Ending – My Dearest Mom [Sequel of My Sweetest One]


Author : r13eonnie 강 하이에나 a.k.a Pinky Girl ♚

Main Cast :

– Kim Kibum

– Jessica Jung

– Kim Yoo Bin

– Jung Nicole

– Jinwoon

Support Cast : Find it by yourself ♡

Genre : Family, Life, Romance  ♫

Rating : R / PG 17 ♣

Type : ? ◊

Poster by Little Fairy

Disclaimer : Pemainnya milik Tuhan semata, author cuma pinjem doang, plotnya milik saya, cuma ada scene yang terinspirasi sama salah satu film India Kabhi Khusi Kabhi Gum, hihihi….;D

“Ya sudah kalau kau tidak bisa menjawabnya, aku tidak akan memaksamu. Baiklah, sudah malam aku pulang dulu, kau hati-hati yah” ucap Jinwoon mengusap lembut rambut Nicole.

Namun belum Jinwoon melangkah, Nicole sudah menahan tangannya.

“Detak jantungku berdegup tidak normal setiap  kali melihat senyummu, setiap di dekatmu, setiap kau menyentuhku dan aku merasakan diriku seperti melayang saat kau…menciumku. Jinwoon-ah, apakah aku sedang jatuh cinta padamu?? Aku selalu senang setiap kali melihatmu, aku bahkan selalu ingin bertemu denganmu, aku ingin melihat senyummu, aku ingin mendengar suaramu. Terlebih lagi, aku takut kehilanganmu saat Yoo Bin bilang ingin merebutmu dariku…” ucap Nicole panjang lebar dan pada saat kata terakhirnya dia memelankan suaranya.

“Hahahaha..Nicole-ssi, apakah sekarang kau sedang cemburu pada Yoo Bin??” Jinwoon tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Nicole yang polos, bahkan terlalu polos.

“Yak, kenapa kau tertawa?? Isshh,,ternyata sifat menyebalkanmu kumat lagi, aku benci. Sudah ah aku tidak mau bicara lagi” umpat Nicole mengerucutkan bibirnya dan berbalik dari Jinwoon. Namun dengan cepat Jinwoon menarik tangan Nicole dan menjatuhkan tubuh Nicole ke dalam pelukannya.

“Maafkan aku, aku bukan bermaksud menertawakanmu. Terima kasih, terima kasih kalau ternyata kau merasakan semua itu padaku, bahkan kau sampai takut Yoo Bin merebutku darimu. Tapi aku mohon, jangan pernah kau terpengaruh oleh ucapan Yoo Bin atau ucapan siapapun, kau cukup mendengar ucapanku saja kalau mulai saat ini, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku akan selalu ada di sisimu dan aku akan selalu mencintaimu, eoh??” Jinwoon masih memeluk Nicole, mengusap lembut rambutnya.

“Jinwoon-ah…” sahut Nicole pelan.

“Apa kau mau percaya ucapanku??” Jinwoon melepaskan pelukannya, menatap mata Nicole dalam.

“Ehm…aku percaya, tapi kalau kau mengingkarinya, apa aku boleh memukulmu??” tanya Nicole polos.

“Tentu, kau boleh memukulku bahkan kau boleh membunuhku, hehe…” goda Jinwoon.

“Anhio, kalau aku membunuhmu, aku tidak akan pernah bisa merasakan pelukanmu lagi yang seperti ini, hehehe..”

“Omo..jadi kau ingin aku memelukmu terus seperti ini, eoh??”

“Ehm, hehe…” Nicole mengangguk.

“Baiklah, kalau begitu kau harus mau menjadi istriku supaya aku bisa memelukmu terus seperti ini kapan pun kau mau, otthae??” tanya Jinwoon sambil memeluk Nicole erat.

“Yak, kenapa kau sudah membicarakan hal itu lagi, aku kan malu” Nicole memukul pelan punggung Jinwoon.

“Wae?? Lambat laun aku akan melamarmu, jadi kau harus bersiap untuk itu”

“Isshh..sudah ah, kau membuat wajahku memerah, ara?” Nicole melepaskan pelukan Jinwoon dan memegang kedua pipinya yang memerah.

“Aigo…begitu saja sudah bisa membuat mukamu merah, hehe..Tapi kau tidak usah malu, mukamu mau merah, biru atau apapun, di mataku kau akan tetap terlihat cantik”

“Aaahh,,berisik kau pasti sedang menggombal, aku benci pria gombal”

“Siapa bilang aku menggombal?? Aku serius, Nicole-ah aku SERIUS, ara??” ucap Jinwoon agak berteriak.

“Ia..ia terserah kau saja, sudah cepat sana pulang, sudah malam, besok kau kesiangan bangun lagi” Nicole mendorong punggung Jinwoon sampai ke depan pintu.

“Baiklah, aku pulang. Jamkkaman, apa kau mau aku memelukmu lagi sebelum aku pulang??” goda Jinwoon membalikkan badannya lagi pada Nicole yang ada di belakangnya.

“No thanks…Sudah cepat sana pulang, aku mau tidur. Jalja Jinwoon-ah…” Nicole melambai-lambai pada Jinwoon.

“Baiklah, chagia aku pulang dulu yah, dadah..Mwuah…” Jinwoon mengecup kening Nicole singkat dan lari secepat kilat sebelum yeoja itu mendaratkan pukulan padanya.

“Yaakk,,,nappeun namja” umpat Nicole pada Jinwoon yang sudah menghilang dari pandangannya.

***

“Menantuku, kau ini makannya banyak sekali belakangan ini?? Kau sedang sakit??” tanya eomma Key pada Jessica saat mereka sarapan setelah Key dan Yoo Bin pergi.

“Sakit?? Eommanim, kalau aku sedang sakit justru aku tidak akan mungkin bisa makan banyak, aku malah tidak akan nafsu makan. Memangnya kenapa kalau aku makan banyak?? Mungkin memang aku sedang enak makan” ucap Jessica tanpa menghentikkan aktifitasnya memasukkan beberapa makanan ke dalam mulutnya yang sudah penuh.

“Tapi…kau benar-benar tidak biasanya seperti ini. Omo….menantuku, kapan kau terakhir kali datang bulan??” tanya eomma Key penasaran.

“Datang bulan?? Seingatku sekitar 6 minggu  yang lalu eommanim, entahlah aku lupa, memangnya kenapa???” Jessica mengernyitkan keningnya.

“Apa belakangan ini kau sering mual atau pusing??” tanya eomma Key lagi.

“Mual sih tidak, tapi pusing ia eommanim, aku sering tiba-tiba pusing. Tapi, eommanim memangnya kenapa sih? Kenapa kau bertanya hal yang aneh-aneh itu??”

“Omo, Jess, sebaiknya kau harus cepat ke dokter untuk memeriksakan dirimu. Sepertinya kau sedang mengandung adik Yoo Bin” ucap eomma Key riang.

“Cheongmal??? Jadi maksud eommanim, semua itu ciri-ciri orang hamil??” tanya Jessica terkejut.

“Ehm…itu ciri-ciri orang hamil dan kau juga terakhir datang bulan 6 minggu yang lalu, kan?? Aigo..eomma akan mempunyai cucu lagi dari Key, terima kasih Jess….” eomma Key memeluk Jessica.

“Eommanim, tapi kita belum tau pasti. Baiklah bagaimana kalau kita sekarang ke Dokter, jika benar aku hamil, aku ingin memberikan kejutan pada Key, otthae??”

“Ehm,,baiklah, kajja….”

Akhirnya Jessica dan eomma Key pergi ke Dokter saat itu juga. Setelah menunggu hasil LAB nya selama setengah jam, Dokter pun memberikan hasilnya.

“Selamat Nyonya anda akan menjadi seorang Ibu lagi, kandungan anda sekarang sudah berusia 1 bulan” ucap Dokter yang memeriksa Jessica.

“Benarkah?? Dokter aku hamil 1 bulan?? Tapi tunggu, aku terakhir melakukan itu dengan suamiku, sekitar 3 minggu yang lalu. Jadi, saat aku melakukannya, aku sedang hamil?? Omo, kenapa aku bisa ceroboh. Dokter lalu bagaimana apakah itu tidak akan apa-apa??” tanya Jessica cemas.

“Sebenarnya memang tidak boleh, tapi setelah itu anda tidak melakukannya lagi, kan??”

“Tidak Dokter…”

“Kalau begitu bayi anda aman dan mulai sekarang anda dan suami anda harus menjaga bayi kalian dengan baik agar kandungan anda selalu sehat”

“Baik Dokter, terima kasih..”

“Ne, sama-sama Nyonya”

“Dokter terima kasih yah, omo aku akan menjadi seorang nenek lagi, hehe….” ucap eomma Key senang.

“Ne, sekali lagi selamat”

@Key’s house at night

“Sayang…kalau kita memberikan adik untuk Yoo Bin saja bagaimana?? Sepertinya Yoo Bin akan senang” ucap Jessica menghampiri Key yang seperti biasa membaca buku di kasur sebelum tidur.

“Adik untuk Yoo Bin?? Sayang, apakah sekarang kau sedang mengajakku untuk…” tanya Key memiringkan kepalanya.

“Anhia, bukan itu maksudku. Ah, sudahlah aku memang tidak pandai untuk memberikan kejutan padamu. Sayang, hari ini aku ke Dokter bersama eomma mu dan kau tau untuk apa aku ke Dokter?”

“Untuk apa?? Kau mengantar eomma ku ke Rumah Sakit?? Memang eomma sakit apa??”

“Yak,,bukan aku yang mengantar eomma tapi eomma yang mengantarku. Sudahlah pusing bicara berputar-putar denganmu. Ini, hasil dari LAB ku tadi dari Dokter” Jessica memberikan  amplop putih pada Key.

“Sayang, jadi kau….Kau HAMIL????” tanya Key kaget setelah membaca hasil LAB Jessica.

“Ehm…aku sedang mengandung adik Yoo Bin sekarang, hehe…Otthae, apa kau senang??” tanya Jessica mengelus-ngelus perutnya.

“Ehm, tentu saja aku senang. Aku akan menjadi seorang appa lagi, omo aku tidak percaya ternyata aku ini pandai juga menanam benih di ladangmu yah, hihi….”

“Ehm, tapi mulai sekarang kau harus menahan dirimu dulu, karna selama aku mengandung, kau tidak boleh menyentuhku, ara??”

“Eyyy…aku masih bisa menyentuhmu, kan?? Walaupun tidak bisa sepenuhnya, hehehe…”

“Hah, sudahlah, pokonya aku mau menjaga bayiku baik-baik, ini adalah adik Yoo Bin dan Yoo Bin pasti senang mendengarnya”

“Oya, apa kau sudah memberitau Yoo Bin tentang hal ini??”

“Belum, aku berencana akan memberitahunya besok”

“Yah, aku juga yakin dia pasti akan senang, apalagi Yoo Bin sangat mengharapkan adik namja, semoga anak kita ini adalah namja. Omo, annyeong anakku, ini appa sayang. Hei, kau namja atau yeoja??? Kalau appa boleh meminta, kau harus tumbuh menjadi janin namja, eoh?? Biar appa ada teman, hehe…Tumbuh dengan baik di perut eomma mu yah, jangan nakal dan jangan membuat eomma mu sakit, arasso??” ucap Key mengusap-ngusap perut Jessica dan sesekali menciumnya.

“Dia tidak akan membuatku kesakitan, dia pasti anak baik” ucap Jessica mengelus perutnya lagi dengan lembut.

“Jess, terima kasih, kau sudah menyempurnakan hidupku. Kau, Yoo Bin dan bayi yang ada dalam perutmu adalah harta terindah yang aku punya dan aku tidak akan pernah menyia-nyiakan kalian. Dan oya, tentu saja eomma dan orang tuamu juga harta terindah untukku. Gomawo Jess, teruslah hidup dengan baik bersamaku, sampai ajal yang akan memisahkan kita, eoh??” Key memeluk Jessica dan mencium puncak kepala istri tercintanya itu berkali-kali.

“Ehm,,sama-sama sayang, aku juga ingin berterima kasih padamu, karna dulu kau sudah mau menjadikanku istrimu dan memberikan aku kesempatan untuk menjadi eomma dari anak kita. Aku benar-benar bahagia dan aku tidak pernah merasakan kebahagiaan yang seperti ini sebelumnya, sebelum aku bertemu denganmu dan sekarang menjadi istrimu”

“Ne dan aku janji Jess, aku akan selalu menjadi suami yang terbaik untukmu dan juga menjadi appa yang baik untuk anak-anak kita”

“Ne, aku juga akan menjaga dan merawat Yoo Bin dengan segenap jiwaku dan aku juga akan menjaga calon bayi kita dengan sangat baik, sampai nanti dia akan terlahir dengan selamat ke dunia ini, sayang kau dengar janji eomma, kan??” Jessica berbicara pada perut yang berisi janinnya dengan Key.

“Ya sudah, kalau begitu mulai sekarang kau jangan terlalu lelah, bukankah sekarang sudah ada eomma, jadi kau tidak boleh terlalu cape mengurus dapur dan rumah, arasso?? Biar eomma yang menyuruh pembantu kita untuk mengerjakan pekerjaan rumah, pokonya aku tidak mau kau menyentuh pekerjaan rumah” ancam Key.

“Tapi sesekali aku masih boleh memasak atau mengerjakan sesuatu, kan?? Aku bisa mati karna bosan kalau hanya berdiam diri terus, eoh??” ucap Jessica manja.

“Kau boleh kalau hanya sesekali melakukannya tapi tidak boleh sering. Sudah tidak ada tawar menawar lagi, sekarang kita tidur dan besok kita berikan berita bahagia ini pada Yoo Bin, ehm??” Key melepas kacamatanya dan membaringkan tubuhnya di kasur sambil memeluk Jessica.

“Ehm…aku jadi tidak sabar ingin melihat wajah bahagia Yoo Bin mendengar berita ini, hehe…”

“Selamat malam sayang, selamat  malam anak appa” ucap Key memejamkan matanya.

“Selamat malam suamiku, selamat malam appa” sahut Jessica.

Keesokan harinya….

Pagi ini Mason sudah bertandang ke rumah Yoo Bin untuk seperti biasa pergi sekolah bersama. Mason sudah di sambut oleh eomma Key dan sekarang dia sudah duduk manis di ruang tamu menunggu sang Putri cantik yaitu Yoo Binnya itu keluar dari kamarnya.

“Morning aunt Jess….” sapa Mason pada Jessica yang keluar dari kamar Yoo Bin bersama putrinya itu.

“Morning Mason, aigo..kau tampan sekali hari ini…”

“Thank you aunt…Tante juga terlihat segar dan cantik pagi ini” jawab Mason.

“Omo,,,kau ini kecil-kecil sudah bisa memuji orang dewasa, hehe..” seru Jessica tersipu.

“Mason, jangan memuji eommaku, dia hanya boleh di puji oleh appa ku dan kau hanya boleh memujiku, arasso???” ucap Yoo Bin dingin.

“Hehe..ne, Yoo Bin-ah, tenang saja, kau tetap yang paling cantik di mataku, hehehe..” jawab Mason.

“Omo..omo….kalian ini, kecil-kecil sudah seperti ini?? Aigo, aku tidak bisa membayangkan kalau sudah besar mereka akan jadi seperti apa, ckckckckck….” Jessica menggelengkan kepalanya.

“Tentu saja Yoo Bin sudah besar akan menjadi seperti eomma nya, masih kecil saja sudah sangat mirip apalagi kalau sudah besar, haha….” sahut Key yang baru keluar dari kamarnya dan sudah rapi.

“Isshh..lagi-lagi kau bilang seperti itu. Hah, sudahlah, oya Mason, ayo kita sarapan dulu, hari ini nenek Yoo Bin memasak enak untuk kita, kajja…” ajak Jessica pada Mason.

“Ne, tante…”

Pagi itu Mason juga seperti biasanya sarapan di rumah Jessica, sebenarnya eomma Mason sering melarangnya karna dia tidak mau merepotkan Jessica, tapi Jessica berhasil meyakinkannya kalau dia senang jika Mason juga ikut sarapan bersama mereka.

“Yoo Bin-ah, eomma mau berbicara sesuatu padamu” ucap Jessica saat mereka sudah mulai menyantap sarapannya.

“Berbicara apa eomma?” tanya Yoo Bin yang mulutnya penuh dengan roti.

“Kalau eomma memberikan adik untukmu, kau akan senang tidak??”

“Adik??? Wae?? Eomma, apa sekarang kau sedang mengandung adikku??” tanya Yoo Bin riang.

“Aigo…kenapa kau bisa langsung menebak?? Padahal eomma mau memberikanmu kejutan, hah..ternyata aku ini benar-benar tidak pandai memberi kejutan” Jessica mengerucutkan bibirnya.

“Haha,,jangan bilang begitu sayang, buktinya tadi malam aku berhasil terkejut dengan berita ini, ehm?” seru Key mengusap rambut Jessica.

“Eomma, jadi benar kau sedang mengandung adikku??” tanya Yoo Bin memastikan.

“Ehm, sayang, eomma sedang mengandung adikmu, otthae apa kau senang??”

“Tentu aku senang eomma, omo..semoga saja adikku namja dan dia adik yang tampan, hehe…Eomma, apa aku boleh menyapa adikku?” Yoo Bin menghampiri Jessica.

“Tentu sayang, kau bahkan boleh menciumnya”

“Annyeong adik bayi, ini noona…Ah, anhi, aku kan belum tau dia namja atau yeoja. Ah, tapi aku berharap kau namja, eoh??? Dongsaeng, ini Yoo Bin noona, kau harus baik pada eomma yah, jangan membuat eomma sakit, eoh?? Noona akan menunggumu sampai kau lahir, nanti noona akan menjagamu dengan baik, tumbuhlah menjadi adik yang tampan, hehehe…mwuah….” Yoo Bin mengusap perut Jessica dan menciumnya.

“Astaga…aku jadi terharu, sayang kau lihat, banyak sekali yang akan menyayangimu, kau belum lahir pun mereka sudah memperlihatkan kasih sayangnya padamu, eomma janji, eomma akan menjagamu dengan baik, eoh??” Jessica mengelus-ngeluskan perutnya dan menitikan air matanya.

“Eomma, uljima, Yoo Bin tidak mau melihat eomma menangis” Yoo Bin menyeka air mata yang mengalir di pipi Jessica.

“Eomma tidak menangis sayang, eomma bahagia, eomma bahagia karna eomma menjadi eomma mu, eomma juga sangat menayayangimu sayang” Jessica memeluk Yoo Bin erat.

“Eomma, Yoo Bin juga senang menjadi putri eomma, eomma adalah eomma terbaik yang Yoo Bin punya, eomma harus terus hidup untuk Yoo Bin, appa, halmoni, harabouji dan juga adik nanti. Yoo Bin sayang eomma” Yoo Bin mengecup kening Jessica dan mencium kedua pipinya.

“Aigo…kalian membuatku menangis, Jess terima kasih karna kau sudah hadir dalam hidup Key dan memberikan keluarga bahagia ini, gomawo Jess” eomma Key ikut memeluk Jessica.

“Ne, eommanim sama-sama” sahut Jessica.

“Sudahlah, Yoo Bin-ah, ayo kita berangkat, nanti kau kesiangan” ucap Key menyeka air matanya yang ternyata ikut terharu juga.

Aunt Jess, selamat yah kau akan menjadi eomma lagi, dan berarti dia akan menjadi adik iparku nanti, hehe….”

“Haha,,,Mason, kau ini bisa saja membuat kami tertawa di tengah suasana haru seperti ini” ucap Jessica tertawa kecil sambil menyeka air matanya.

“Yoo Bin-ah, ayo kita pergi sekarang” ajak Mason.

“Ehm,,eomma, halmoni, aku pergi dulu yah. Adik bayi, noona pergi sekolah dulu yah, kau jaga eomma baik-baik, hehe…Annyeong eomma, halmoni” Yoo Bin mencium kedua pipi Jessica dan eomma Key bergantian.

“Ne, Yoo Bin-ah, hati-hati sayang, belajar yang baik yah supaya nanti kau bisa mengajari adikmu belajar” ucap Jessica mengusap lembut rambut Yoo Bin.

“Ne, Yoo Bin, kau tidak usah khawatir, di sini ada halmoni yang akan menjaga eomma dan adikmu, kau belajarlah dengan rajin, eoh??” sambung eomma Key.

“Ne, ahlmoni…Gomapseumnida” Yoo Bin membungkukkan badannya.

“Tante, nenek, aku juga pergi dulu yah, terima kasih untuk sarapannya” Mason ikut membungkukkan badannya.

“Ne, Mason sama-sama, kau juga belajar dengan baik yah..”

“Sayang, aku pergi dulu yah, eomma aku titip Jessica padamu” Key mengecup puncak kepala Jessica.

“Ne, Key, kau tenang saja, eomma akan menajga istrimu dengan baik, sudah sana pergi kalian sudah kesiangan”

***

7 bulan berlalu semenjak Jessica di kabarkan sedang mengandung lagi. Usia kandungannya sekarang sudah menginjak 8 bulan, semua orang sudah tidak sabar menanti kehadiran si jabang bayi terutama Yoo Bin. Dia sangat tidak sabar menunggu adik bayinya nanti lahir, apalagi Yoo Bin sangat bahagia karna ternyata hasil USG memperlihatkan kalau adik bayinya itu adalah namja sesuai yang di inginkannya. Yoo Bin bahkan sudah menyumbangkan sebuah nama untuk adik kecilnya nanti yaitu Kim Yoo Sik. Yoo Bin juga selalu antusias untuk ikut dengan Jessica dan Key pergi membeli perlengkapan dan pakaian-pakaian untuk adiknya nanti.

“Jess…bagaimana kandunganmu???” tanya Nicole saat mereka janjian untuk bertemu di sebuah Cafe.

“Kemarin aku dan Key baru dari Dokter dan kata Dokter kandunganku baik, dan ah bayiku semakin aktif, dia sering menendang-nendang kecil, hehe….” jawab Jessica mengusap perutnya yang sudah semakin membesar.

“Aigo…mungkin setelah aku menikah nanti, dan aku hamil, aku juga akan bisa merasakan hal itu Jess, hehe….”

“Ehm…nanti kau akan merasakan betapa indahnya menjadi seorang Ibu, Cole…”

“Ehm…dan nanti kita akan menjadi keluarga besar, hehehe….”

“Oya, bagaimana persiapan pernikahanmu?? Tidak terasa ternyata tinggal satu minggu lagi” Jessica menyeruput Jus Strawberrynya.

“Sudah 95% dan aku hanya tinggal menunggu hari bahagia itu tiba, omo Jess aku benar-benar masih tidak percaya kalau aku akan segera melepaskan status lajangku dan aku akan segera menjadi Nyonya Jung…” Nicole menepukkan kedua tangannya riang.

“Yak,,bukannya namamu juga Jung yah?? Jadi kau menikah dengan Jinwoon pun tidak akan berubah, karna nama depanmu saja sudah Jung….” jawab Jessica santai.

“Ah,,ia kau benar, nama depan kami sama…Tapi untungnya kami bukan saudara kandung, meskipun nama margaku dan Jinwoon sama tapi orang tua kami berbeda, hehe…”

“Oya,,,bagaimana perasaanmu menjelang detik-detik hari bersejarah dalam hidupmu??” tanya Jessica lagi.

“Yak, tentu saja aku sangat gugup dan omo aku sangat takut kalau di hari pernikahanku nanti terjadi sesuatu yang tidak aku inginkan”

“Maksudmu, sesuatu seperti apa??” tanya Jessica bingung.

“Misalnya saja saat aku memasangkan cincin pada Jinwoon, aku tidak sengaja menjatuhkannya saking gugupnya atau….”

“Yak,,kau ini terlalu banyak menonton drama jadi otakmu itu berisi dengan adegan-adegan dari dalam drama yang kau tonton. Jangan kekanakan, hal seperti itu tidak akan terjadi, kau harus lebih tenang maka pernikahanmu pasti akan berjalan dengan lancar” Jessica menepuk pelan kepala Nicole.

“Aigo…Jess, kenapa semakin ke sini kau semakin dewasa daripada aku?? Ternyata pernikahan benar-benar bisa merubah hidup seseorang yah, aku jadi ingin tahu setelah aku menikah nanti aku akan berubah seperti apa?? Apa aku akan lebih dewasa lagi atau justru kekanakan?? Hehe…”

“Kau akan tahu jawabannya saat kau sudah menjalani kehidupan barumu setelah menikah, Cole….Dan saat itulah kau akan tahu ternyata hidup itu benar-benar indah jika kita selalu menikmatinya tanpa sebuah beban”

“Omoo..Jess, sepertinya aku akan banyak membutuhkan masukan darimu tentang kehidupan rumah tangga, hehe….”

“Tentu saja, kapanpun kau membutuhkanku, aku akan selalu menolongmu”

“Aigo..gomawo Jess, ternyata kau memang sahabat sejati untuk seumur hidupku, hehehe….” Nicole memeluk Jessica manja.

Flashback…

3 bulan yang lalu, Jinwoon melamar Nicole di sebuah acara pertunjukkan Musical. Jinwoon mengajak Nicole untuk hadir di acara itu, saat mereka sudah duduk di bangku penonton, Jinwoon pamit pada Nicole untuk ke Toilet. Namun ternyata Jinwoon sudah bekerja sama dengan pihak acara untuk bernyanyi di acara itu. Saat acara di mulai, Nicole sibuk mencari keberadaan Jinwoon yang belum juga kembali dari Toilet. Tapi saat lampu stage di matikan dan seseorang bernyanyi dengan memainkan gitar, Nicole mulai fokus melihat ke arah panggung. Yah, Nicole sepertinya kenal suara itu, Nicole terus melihat ke arah panggung memastikan siapa sebenarnya yang sedang bernyanyi saat itu karna orang itu tidak ada di atas panggung, Nicole hanya bisa mendengar suaranya. Sampai akhirnya orang yang bernyanyi itu muncul dari bawah panggung yang mulai naik ke atas. Nicole terkejut ketika melihat siapa yang sedang bernyanyi di atas panggung, meskipun ruangan saat itu gelap, tapi Nicole masih bisa mengenali orang itu, orang yang meskipun baru mengisi harinya beberapa bulan, tapi sudah bisa membuat Nicole sangat mengenal siapa namja itu.

“Jinwoon-ah….” Nicole menutup mulutnya dengan kedua tangannya seolah dia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat itu.

Jinwoon tersenyum ke arah Nicole masih memainkan gitarnya dan menyanyikan sebuah lagu yang dia ciptakan sendiri. Semua orang di panggung sepertinya ikut menikmati lagu yang di bawakan Jinwoon karna Jinwoon menyanyikan lagunya dengan sepenuh hati dan sangat mendalami setiap lirik yang dia nyanyikan, seolah lagu itu di tujukan khusus untuk seseorang.

5 menit Jinwoon membawakan lagu itu, yang di akhiri tepuk tangan meriah dari para penonton. Nicole tidak kalah riang bertepuk tangan, dia benar-benar tidak menyangka ternyata Jinwoon memiliki suara yang sangat indah jika ia sedang bernyanyi. Setelah para penonton selesai bertepuk tangan, Jinwoon mengucapkan sesuatu yang membuat Nicole terbelalak. Jinwoon memanggil nama Nicole untuk naik ke atas panggung, dan dia melamar Nicole di sana. Spontan hal itu membuat Nicole tidak bisa menahan tangisnya karna terharu. Dia tidak  menyangka ternyata Jinwoon sudah menyiapkan semua itu dengan sempurna sampai-sampai Nicole tidak tahu akan rencana Jinwoon malam itu. Jinwoon berlutut di hadapan Nicole, mengambil kotak kecil dalam saku celananya dan mengeluarkan isi dari kotak kecil itu, sebuah cincin dan Jinwoon menyematkan cincin itu di jari Nicole. Jinwoon berniat untuk melamar Nicole di hadapan semua orang yang hadir di acara malam itu.

“Chagia…sepertinya aku tidak membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk menjadikanmu sebagai pendampingku, hatiku sudah sepenuhnya yakin untuk memilihmu sebagai persinggahan terakhir cintaku, sekarang di hadapan semua orang, aku ingin mendengar jawabanmu jika aku bertanya seperti ini….Jung Nicole, maukah kau menyerahkan seluruh hidupmu untuk menemani hari-hariku sampai akhir hayat memisahkan kita???” Jinwoon menggenggam tangan Nicole, mendongak ke arah gadis cantik yang ada di hadapannya itu.

“Jinwoon-ah….” Nicole mengatupkan bibirnya, sebelah tangannya yang bebas menutup mulutnya untuk menahan haru.

“Jung Nicole, aku hanya butuh jawabanmu, Ya atau Tidak…Maukah kau menikah denganku??” tanya Jinwoon lagi tanpa melepaskan genggamannya di tangan Nicole.

Sebelum Nicole menjawab pertanyaan Jinwoon, suasana tiba-tiba hening, seolah para penonton ikut merasakan ketegangan menanti apa yang akan di jawab Nicole.

“Jung Jinwoon….sepertinya aku juga tidak butuh waktu lama lagi untuk menjawab pertanyannmu barusan…Jung Jinwoon, aku mau menerima pinanganmu” Nicole tersenyum manis ke arah Jinwoon dan tanpa perintah Jinwoon langsung beranjak dan menatap Nicole lekat.

“Chagia, apa kau serius dengan jawabanmu??” tanya Jinwoon memastikan.

“Apakah aku terlihat sedang bercanda??”

Jinwoon tidak berkata apa-apa lagi, dia langsung memeluk Nicole erat. Tepuk tangan penonton kembali riuh dan kali ini di ikuti teriakan yang menyemangati pasangan yang sedang di mabuk cinta itu.

“Gomawo chagia…” bisik Jinwoon di telinga Nicole.

“Cheonmaneyo yobo…” Nicole membalas pelukan Jinwoon.

End of Flashback….

***

Hari penting dan bersejarah dalam hidup Nicole akhirnya tiba, di mana dia resmi menjadi seorang istri yang sah dari seorang namja bernama Jung Jinwoon yang baru menjalin hubungan dengannya selama 7 bulan. Acara berjalan dengan lancar dan jauh dari perkiraan buruk yang sempat muncul di pikiran Nicole. Setelah keduanya mengikrarkan janji suci, saling menyematkan cincin dan melakukan Wedding Kiss, Jinwoon menuntun Nicole untuk keluar dari gereja dan menaiki mobil pengantin yang sudah di siapkan untuk mereka.

“Aigo Cole, chukkae eoh…Sekarang kau sudah resmi menjadi istri Jinwoon, dengan begitu aku akan merasa tenang…” Jessica memeluk Nicole sebelum sahabatnya itu naik ke dalam mobil pengantin.

“Ehm,,,Jess, sebelumnya aku mau berterima kasih padamu dan juga Key, yang sudah ikut andil dalam menyatukan kami, jika bukan karna ulah kalian yang iseng, mungkin saat ini kami masih belum bersama, benar kan sayang…” jawab Nicole menyentuh pipi Jinwoon lembut.

“Ye, apa yang di ucapkan istriku benar, aku juga ingin mengucapkan terima kasih lagi, karna berkat bantuan kalian juga kami akhirnya bisa seperti sekarang, Key, Jessica-ssi, gomapseumnida…” sambung Jinwoon membungkukkan badan ke arah Key dan Jessica.

“Aish….kenapa kalian jadi berlebihan seperti itu, kami ini hanya perantara, selebihnya yang menyatukan kalian tetap Tuhan yang sudah mentakdirkan kalian berdua untuk hidup bersama, ia kan sayang?” Jessica memeluk lengan Key.

“Ne, kalian bisa bersama, itu sudah takdir tuhan, kami hanya sekedar perantara saja, hehe…” jawab Key.

“Ckckckckck….sepertinya ada yang melupakan keberadaanku di sini, Mason-ah lebih baik kita pergi saja, orang dewasa itu memang egois, kajja….” Yoo Bin mendecak dan menuntun Mason.

“Omo..Yoo Bin-ah, jamkkaman…” Nicole menahan tangan Yoo Bin. “Yoo Bin-ah, bolehkah ahjumma memelukmu??” Nicole merentangkan kedua tangannya.

“……” Yoo Bin memincingkan matanya.

“Kau juga salah satu orang yang sangat berperan penting dalam hubungan ahjumma dan ahjussimu ini, jadi ahjumma juga ingin bilang terima kasih padamu, eoh” Nicole menggendong Yoo Bin dan mencium kedua pipinya.

“Baiklah, ahjumma berarti kau harus berjanji satu hal padaku”

“Mwo??”

“Kau harus menjadi istri yang baik untuk Jinwoon ahjussi,kalau tidak maka aku akan merebutnya darimu, arayo??”

“Aigo, yobo kau lihat, anak keci ini sedang mengancamku, hahahaha….” Nicole tidak bisa menahan tawanya. “Yoo Bin-ah, kau jangan khawatir, ahjumma mu ini pasti akan menjadi istri yang baik untuk ahjussimu, lagipula ahjumma tidak akan membiarkan siapapun merebut laki-laki ini dari ahjumma, termasuk kau anak maniiiisss, hehe….” Nicole mencubit hidung Yoo Bin.

“Yoo Bin-ah, lagipula jika kau merebut Jinwoon ahjussi,aku akan kau ke manakan?? Apakah kau lebih menyukai Jinwoon ahjussi daripada aku??” tanya Mason polos.

“Hahahahaha,,ada apa dengan anak-anak kecil ini, hei…kalian masih belum cukup umur untuk membicarakan hal yang dewasa seperti ini, Mason-ah, kau jangan dengar ucapan Yoo Bin, dia itu hanya pura-pura mengancam ahjummanya, jadi kau tidak perlu khawatir dia akan berpaling darimu, eoh???”  Jessica berbisik di telinga Mason. “Ahahaha..lama-lama aku tidak tahan juga melihat tingkah dua bocah ini, Yoo Bin kenapa kau sangat mirip sekali denganku, hihihihihi…..” Jessica ikut terbahak.

“Akhirnya kau mengakui juga kalau sifat genit Yoo Bin itu menurun darimu sayang, hahahaha….”

“Ish,,yobo, bicara apa kau ini” Jessica menyikut lengan Key.

“Berarti nanti anak kedua kita pasti menuruni siftaku yang baik dan tampan ini, hehehe…” Key terkekeh memuji dirinya sendiri.

“Yayaya…semua hal yang bagus milikmu, biar yang jeleknya milikku, kau puas??” Jessica mengerucutkan bibirnya.

“Hehe,,,,jangan marah sayang, aku hanya bercanda” Key memeluk Jessica.

“Hahaha..sudahlah, kalau begitu kami pergi dulu yah, aku lelah, aku ingin cepat-cepat sampai hotal dan istirahat. Terima kasih yah untuk kalian, sudah hadir di acara bahagiaku” ucap Jinwoon.

“Kau ingin cepat-cepat sampai hotel ingin istirahat atau….” goda Key.

“Sssssttt..sayang, di sini ada anak kecil” Jessica menyikut lengan Key dan mengarahkan matanya ke Yoo Bin dan Mason.

“Ah,,ia aku lupa, hehe…Ya sudah sana, terserah kalian apa yang ingin di lakukan setelah sampai hotel” ucap Key santai. “Jinwoon-ah, kau harus berjuang untuk nanti malam, eoh?? Fighting, hehehe…” Key berbisik di telinga Jinwoon.

“Ya sudah, baiklah, kami pergi yah…Yoo Bin-ah, cium ahjumma ini sayang”

“Mwwuuuah…” Yoo Bin yang masih di gendong Nicole mengecup bibir Nicole.

“Baiklah sampai jumpa semuanya…..” Jinwoon dan Nicole naik ke dalam mobil dan melambai ke arah tamu-tamu undangan.

***

“Hallo Cole….” Jessica menjawab telfon dari Nicole pagi itu, tiga hari setelah hari pernikahan sahabatnya itu.

“Jess, aku sudah sampai di Caledonia kemarin malam dan kau tau, ternyata Caledonia benar-benar indah Jess, sepertinya kau dan Key kapan-kapan wajib ke sini itung-itung second Honeymoon, hehe…” ucap Nicole di seberang sana.

“Benarkah? Ah, kau jangan membuatku iri”

“Aku serius, Jess…Hehe…Oya, Jess hari ini Yoo Bin tampil kan??”

“Ehm…hari ini putriku akan tampil di atas panggung untuk pertama kalinya bersama teman-teman sekolahnya”

“Sayang aku tidak bisa ikut melihat Yoo Bin. Jess, sekali lagi tolong ucapkan maafku pada Yoo Bin karna tidak bisa hadir di acaranya. Aku janji pulang dari Caledonia, aku akan membawakan oleh-oleh untuknya sebagai permintaan maafku, eoh??”

“Baiklah akan aku sampaikan. Oya, Cole bagaimana malam pertamamu?? Apakah sukses?? Hihi….” Jessica terkekeh.

“Hahaha….nanti saja aku ceritanya setelah aku pulang ke London, ok?? Hehe..Ya sudah aku tutup dulu telfonnya yah Jess, suamiku sudah menungguku di bawah untuk sarapan, hehehe…Sampaikan salamku pada Yoo Bin dan calon adiknya yah, see you Jess…”

“Ok,,see you Cole, selamat menikmati honeymoon mu, hehe…”

“Ok..gomawo my sist…God bless you..”

“Thanks,you too…”

“Eomma….” teriak Yoo Bin menghampiri Jessica yang ada di kamarnya.

“Ah,,sayang putri kesayangan eomma, kau sudah siap sayang??” Jessica merapihkan rambut Yoo Bin.

“Ehm…eomma barusan telfon dari siapa??”

“Oh,,itu, tantemu yang telfon sayang. Katanya dia minta maaf lagi karna tidak bisa hadir di acaramu, tapi dia berjanji akan membawakan oleh-oleh dari Caledonia untukmu” Jessica mencubit hidung Yoo Bin dan menggoyangkannya.

“Cheongmalia?? Ah,,kalau begitu aku tidak jadi marah pada tante Nicole, tadinya aku mau marah karna dia tidak bisa datang karna Honeymoon nya, tapi jika dia bawa oleh-oleh, baiklah aku tidak akan marah lagi”

“Hahaha,,,kau ini ada-ada saja. Ya sudah ayo cepat kita sarapan, appa dan halmeoni mu sudah menunggu di ruang makan, kajja…”

“Anhi eomma, ada Masonku juga di sana” Yoo Bin menghentikan langkah Jessica.

“Ah,,ia eomma lupa, mianhae Yoo Bin-ah, hehe…”

***

Hari ini adalah Hari Ibu, Sekolah Yoo Bin mengadakan acara untuk merayakannya. Di tengah-tengah acara anak-anak  termasuk Yoo Bin akan membawakan sebuah lagu yang bertemakan Ibu. Meskipun Jessica dan keluarganya hanya bisa duduk di bangku paling belakang, tapi dia tetap antusias untuk menanti anaknya tampil di atas panggung bersama teman-temannya nanti. Acara demi acara berlalu, tiba waktunya Yoo Bin bersama teman-temannya untuk tampil, Jessica bertepuk tangan paling kencang di antara para orang tua dan keluarga murid yang hadir di sana.

“Yoo Bin-ah Fighting….” Jessica berbisik dari jauh pada Yoo bin yang sudah berdiri di atas panggung dan Yoo Bin hanya mengacungkan jempolnya dan berkedip ke arah Jessica.

“Yang paling ujung itu adalah putriku,, dia putriku…” ucap Jessica bangga pada salah satu orang tua murid yang ada di sebelahnya sambil menunjuk ke arah Yoo Bin dan orang Barat itu hanya tersenyum sambil mengikuti arah telunjuk Jessica yang menunjuk Yoo Bin.

Beberapa menit berlalu, Yoo Bin bersama teman-temannya selesai membawakan lagu mereka dengan baik. Jessica kembali bertepuk tangan dengan keras sambil menitikan sedikit air bening dari pelipis matanya. Keadaan tiba-tiba hening saat Yoo Bin ternyata membacakan sebuah puisi di akhir lagunya.

My Dearest Mom…

Mom…terima kasih untuk semua cinta dan kasih sayang yang telah kau berikan padaku selama ini

Terima kasih telah menjagaku sepanjang waktumu hingga seringkali kau sembunyikan rasa lelahmu

Kau rela tidak tidur demi menjagaku saatku tertidur

Cucuran keringatmu yang mengalir setiap kali kau merasakan lelah

Air matamu yang tertumpah setiap kali mencemaskanku jika aku sakit

Takkan mampu ku bayar dengan apapun

Karna semua itu terlalu berharga dan takkan dapat tergantikan dengan apapun yang ada di dunia ini

Bahkan mungkin dengan balasan keringat dan tangisku pun tidak akan bisa membayar lunas semua jasamu

Pengorbananmu tidak terhitung

Kasih sayangmu tidak terhingga

Kau wanita terbaik yang aku miliki

Kau wanita terhebat yang Tuhan berikan untukku

Hiduplah terus hingga Tuhan menentukkan akhir dari zaman di muka bumi ini

Hiduplah dengan bahagia karna aku tahu kau memang pantas untuk bahagia

Mom…jika saat Tuhan mengambilku pergi dan hanya memberiku satu permohonan terakhir

Aku hanya akan meminta agar Tuhan selalu menjagamu dan menyayangimu bersama appa yang akan selalu setia mendampingimu

Meski itu tetap tidak sanggup membayar lunas semua jasamu

Di sini, di tempatku berdiri saat ini

Ijinkan aku mengucapkan satu kalimat indah ini

Thanks Mom and I Love you…

Jessica seolah tidak menapak pada tanah yang ia pijak, tubuhnya bergetar mendengar setiap kata yang mengalun indah dari bibir putrinya. Barisan kata puisi yang di bacakan Yoo Bin seolah seperti lirik lagu yang sedang di nyanyikan dengan begitu merdunya, setiap katanya menjalar dengan hangat di setiap aliran darah pada tubuh Jessica. Meskipun puisi itu di bacakan dalam bahasa Inggris, tapi entah apa yang membuat Jessica mengerti arti dari puisi yang di bacakan putrinya. Air matanya tumpah, kedua tangannya menutup mulutnya yang bergetar. Selesai Yoo Bin membacakan puisinya, Jessica tidak bisa menahan dirinya lagi yang ingin segera berlari ke arah putrinya dan memeluk malaikat kecilnya itu.

Semua orang tiba-tiba berdiri dan bertepuk tangan dengan riuh di ikuti suara isak tangis mereka karna melihat moment paling mengharukan di antara seorang Ibu dan putrinya yang sedang berpelukan dan menangis tersedu di atas panggung. Puisi Yoo Bin sangat indah, sehingga bukan hanya hati Jessica yang bergetar saat mendengarnya, tapi juga semua orang yang berada di sana pun seolah ikut merasakan perasaan Jessica yang terharu dengan puisi yang di bacakan oleh Yoo Bin.

Key tidak sanggup lagi menahan air matanya, dia menyeka air mata yang membasaha kedua pipinya sebelum akhirnya dia melangkah dan ikut naik ke atas panggung dan memeluk istri dan putrinya itu, tepuk tangan pun semakin riuh.

***

Jessica dan Key mengajak Yoo Bin untuk bermain ke taman hiburan. Karna mereka fikir sudah lama mereka tidak pergi bermain bersama ke sana semenjak usia kandungan Jessica masih sangat muda. Ini adalah hadiah untuk Yoo Bin dari Jessica dan Key karna Yoo Bin sudah tampil dengan baik di acara Sekolahnya beberapa hari yang lalu.

Yoo Bin terlihat sangat senang menaiki beberapa wahana yang ada di taman hiburan bersama Key, sedangkan Jessica menunggu mereka bersama eomma Key. Key menggendong Yoo Bin di atas pundaknya sambil berjalan bersama Jessica dan eommanya setelah appa dan anak itu selesai menaiki wahana. Benar-benar terlihat seperti keluarga yang sempurna dan bahagia.

Selesai bermain, mereka membuka bekal yang sengaja di buat dari rumah. Key menggelar tikar di salah satu sudut taman dan eomma Key dan Jessica membuka bekal yang mereka bawa. Mereka menikmati makan siang mereka dengan gembira. Jessica sengaja membuat makanan special untuk keluarga kecilnya itu. Selesai makan, Key membaringkan kepalanya di pangkuan Jessica dengan manja sambil mengusap perut Jessica yang sudah semakin membesar dan Jessica mengupaskan apel untuk Key dan Yoo Bin.

“Appa…jangan suka tidur di pangkuan eomma lagi, kasian adik bayiku nanti sesak” Yoo Bin menepuk paha Key pelan.

“Jinja?? Ah,,ia appa lupa. Baiklah kalau begitu appa tidur di pangkuanmu saja yah” goda Key dan tidur di kedua paha Yoo Bin yang imut.

“Hahahaha…shiro appa geli…hahaha….” Yoo Bin meronta kegelian.

“Jinja?? Ahh…kalau begitu apakah ini juga geli, hah??? Hahaha…” Key menggelitiki tubuh Yoo Bin tiada ampun dan membuat putrinya itu tidak bisa menahan tawanya yang terbahak-bahak karna menahan geli.

“Eomma, halmeoni, tolo..ng..ak..uu…hahahaha….” Yoo Bin berusaha meminta tolong pada Jessica dan Eomma Key.

“Sayang,,sudah hentikan, ini makan dulu apelnya” Jessica menyodorkan apel yang selesai di kupasnya yang di taruh di piring kecil.

“Ia Key, Yoo Bin dan kau kan baru selesai makan, nanti Yoo Bin muntah lagi” sambung eomma Key.

“Hah…hah..baiklah, lagipula aku juga sudah lelah, fiuuh…” Key membaringkan tubuhnya di sebelah Jessica dengan terengah-engah.

“Hah,,,appa awas yah nanti akan aku balas, hahaha..huh..huh…” ancam Yoo Bin dengan nafas terengah-engahnya juga.

Setelah puas bermain, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karna hari juga sudah mulai sore. Key melajukan mobilnya keluar dari parkiran taman hiburan. Di tengah jalan Jessica meminta Key untuk berhenti di salah satu minimarket karna dia ingin membeli sesuatu, Yoo Bin memaksa ingin ikut dan akhirnya Jessica masuk ke minimrket itu bersama Yoo Bin. Setelah mereka keluar dari minimarket, Yoo Bin tiba-tiba melihat anak kucing yang berada di tengah jalan dan spontan Yoo Bin pun lari untuk mengambil anak kucing itu karna takut jika anak kucing itu akan tertabrak mobil yang melintas. Jessica yang melihat ada mobil yang sedang melaju kencang dari arah kanan menuju Yoo Bin yang masih memangku anak kucing di tengah jalan, spontan berlari ke arah Yoo Bin dan mendorong tubuh putrinya itu ke tepi jalan, namun akhirnya Jessica lah yang tertabrak oleh mobil itu. Tubuhnya tersungkur 1 meter dari mobil yang menabraknya. Jessica meringis kesakitan sambil memegangi perutnya, banyak darah yang keluar dan mengalir di kakinya. Key dan eommanya yang melihat peristiwa itu, langsung turun dari mobil dan menghampiri Jessica yang sudah terbujur lemah di aspal.

“Chagia….gwaenchana??? bangun, chagia…aku mohon bangun…chagiaaa….” Key berteriak dan mengguncangkan tubuh Jessica di pangkuannya.

“Jess,,,putriku bangun, nak. Kau baik-baik saja, kan? Aku mohon bangun. Eomma mohon bangunlah Jess….” eomma Key menangis melihat keadaan Jessica yang penuh dengan darah dan sudah tidak sadarkan diri.

“Eommaaaaaa…..” Yoo Bin yang juga tersungkur tidak mampu berdiri dan hanya bisa menangis dan berteriak memanggil Jessica.

***

Key menunggu Jessica di depan ruang ICU dengan panik, eomma Key memeluk Yoo Bin erat yang tiada hentinya menangis dan memanggil-manggil eommanya itu. Orang tua Jessica belum datang karna mereka sedang berada di Korea untuk urusan bisnis, tapi mereka sangat shock mendengar kabar Jessica mengalami kecelakaan dan mereka akan datang dengan pesawat paling cepat untuk kembali ke Inggris. Mason juga ada di sana bersama eommanya setelah mendengar kabar bahwa Jessica di bawa ke Rumah Sakit.

20 menit  berlalu, Dokter akhirnya keluar dari ruang ICU. Key menghampiri sang Dokter dengan panik dan gugup.

“Dokter, bagaimana keadaan istriku dan bayiku??” tanya Key cemas.

“Maaf Tuan, sepertinya kami tidak bisa menyelamatkan bayi anda karna istri anda mengalami benturan yang cukup keras di bagian perutnya, jadi bayi anda sudah meninggal di dalam kanudngan” Dokter menatap Key sendu.” Istri anda juga kehilangan banyak darah, sekarang kondisinya kritis dan kami harus segera mengeluarkan bayi yang ada di dalam perutnya, kalau tidak maka nyawa istri anda juga tidak dapat tertolong. Anda harus secepatnya menandatangani surat persetujuan untuk tindakan operasi pada istri anda” Key shock mendengar ucapan Dokter.

“Apa?? Bayiku….” ucap Key lirih dan tubuhnya hampir terjatuh ke lantai, namun Dokter dengan cepat menahannya.

“Kk…ey…bilang pada Dokter un..ttuk menyelamat..kan bayi kita Key…akk..ku moh..hon…Keeey…” ucap Jessica menatap Key yang berdiri di pintu dengan terbata-bata menahan sakit di perutnya. “Key..ak..ku..mohon jangan menyetujui sur..rat itu..aku yak..kin bayi kita masih bi..sa di selamat..kan..benar kan suster?? Aku mohon jawab aku suster?? Key…jangan menyetujuinya, percayalah bay..yi kita pasti selamat, aku moh….aaarrrgghhhh perut…ku..sak…kiiiiiiittttt” teriak Jessica tidak bisa menahan rasa sakit perutnya.

Key tidak bisa menahan rasa sedihnya melihat keadaan Jessica seperti itu, hatinya bimbang apa yang harus dia lakukan, demi menyelamatkan Jessica dia harus menandatangani surat operasi dan harus rela kehilangan bayinya, tapi di tengah kondisinya seperti itu Jessica justru tetap ingin mempertahankan bayinya.

“Kita tidak punya banyak waktu lagi Tuan, anda harus segera memutuskan” ucap Dokter itu lagi.

“Lakukan operasinya Dokter, cepat lakukan operasinya” jawab Key akhirnya dengan nada yang sangat berat.

Dua jam Key menunggu di depan ruang operasi. Tidak seperti sebelumnya Key mondar mandir dengan panik di depan ruang ICU, kali ini Key berdiri mematung dan menyenderkan tubuhnya di samping pintu ruang operasi. Eommanya, Yoo Bin, Mason dan Eomma Mason menunggu di ruang tunggu. Tidak lama kemudian Dokter keluar dari ruang Operasi, Key membalikkan tubuhnya mengarah ke arah Dokter tanpa berkata apapun.

“Operasinya berjalan lancar, sekarang bayi di perut istri anda sudah tidak ada dan saya juga ingin memberikan kabar buruk, bisakah anda ikut saya ke ruangan saya??” ucap Dokter itu dan Key hanya membalas dengan anggukan kecil dan mengikuti langkah Dokter itu menuju ruangannya dengan pasrah.

15 menit kemudian Key keluar dari ruangan Dokter dengan langkah yang gontai hingga ia tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya. Tangannya menyentuh tembok dan tiba-tiba dia menjatuhkan tubuhnya ke lantai . Key menunduk dan menangis, tubuhnya bergetar, lututnya lemas, dadanya sesak. Apa yang akan terjadi pada Jessica kalau dia tahu bahwa bayi yang tinggal menghitung minggu itu akan terlahir ke dunia ini ternyata sudah tidak ada lagi dalam perutnya dan dia lebih merasa sakit lagi karna apa yang di katakan Dokter tadi diruangannya adalah bahwa rahim Jessica terpaksa di angkat karna sangat membahayakan nyawa Jessica. Key menguatkan dirinya untuk kembali berdiri dan melangkah menuju kamar rawat Jessica.

Key menatap lemah Jessica yang terbaring tak berdaya di kasur dan di pasangi selang infus. Terdengar suara monitor jantung yang menandakan jantung Jessica yang berdetak lemah. Key menyeka air matanya, mencoba untuk menguatkan dirinya dan tidak terlihat sedih di depan Jessica jika nanti istrinya itu sadar. Key mendekati Jessica, menggenggam lengan Jessica yang tidak di pasangi infus, Key menciumnya dan menaruh lengan Jessica di dadanya. Tidak lama kemudian Jessica menggerakkan tangannya dan dengan perlahan membuka matanya.

“Sayang…” ucap Jessica lirih.

“Chagi..kau sudah sadar?? Iya sayang ini aku” jawab Key dengan suaranya yang parau.

“Sayang….anak kita, kenapa kau menyetujui Dokter untuk mengambil bayi kita??” tanya Jessica lemah.

“…..” Key tidak menjawab, dia langsung tertunduk hatinya terasa sakit seperti di tusuk ribuan jarum.

“Sayang,,kenapa kau diam?? Aku yakin anak kita masih bisa di selamatkan jika tadi aku…”

“Mianhae chagi..mianhae…” ucap Key memotong ucapan Jessica.

“Yoo Bin, bagaimana dengan Yoo Bin jika dia tau kalau dia tidak jadi punya adik?? Aku menyesal tidak bisa menjadi Ibu yang baik, tidak bisa menjaga bayiku dengan baik, aku bodoh Key, aku bodoh….bodoh..bodooooh….” Jessica memukul-mukul kepalanya sendiri.

Key tidak tahan lagi menahan rasa sakitnya, dia langsung memeluk Jessica erat dan menangis sejadi-jadinya.

“Uljimara chagi..uljima…di mataku kau adalah Ibu terbaik untuk anak kita, kita memang kehilangan bayi kita tapi itu karna kau ingin menyelamatkan Yoo Bin putri kita. Mungkin ini adalah ujian dari Tuhan, tapi kita masih harus bersyukur karna Yoo Bin masih bersama kita. Jadi aku mohon jangan salahkan dirimu seperti ini, kau sudah melakukan banyak pengorbanan, kau tidak bodoh, kau adalah istriku yang paling hebat, aku mencintaimu sayang, aku mencintaimu…” air mata Key kembali tertumpah.

“Tapi aku ingin bayiku Key, Yoo Bin pasti sangat sedih, huhu….” tangsi Jessica semakin kencang.

“Aku tahu sayang, aku tahu…tapi Yoo Bin adalah anak yang kuat, aku yakin dia bisa mengerti”

“Sayang kalau begitu kita harus memberikan adik baru untuk Yoo Bin, eoh??” Jessica melepaskan pelukan Key dan menatap mata suami tercintanya itu.

“……” Key kembali terdiam, dadanya terasa lebih sesak, itulah hal yang paling dia takutkan, Jessica menginginkan mempunyai anak lagi padahal kenyataannya rahim Jessica sudah di angkat dan itu berarti selamanya dia tidak akan pernah bisa melahirkan seorang bayi lagi dan Jessica belum tahu tentang hal itu.

~ Epilog ~

Ting Nong….Ting Nong…

“Yoo Bin sayang coba lihat siapa yang datang, mungkin itu tantemu, nak” teriak Jessica dari dapur.

“Ne eomma biar aku yang buka” jawab Yoo Bin berlari ke pintu dan membukanya.

Hello…..my lovely niece” sapa Nicole saat Yoo Bin membuka pintu.

“Hello my beloved aunt…” jawab Yoo Bin riang.

“Sayang lihat siapa itu?? Itu eonni mu, nak. Ayo beri salam pada eonnimu sayang” perintah Nicole pada putri sulungnya yang bernama Jung Da Bin yang berumur 6 tahun.

“Annyeong haseyo eonni-ah” sapa Da bin pada Yoo Bin.

“Annyeong Da Bin-ah, kajja kita masuk. Tante, paman ayo masuk eomma, appa,halmeoni dan harabouji sudah menunggu kalian di dalam” ajak Yoo Bin pada keluarga kecil Nicole dan Jinwoon.

“Ah ne, gomawo Yo Bin-ah…” jawab Jinwoon sambil membenarkan posisi gendongannya yang sedang menggendong putra keduanya yang bernama Jung Jin Hoo yang masih berumur 2 tahun.

“Yoo Bin-ah….” teriak seseorang memanggil Yoo Bin yang baru akan melangkah masuk ke rumahnya.

“Ah,,Mason-ah kau sudah datang?? Ayo kita masuk sekarang, paman dan tante sudah datang”

“Ne…kajja…” Mason menggenggam tangan Yoo Bin saat masuk ke rumah Yoo Bin dan Yoo Bin tersenyum manis menyambut genggaman Mason.

“Waaahhh,,akhirnya kita bisa berkumpul lagi seperti ini. Semoga sampai kita tua nanti pun, kita masih bisa di beri kesempatan untuk bisa berkumpul terus seperti ini” ucap Key riang saat mereka semua sudah duduk di meja makan yang sudah di penuhi dengan berbagai macam menu masakan Korea asli.

“Ya kau benar Key, dan beruntung kita masih bisa kembali ke negara kita yang tercinta ini dan kita akan menghabiskan hari tua kita di sini, hahaha…” sambung Jinwoon yang di ikuti dengan tawa mereka yang ada di sana.

Setelah Jessica kehilangan anaknya 7 tahun yang lalu dan mengetahui bahwa dia tidak akan bisa lagi melahirkan seorang anak, Jessica sangat terpukul dan shock. Begitu juga dengan Yoo Bin dan yang lainnya. Terlebih Yoo Bin yang tiba-tiba berubah menjadi anak yang sangat pendiam karna dia merasa bersalah atas kepergian adiknya, dia menyalahkan dirinya sendiri karna Jessica kehilangan bayinya karna untuk menolong Yoo Bin. Yoo Bin sempat tidak ingin makan selama beberapa hari, dia juga sering mengurung dirinya di kamar, sesekali menatap barang-barang yang sudah di siapkan untuk calon adiknya, dan di Sekolahnya dia cenderung menjadi anak yang sangat pendiam. Hal itu berlangsung selama 5 bulan, tapi karna Key dan Jessica sering memberikan pengertian pada Yoo Bin akhirnya sedikit demi sedikit Yoo Bin mulai kembali menjadi dirinya yang periang, terlebih lagi berkat usaha Mason juga yang terus menghibur Yoo Bin dan membuat Yoo Bin yang kini sudah menginjak usia 13 tahun menjadi candu untuk selalu di hibur Mason setiap kali dia sedang sedih dan teringat pada kejadian 7 tahun yang lalu. Dan lagi ada dua anak Nicole dan Jinwoon yang kini menjadi obat penghibur bagi Yoo Bin, Yoo Bin sudah menganggap Jung Da Bin dan Jung Jin Hoo seperti adik kandugnya sendiri. Begitu juga dengan Jessica dan Key menganggap anak-anak Nicole dan Jinwoon seperti anak mereka juga, begitu juga sebaliknya.

Keluarga Key dan Jinwoon memutuskan pindah ke Korea sekitar 6 tahun yang lalu, karna mereka jauh lebih merasa nyaman jika mereka tinggal di negara mereka sendiri. Mereka juga ingin anak-anaknya tetap mempunyai darah Korea dan bisa mencintai dan mengenal negara asal orang tua mereka. Kini mereka hidup bahagia dan saling melengkapi.

“Tuhan terima kasih kau telah berikan keluarga yang sempurna ini padaku. Kau berikan aku orang tua yang hebat dan sangat menyayangiku, Kau berikan aku tante dan paman yang sangat baik, Kau berikan aku nenek dan kakek yang sangat mencintaiku, Kau berikan aku adik-adik yang lucu-lucu meskipun mereka bukan terlahir dari rahim Ibu kandungku dan Kau juga berikan aku seseorang yang kelak mungkin aku berharap dialah yang akan menjadi jodohku. Semuanya benar-benar sempurna dan aku tidak akan pernah berhenti untuk bersyukur padamu atas semua yang Kau beriakn padaku, terlebih lagi aku berterima kasih karna Kau berikan aku eomma yang paling hebat sedunia, aku sangat mencintainya Tuhan, aku mohon jagalah dan sayangilah dia selalu dan aku benar-benar akan memenuhi janjiku untuk membahagiakannya bersama appa….Eomma, appa saranghaeyo…” batin Yoo Bin sambil tersenyum melihat kebahagiaan yang ada di depannya.

~ The End ~

Annyeong,,,annyeong apa kabar semuaaaa…..I’m comeback, hehehe….^^ Huaaaaaaaaa….akhirnya ending FF ini selesai juga, maaaaaaaaaaaaaaf lama banget waktu publishnya. Sebenernya selama hiatus dari dunia FF, aku nyicil lanjutin ni FF, sengaja di bikin agak panjang endingnya sebagai penebus rasa bersalah author karna lama nyelesein ni FF, hehe…Gimana endingnya?? Suka kah?? Mian yah kalo endingnya rada mengecewakan atau apalah, tapi moga tetep suka, hehehe..Jangan lupa RCL nya yah, coz biar author kembali semangat lagi buat comeback sama FF nya, hihihi…;D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s