwon kenal cara gadis itu membenamkan wajahnya yang seperti itu, yah itu adalah kebiasaan yang sering di lakukan Si Young jika dia sedang bersedih atau ketakutan. Dengan perasaan lega, Siwon menghampiri Si Young dengan perlahan.

“Kau sedang apa di sana??” tanya Siwon lembut saat sudah di dekat Si Young.

“Siwon-ah…” Si Young yang melihat Siwon sedang berdiri di hadapannya langsung terperanjat riang dan memeluk Siwon.

“Siwon-ah, mianhae aku sudah tidak mendengar ucapanmu untuk menyuruhku jangan keluar rumah, tapi aku malah membandel dan tidak menghiraukan ucapanmu. Tadi aku bosan sekali di rumah, jadi aku ingin keluar rumah untuk sekedar melihat dunia luar lagi, tapi aku bodoh tidak menghafal jalan pulangnya, huhu..mianhaeyo Siwon-ah, aku mohon jangan marah padaku, eoh??” Si Young memeluk Siwon erat, seperti anak kecil yang terlepas dari eommanya dan akhirnya bisa menemukan eommanya lagi.

“Sudahlah, jangan menangis lagi, aku tidak akan memarahimu, tapi mulai sat ini kau harus menuruti ucapanku, jangan sekali-kali keluar rumah lagi, kau tidak mengenal orang2 di sini jadi aku tidak ingin terjadi sesuatu denganmu, arasso??” Siwon memegang kedua pipi Si Young dan mengarahkan wajah Si Young kehadapannya.

“Ne,,,aku janji ini adalah yang pertama dan terakhir aku keluar rumah sendirian” Si Young menyunggingkan seulas senyumannya pada Siwon dan Siwon membalasnya sambil mengacak-ngacak rambut Si Young.

“Ya sudah sekarang kita pulang sudah malam, kajja…” Siwon menggenggam tangan Si Young.

“Siwon-ah…”

“Ehm..??”

“Kapan2 apakah kau mau mengajakku jalan2 keluar rumah?? Aku benar2 merindukan dunia luar, setelah di kutuk menjadi boneka selama 22 tahun ini, aku tidak pernah tau lagi seperti apa dunia luar itu, makannya tadi aku sangat senang sekali ketika aku ikut bermain dengan anak2 kecil di taman”

“Kau bermain dengan anak2 kecil??”

“Eoh,,aku senang bisa bermain bersama mereka, mereka bahkan bisa langsung akrab denganku, hehehe..”

“Baiklah, aku janji, kapan2 aku akan membawamu jalan2 keluar, eoh??”

“Jinja?? Omo,,gomawo Siwon-ah, ternyata semakin ke sini kau semakin menyenangkan, selain tampan ternyata kau juga sangat baik, hehehe..”

“Benarkah?? Di matamu aku menyenangkan?? Si Young-ah, kenapa sekarang aku semakin nyaman bersamamu?? Bahkan saat aku kuliah pun, rasanya aku ingin cepat2 pulang ke rumah dan melihatmu, meskipun kau kadang bertingkah konyol tapi itu sanggup menghilangkan segala kepenatanku. Si Young-ah, jika aku tau apa syarat yang mampu mengembalikanmu menjadi manusia normal lagi selamanya, maka aku rela untuk melakukannya supaya kau benar2 bisa hidup normal lagi dan setidaknya aku bisa membuatmu bahagia untuk selamanya”

“Siwon-ah, aku sudah hafal kalau sampai jalan ini, sekarang bagaimana kalau kita balap lari, siapa yang duluan sampai ke rumah, dia harus menyiapkan makan malam, otthae??” tanya Si Young mengambil kuda2 untuk bersiap lari.

“Baik, ayo muali…” Siwon dan Si Young pun lari sekencang-kencangnya, namun akhirnya Si Young yang menang, sebenarnya Siwon sengaja melambatkan laju larinya karna dia ingin membuat Si Young senang jika dia menang.

“Yeeee..aku yang menang, jadi malam ini kau harus membuatkan aku makan malam, eoh?? Ye..ye…malam ini aku bebas tugas dari membuat makan malam, hiihihi..” Si Young melompat-lompat riang saat masuk ke dalam rumah dan Siwon hanya tersenyum melihat tingkah Si Young.

***

Siwon selesai menyiapkan makan malam untuknya dan juga Si Young, setelah melahap habis makanannya, Si Young pun langsung membaringkan tubuhnya yang kekenyangan, alhasil dia pun jadi tertidur. Siwon memasangkan selimut ke tubuh Si Young yang ternyata sudah tertidur pulas.

“Si Young-ah, seandainya kau tidak akan pernah bisa menjadi manusia normal lagi, aku tetap ingin kau selalu ada di sisiku, aku akan tetap menjagamu dan tidak akan pernah membuangmu, karna aku yakin kau memang untukku, buktinya hanya aku yang bisa menemukanmu, aku mohon Si Young-ah, tetaplah berada di sisiku, meskipun harus seperti ini setiap hari” Siwon menatap Si Young lekat dan menyisirkan poni Si Young.

1 minggu  kemudian…

“Permisi…apa ada orang di rumah?? Annyeong haseyo…” sahut seseorang dari luar rumah Siwon.

“Omo,,ada yang datang?? Hmm,,tapi Siwon  bilang aku tidak boleh menerima tamu, siapaun itu, tapi bagaimana kalau itu temannya Siwon??? Ah,,,otthoekhajyo??” Si Young tampak kebingungan saat ada seseorang yang mengunjungi rumah Siwon.

“Ne….duguya??” setelah berfikir panjang, akhirnya Si Young membuka pintu rumah dan melihat ternyata ada seorang namja di luar sana.

“Duguya???” tanya Si Young untuk yang kedua kalinya.

“Omoo….siapa gadis ini, meskipun dandanannya sangat aneh, tapi dia cantik sekali. Apakah dia adiknya Siwon??? kenapa dia tidak pernah cerita kalau punya adik secantik ini?? Hmmm,,sepertinya Siwon tidak ada di rumah, kalau begitu aku bisa bermain-main dengan wanita ini, hihihi…” sahut namja itu dengan senyum aneh.

“Ah,,kenalkan namaku Lee Donghae, aku temannya Siwon, dulu Siwon pernah memberikanku alamat rumah barunya, tapi waktu itu aku belum sempat datang ke sini dan baru hari ini aku sempat datang ke sini, apakah Siwon ada di rumah???”

“Ne..?? Ah,,dia sedang kuliah, mungkin pulangnya nanti sore, jadi kau bisa datang lagi ke sini nanti sore”

“Ah,,jamkkaman,  aku datang dari Jeju, jadi kalau aku ke sini lagi pasti lama, apakah aku boleh menunggu Siwon di dalam saja??”

“Ne..??? Ehm,,keundae…”

“Kau jangan takut, aku tidak akan macam2, lagipula aku ini teman dekatnya Siwon bahkan sudah seperti hyungnya sendiri, hehe…”namja yang ternyata bernama Donghae itu pun masuk ke rumah Siwon sebelum Si Young menyuruhnya masuk.

Tanpa ada rasa curiga ataupun takut, Si Young akhirnya menjamu Donghae, memberikan air minum untuk Donghae.

“Ini minumnya, kau boleh duduk di sana kalau kau mau menunggu, aku mau ke dapur dulu menyiapkan makan untuk Siwon”

“Ah, jamkkaman, kalau aku boleh tau, kau siapanya Siwon?? Sepertinya aku baru melihatmu?? Apakah kau..yeojachingunya??” tanya Donghae hati2.

“Ah,,anhio, aku….aku…sepupunya yang baru di ketahui identitasnya (?), hehe…”

“Oh, begitu…”

“Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu…”

“Ah,,ye…silahkan”

Setelah duduk manis di ruang tengah selama 20 menit, Donghae pun berniat melihat Si Young di dapur. Saat dia tiba di dapur, dia melihat Si Young yang sedang mengiris sayuran, rambutnya di ikat tinggi sampai lehernya yang putih dan mulus itu terlihat sangat seksi di mata Donghae.

“Ah,,Donghae-ssi, kau mau apa ke sini???” tanya Si Young heran.

“Ehmmm,,anhi, aku hanya bosan saja di dalam sana, jadi aku ingin melihatmu memasak saja, hehe…”

“Ttaappii…”

“Kau jangan takut, aku tidak akan melakukan apapun ko, kau lanjutkan saja memotong sayurnya”

“Ehmm,,ne…”

Donghae yang melihat lagi leher Si Young yang putih nan mulus itu, semakin tergoda untuk mendekati gadis itu.

“Donghae-ssi, apa yang kau lakukan?? Aku mohon jangan mendekat lagi” Si Young mulai ketakutan karna Donghae semakin mendekat ke arahnya dengan tatapan seperti orang yang siap untuk menerkamnya.

“Tenanglah gadis cantik, aku hanya ingin bermain-main sebentar denganmu, hehehe…”

“Anhi Donghae-ssi, jangan mendekat lagi, atau….” Si Young melangkah mundur mencoba menghindari langkah Donghae yang semakin mendekat padanya sambil menunjukkan pisau yang di pegangnya ke arah Donghae.

“Atau apa gadis cantik, kau akan menusukku dengan pisau itu?? Coba saja kalau berani, hehehe..”

“Donghae-ssi, aku tidak main2, aku serius dengan ucapanku, aku mohon menjauh dariku sekarang juga” suara Si Young bergetar, dia benar2 mulai ketakutan.

“Ayolah gadis cantik, hanya sebentaaaar saja, setelah itu aku akan pergi, eoh??”

BRUK…

Si Young yang tidak melihat di belakangnya ada meja, tidak sengaja menubruknya dan terjatuh.

“Anhi,,Donghae-ssi, aku mohon jangan mendekat lagi”

“Hei,,,semakin kau ketakutan, aku semakin tergoda olehmu” Donghae mendekap Si Young namun sebelum dia melakukan aksi kotornya, tiba2 Siwon datang.

“LEE DONGHAE…..APA YANG SEDANHG KAU LAKUKAN????” Siwon berteriak dan menarik tubuh Donghae dari Si Young.

Bug…Bug….Bug…

“Kau berani menyentuhnya, berarti kau sedang INGIN MATI DI TANGANKU”

“Yak,,,Wonnie-ah, ada apa denganmu?? Kenapa kau bisa semarah ini padaku?? Memangnya siapa dia??” Donghae tetap berusaha untuk berbicara dengan Siwon meskipun Siwon tidak menghentikan tinju pada wajahnya.

“Kau tidak perlu tau dia siapa, yang jelas kau jangan pernah berani menyentuhnya lagi, ARASSO??? DENGAR ITU….”

BUG….

Tinju Siwon yang terakhir mampu meluluhlantahkan Donghae, dia terkapar dan bersimbahdarah dari mulutnya. Di sudut dapur, Si Young sedang menangis ketakutan dan seperti biasa memeluk kedua kakinya dan membenamkan wajahnya ke dalamnya.

“Si Young-ah, gwaenchana???” Siwon langsung memeluk Si Young yang semakin terisak.

“Jangan menangis lagi, aku sudah ada di sini, kau jangan takut, eoh??” Siwon memeluk Si Young dan mengelus rambutnya lembut, membawa Si Young menuju kamarnya.

“Kau tidur di sini saja, aku mau membereskan pria brengsek itu dulu” Siwon membaringkan Si Young di kasurnya.

“Jangan, aku mohon jangan pergi, aku takut Siwon-ah…i” Si Young menarik tangan Siwon.

“Si Young-ah, selama ada aku, kau akan baik2 saja, kau jangan takut, aku pasti kembali lagi, aku hanya ingin membuang pria brengsek itu keluar, eoh?? Kau berbaringlah, nanti aku kembali”

Si Young tidak menjawab, dia hanya mengangguk pelan dan masih menangis ketakutan.

“Pria bajingan, sekarang keluar dari rumahku, aku tidak sudi melihatmu lagi” Siwon mengangkat tubuh Donghae yang sudah lemas, menariknya dan melemparnya ke luar.

“Awas kalau kau berani datang lagi ke sini, kau bukan hanya aku buat luluhlantah, tapi akan ku habisi langsung, arasso??” Donghae hanya mampu melihat Siwon samar2 karna tubuhnya sudah sangat lemas.

————————–

Saat Siwon kembali ke dalam rumah dan masuk ke kamarnya, dia melihat Si Young sudah tertidur dalam keadaan memeluk kakinya. Siwon merentangkan kaki Si Young, menyelimuti gadis itu dan membenarkan posisi tidurnya.

“Wonnie-ah, jangan pergi, aku mohon jangan pernah tinggalkan aku” Siwon melangkah keluar, namun langkahnya terhenti saat mendengar ucapan Si Young dan saat dia menoleh, ternyata mata Si Young masih terpejam,

“Gadis itu, apakah dia begitu takut di tinggal olehku?? Sampai mengigau seperti itu???”

Keesokan harinya….

“Whoaaammm…..” Si Young sudah bangun lebih pagi dari Siwon.

Si Young merasa badannya terasa pegal, namun sudah lebih segar dan meskipun matanya terasa semakin sipit karna sembab, Si Young nampaknya pagi ini benar2 sudah merasa baikan daripada semalam. Saat Si Young akan bangun dan turun dari kasur, dia melihat ada Siwon yang ternyata tidur di lantai dan beralaskan selimut yang biasa dia pakai.

“Siwon-ah, irona…Siwon-ah….” Si Young menggelitiki hidung Siwon dengan jarinya, sontak Siwon pun kegelian dan langsung membuka kedua matanya.

“Yaakk,,,Si Young-ah, apa yang kau lakukan??”

“Aku sedang mencoba membangunkanmu, ayo cepat sudah jam 9, bukankah kau harus kuliah agak pagi hari ini??” jawab Si Young membuka gorden jendela kamar Siwon.

“Aahh,,,,tunggu 10 menit lagi, nanti aku bangun” sahut Siwon membenamkan tubuhnya lagi di balik selimut.

“Jamkkaman, sekarang sudah jam 9 pagi?? Yakk,, Si Young-ah, bukankah kau????” Siwon yang tadi malas untuk bangun, akhirnya terperanjat dan sudah mengumpulkan nyawanya sepenuhnya.

“Mwo??” Si Young menatap heran ke arah Siwon, namun saat dia sadar dengan ucapan Siwon barusan, mereka berdua pun saling menatap.

“Aku bangun sebelum jam 12 siang???” tanya Si Young sedikit berteriak.

“Benar, bukankah seharusnya kau bangun jam 12 siang?? Tapi…..” Siwon pun menatap bingung pada Si Young.

“Apakah mungkin kutukanku sudah hilang??? Lalu apa syarat yang bisa membuat kutukanku itu hilang??”

“Apakah mungkin karna kejadian semalam?? Saat kau akan di …..oleh Donghae???” tanya Siwon tanpa mengucapkan secara detail ucapannya.

“Apa mungkin itu syaratnya?? Aku,,,di nodai oleh pria???? Anhi, itu tidak mungkin, jamkkaman, semalam saat kau keluar, aku tiba2 tertidur karna lelah, dan aku tidak tau lagi apa yang terjadi setelah itu, Siwon-ah apakah terjadi sesuatu setelah itu??”

Tanpa menjawab pertanyaan Si Young, Siwon mengingat kembali kejadian yang terjadi semalam.

Flashback….

“Wonnie-ah, jangan pergi, aku mohon jangan pernah tinggalkan aku”

“Gadis itu, apakah dia begitu takut di tinggal olehku?? Sampai mengigau seperti itu???”

“Si Young-ah, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku akan selalu berada di sisimu, menjagamu dan melindungimu dari orang-orang yang akan mencelakaimu, karna aku mencintaimu Si Young-ah, aku mencintaimu…”

Siwon mendekatkan wajahnya pada Si Young yang sudah tertidur pulas, mencium bibir gadis itu dengan lembut sebelum gadis itu berubah menjadi boneka lagi jam 12 nanti.

“Saranghae Si Young-ah, nomu saranghae…”

End of Flashback…

“Jadi, maksudmu, semalam kau??” tanya Si Young kaget.

“Ne,,,mianhaeyo, aku..aku tidak sengaja melakukannya” sahut Siwon polos.

“MWOYA??? Kau bilang tidak sengaja?? Mana ada orang yang melakukan hal seperti itu tidak di sengaja, bilang saja kalau kau mencuri kesempatan di dalam kesempitan, sini kau, biar ku beri pelajaran, kau sudah mencuri first kiss ku, yaakk..kemari kau” Si Young mengejar-ngejar Siwon dan membawa bantal,  berkali-kali bantal itu di lemparkan ke arah Siwon namun Siwon selalu bisa menghindarinya.

“Hahahaha,,mau lari ke mana kau sekarang?? Kau tidak ada tempat untuk lari lagi, kali ini kau akan mati di tanganku, hihhihi…” Si Young memandang Siwon dengan wajah evilnya dan memegang bantal di tangannya yang siap di lempar tepat di wajah Siwon, namun saat dia akan melangkah, kakinya tiba2 terpeleset dan jatuh tepat menimpa tubuh Siwon, alhasil wajah mereka pun saling beradu dan Siwon mengambil kesempatan itu untuk memeluk Si Young.

“Yaakk,,lepaskan aku, jangan mencari kesempatan lagi, atau kau akan benar2 mati di tanganku, arasso??” Si Young meronta dari pelukan Siwon, namun pelukan Siwon lebih erat daripada tenaganya yang berkali-kali meronta mencoba melepaskan tubuhnya dari pelukan Siwon.

“Si Young-ah, aku tidak akan pernah melepaskanmu sampai kapanpun, sekarang aku percaya kalau Tuhan ternyata sudah mentakdirkanmu untukku, karna pada kenyataannya, aku lah yang sudah menemukanmu dan sekarang aku juga yang sudah berhasil menghilangkan kutukanmu itu, jadi aku mohon hiduplah selamanya bersamaku, serahkan hati dan hidupmu hanya untukku, karna aku benar-benar mencintaimu Si Young-ah”

“Siwon-ah…”

Tanpa menunggu jawaban dari Si Young, Siwon kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Si Young, dia mengulang kejadian semalam, mencium bibir Si Young dengan lembut, tapi kali ini Si Young membalas ciuman Siwon hingga mereka saling menikmati ciuman mereka dalam posisi tubuh Si Young masih menimpa dada bidang Siwon.

***

“Siwon-ah, apakah aku boleh mengatakan sesuatu??”

“Eoh,,,katakanlah…”

“Sebenarnya aku juga sudah mencintaimu sejak pertama kali kau menemukanku saat aku tersesat waktu itu, aku benar2 takut sendirian, tapi aku sangat bahagia saat melihat wajahmu lagi, dan kau berhasil menemukanku, terima kasih Siwon-ah, kau selalu menjadi penyelamat hidupku”

“Ne,,choenmaneyo Si Young-ah, aku melakukan semua itu karna aku juga mencintaimu, jadi kau jangan pernah takut aku akan meninggalkanmu, eoh??”

“Ne….aku percaya padamu, Siwon-ah, saranghae…”

“Nado saranghae Si Young-ah. Terima kasih sudah hadir dalam hidupku, meskipun dulu kau sebuah boneka, tapi aku senang karna sekarang kau sudah berubah menjadi manusia normal yang bisa aku sentuh dan aku cium kapanpun aku mau, hehe..”

“Yaaakkkk…Siwon-aaaaah, jaga ucapanmu”

“Hehehe…..ayo kejar aku chagi, hahaha…”

“Tunggu kau, kali ini aku pasti berhasil menangkapmu”

Siwon dan Si Young berjalan menyusuri jalan yang di sampingnya di tanam pohon sakura buatan, sambil bergenggaman tangan mereka tampak bahagia, sesuai janji Siwon, dia akan mengajak Si Young jalan-jalan ke luar untuk melihat dunia baru yang belum dia lihat sebelumnya. Siwon benar-benar bersyukur karna ternyata kepindahannya ke kontrakan barunya saat itu, akan mempertemukannya dengan takdirnya, Lee Si Young gadis yang di kutuk menjadi boneka, berhasil meluluhkan hati seorang Choi Siwon.

~ Happy Ending ~

Annyeong….gimanakah FF author pertama yang ber-genre Fantasy nya??? Apapun deh komentar kalian, yang penting jangan BASHING yah,,,kalo mu ngasih kritik dan saran masih bisa di terima sama author selama itu membangun, tapi kalau komentar yang BASHING, adduuuhhh,,jangan dong, soalnya author cinta damai, jadi mending kita hidup damai aja yah, hehe…Bener2 mohon banget RCL nya, kalo ternyata bagus, mungkin kapa2n mau bikin lagi FF genre fantasy yang lebih seru dan ini, hehe..Kamshamnida….^^ *author bungkuk2

5 responses to “My Girlfriend is a Doll {One Shoot}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s