I Remember You – Chapter 6a



Author : cherry_blossom a.k.a r13eonnie
Main Cast :
– Cho Kyuhyun
Naomi Ninomuya ( OC )
– Nichkhun Buck Horvejkul
– Victoria Song
– Other Cast : Find it by yourself
Sooyoung as Cameo
– Genre : Romance, Angst
– Rating : PG-17
– Type : Chaptered
– Diclaimer : Cerita dan Plot milik author, para pemainnya milik Tuhan mereka masing”...
– Credit Poster @Yeonnia
Teaser || Part 1 || Part 2 || Part 3 || Part 4 || Part 5 ||

Dia adalah cinta
Cinta pertama yang telah mengajarkanku tentang banyak hal
Menangis, tertawa, bahagia, berduka, terluka, bahkan terjatuh
Tapi semua itu terasa sangat indah
Dan kini aku sangat takut untuk kehilangannya
Ketika sebuah memori tentangnya hampir hilang
Cinta itu menghampiri lagi, mengembalikan semua yang hampir pergi
Dan aku bersyukur, sekarang aku sudah benar-benar mengingatnya lagi
Dan ku rasakan cintaku semakin sempurna untuknya…
o.O.O.O.o

I Remember You – Part 6

“Khunnie-ah, eottheokhae? Ini pertama kalinya aku bertemu dengan orang tuamu? Aiiissshh….” Victoria mengacak rambutnya frustasi saat memilih pakaian di sebuah Boutiqe langgannya dan di temani Nichkhun.
Malam ini kedua orang tua Naomi dan Nichkhun akan mengajak Kyuhyun dan Victoria sebagai pasangan dari anak-anak mereka untuk pertama kalinya. Dan Victoria sangat gugup untuk itu, namun Nichkhun terus berusaha untuk menenangkannya.
“Sayang, orang tuaku bukan Monster yang harus kau takuti, jadi kau tidak perlu takut dan khawatir seperti itu, eoh?” Nichkhun mengusap lembut rambut Victoria yang di biarkan terkurai.
“Aish..kau ini, aku tahu mereka bukan Monster, tapi bagaimana kalau nanti aku salah memakai baju? Atau mereka tidak menyukaiku? Ah…aku harus memilih pakaian yang bagus, yang mana yah…Ehm….ini…ah tidak…ini…terlalu seksi…kalau ini….” ucap Victoria terus memilih pakaian yang cocok untuk ia kenakan nanti malam.
“Hei..hei…lihat aku” Nichkhun menarik wajah Victoria dan mengarahkannya untuk menatap matanya dengan memegangi kedua pipi Victoria lembut.
“Kau cukup jadi dirimu sendiri saja, itu jauh lebih baik, eoh? Aku sangat yakin mereka pasti akan menyukaimu, arraso?” Nichkhun menatap jauh ke dalam ekor mata Victoria dan Victoria mengangguk pelan tanda mengerti.
“Tapi….kalau mereka tidak menyukaiku bagaimana?” tanya Victoria cemberut dan menunduk lemah.
“Aku sangat mengenal orang tuaku, meskipun mereka hanya orang tua angkatku. Jadi, percayalah apapun yang aku dan Naomi sukai, mereka pasti akan menyukainya karena mereka selalu ingin membuat anak-anaknya bahagia”
“Sepertinya orang tuamu benar-benar orang yang bijak” ucap Victoria mulai tenang.
“Maka dari itu, kau tidak perlu mengkhawatirkan mereka. Ayo, kau mau pilih baju yang mana?”
“Ehm….yang ini saja, sesuai dengan kepribadianku, Simple. Eotteokhae?
“Ok…” ucap Nichkhun menyatukan ibu jari dan telunjuknya membentuk huruf O.
“Setelah ini kita kemana?” tanya Victoria menunggu Nichkhun membayar pakaiannya di kasir.
“Kita akan makan siang dengan KyuMi Couple”
Aigo…sejak kapan kau mengikuti para penggemar dengan sebutan Couple seperti itu, huh? Sungguh kekanak-kanakkan”
“Sejak aku mengenalmu, bukankah kau menyukai hal yang kekanak-kanakkan?”
“Ish…kau ini selalu saja menjawab dengan jawaban maut seperti itu”
“Hehehehe….”
***
Eonni…” teriak Naomi pada Victoria yang baru tiba bersama Nichkhun.
“Nao…” Victoria melambai pada Naomi yang sudah duduk manis di samping Kyuhyun di salah satu meja di Cafetaria biasa mereka bertemu.
“Apakah kami terlambat?” tanya Victoria mencium kedua pipi Naomi dan Kyuhyun bergantian.
Anhio…kami juga baru tiba sepuluh menit yang lalu” jawab Naomi semangat.
“Kalian belum memesan makanan?” tanya Nichkhun melihat meja yang masih kosong.
Opseo…” Kyuhyun menggeleng.
Wae?”
“Tentu saja itu karena kami menunggu kalian, oppa?” sambar Naomi cepat.
“Kalau kalian lapar, kalian bisa pesan duluan. Tapi baiklah, biar aku panggil pelayannya. Hari ini biar oppa yang teraktir”
Jinja??” tanya Naomi antusias.
Geureumyeon…apakah oppa pernah berbohong dengan ucapan oppa?” Nichkhun membusungkan kepalanya.
“Huaaa…Kyunnie, kalau begitu dompetmu selamat hari ini, hihihi…” bisik Naomi pada Kyuhyun.
“Tch…kau berbisik atau apa? Kami masih bisa mendengarnya” ucap Nichkhun tertawa melihat tingkah adiknya.
Victoria dan Kyuhyun pun ikut tertawa melihat tingkah polos Naomi dan yang bersangkutan hanya mengerucutkan bibirnya kesal karena di tertawakan.
“Permisi, ini Menu yang kami sediakan di sini” ucap salah seorang pelayan menghampiri mereka.
“Kalian mau makan apa?” tanya Nichkhun membuka buku Menu.
“Aku pesan yang seperti biasa saja, Steak dan Strawberry Juice” jawab Naomi mengacungkan tangannya.
Nado…” sambung Kyuhyun.
“Errr…KyuMi Couple yang selalu kompak” ucap Nichkhun polos.
“KYUMI COUPLE?” tanya Naomi tidak mengerti.
“Eum..KyuMi, Kyuhyun dan Naomi”
Ige mwoya? Oppa, kau ini sungguh kekanak-kanakkan, ck….” Naomi mendecak dan melipatkan kedua tangannya di depan dadanya.
Wae? Bukankah itu sangat lucu?”
“Ah..ah..sudah, cepat kau mau pesan apa? Pelayannya sudah menunggu kita” sambar Victoria merebut buku Menu di tangan Nichkhun.
“Kalau begitu aku juga pesan Steak saja dan Lemon Tea” jawab Nichkhun akhirnya.
“Baiklah, kami pesan 4 Steak, 2 Strawberry Juice dan 2 Lemon Tea” ucap Victoria pada sang pelayan.
Ne...terima kasih untuk pesanannya, mohon di tunggu. Permisi”
Ne…” jawab mereka berempat serempak.
“Oh ya eonni, bagaimana perasaanmu akan bertemu dengan calom mertuamu nanti malam?” tanya Naomi antusias sambil menunggu pesanan yang sudah mereka pesan.
“Hua…Nao, kau malah menanyakan tentang itu. Tentu saja aku sangat gugup, bahkan jantungku rasanya ingin loncat dari tempatnya” ucap Victoria memegangi dadanya.
“Ahaha…kau ini lucu sekali, apa sampai seperti itu perasaanmu bertemu dengan orang tuaku?”
“Eum…karena jujur saja ini pertama kalinya aku bertemu dengan orang tua kekasihku. Karena dulu saat aku menjalin hubungan dengan Kyuhyun, aku belum sempat bertemu dengan orang tuanya, iya kan Kyu?”
“Eum…” Kyuhyun mengangguk mengiyakan.
“Ah..yah aku mengerti dan sepertinya aku juga akan merasakan hal yang sama denganmu jika nanti aku bertemu dengan orang tua Kyuhyun. Aaahh..eotteokhae?” Naomi menutup wajahnya dengan kedua punggung lengannya dan menggeleng-geleng.
“Kau takut, huh?” goda Kyuhyun melepaskan tangan Naomi dari wajahnya.
“Eum…” Naomi mengangguk manja.
“Kalau begitu aku akan bilang pada eomma untuk tidak menggigitmu”
“Eh?” pekik Naomi tidak mengerti.
“Iya, kau takut karena kau pikir orang tuaku Monster, bukan? Jadi, kalau kau takut, aku akan bilang pada eomma untuk tidak menggigitmu tapi memakanmu, hehe…”
“Ya…kau ini, aku serius bodoh” Naomi memukul-mukul punggung Kyuhyun dengan sendok.
“Ah..hyung tolong aku, ada tindak kekerasan Rumah Tangga”
“Hei…hei…sudah hentikan, malu di lihat orang-orang. Kalian ini, kalau mau bermain film India bukan di sini tempatnya”
MWO??” mata Naomi membulat menatap Nichkhun, hampir saja sendok yang sedang berada dalam genggamannya itu melayang ke arah Nichkhun, tapi beruntung sang pelayan tiba membawa pesanan mereka yang akhirnya Nichkhun selamat dari hantaman sendok di tangan Naomi.
“Selamat menikmati hidangan kami” ucap sang pelayan selesai menaruh semua pesanan di atas meja.
Ne…kamshamnida
***
“Kau sudah siap?” tanya Nichkhun menyodorkan lengannya pada Victoria saat mereka akan masuk ke dalam Restaurant di mana mereka akan bertemu dengan orang tua Nichkhun dan Naomi.
“Ah..aku masih gugup, eotteokhae?” Victoria mengipas-ngipaskan tangannya pada wajahnya yang kepanasan karena gugup.
“Ingat ucapanku Just Be Yourself, Ok?”
“Eum…”
“Sudah ayo kita masuk, mereka sudah menunggu kita”
Ne…Huuuuuft….” Victoria mengapit lengan Nichkhun dan menghembuskan nafasnya panjang sebelum akhirnya ia masuk ke dalam Restaurant itu.
Annyeonghaseyo…” Victoria memberi salam dengan sangat sopan pada kedua orang tua Nichkhun yang sudah datang lebih dulu. Dan di sana sudah ada Kyuhyun yang duduk di samping Naomi.
Annyeonghaseyo…” balas kedua orang tua Nichkhun bangkit dari tempat duduk mereka.
“Maaf kami sedikit terlambat” ucap Nichkhun mencium bibir eomma dan appa-nya bergantian.
Anhio…kami juga belum lama. Ayo silahkan duduk” jawab Ayah Nichkhun dan mempersilahkan Nichkhun dan Victoria untuk duduk.
Ne…”
“Khun-ah, tidak di sangka ternyata seleramu sangat tinggi. Victoria kau sangat cantik” ucap Ibu Nichkhun memegang lembut pipi Victoria yang duduk di sampingnya.
“Ah…kamshamnida eommanim” jawab Victoria tersipu.
“Kau pasti sangat merawat dirimu, kulitmu sangat lembut”
Ne? Ah…ye” Victoria menggangguk gugup.
Eomma, kita lanjutkan nanti saja, sekarang kita makan dulu, bagaimana?” ucap Nichkhun tiba-tiba yang menyadari kegugupan dari Victoria.
“Ah..iya eomma sampai lupa, baiklah sekarang kita makan dulu saja”
Appa dan eomma sangat senang bisa berkumpul dengan kalian seperti ini” ucap Ayah Nichkhun memulai pembicaraan saat mereka mulai menyantap makan malam mereka yang memang sudah di pesan sebelumnya.
“Eum…ini pertama kalianya eomma bertemu dengan pasangan dari anak-anak eomma, bukan begitu sayang?” sambung Ibu Nichkhun dan Naomi pada suaminya.
“Kau benar sayang. Oh ya, kalau appa boleh tahu, sudah berapa lama hubungan kalian?”
“Belum lama appa, hubunganku dengan Victoria baru berjalan beberapa bulan”
“Kalau hubungan kami, baru berjalan beberapa minggu” sambung Naomi.
“Wow…masih seumur jagung. Tapi appa harap hubungan kalian benar-benar serius karena kalau tidak…” ucap Ayah Nichkhun dan Naomi menatap anak-anaknya bergantian dengan tatapan penuh arti.
Nichkhun yang langsung bisa menebak apa yang akan di ucapkan oleh Ayahnya itu, langsung menggeleng pelan seolah memberikan isyarat tolong-jangan-katakan-hal-itu-sekarang.
“Kalau tidak kenapa abouji?” tanya Victoria spontan karena penasaran.
“Ah…anhio, maksud appa, kalau hubungan kalian tidak serius maka appa akan memukul kalian satu per satu” sambung Ayah Nichkhun di ikuti dengan tawanya.
Dan Victoria pun ikut tertawa, namun tidak dengan yang lain. Seolah mereka merasakan sedikit ketegangan dengan incident barusan.
“Oh ya, kapan-kapan kita adakan liburan bersama bagaimana?”
“Ah sayang, ide yang bagus, eomma setuju. Nao, Khunnie-ah, eotteokhae?” tanya sang Ibu pada kedua anaknya itu bergantian.
“Kalau untuk itu kami harus menyesuaikan jadwal kami dulu, karena kesibukan kami berbeda. Lain kali, kalau memang bisa akan kami usahakan, bukan begitu kan sayang? Dan Kyu?” tanya Nichkhun menatap Victoria dan Kyuhyun bergantian.
Ne…Nichkhun benar, terkadang aku sibuk dengan syuting-ku, tapi akan aku usahakan jika ada waktu luang, akan ku beritahu pada kalian” jawab Victoria.
“Benar, jadwalku dengan Nichkhun hyung berbeda, jadi terkadang aku ada waktu luang tapi hyung tidak ada dan begitu sebaliknya. Tapi, jika tepat kami sama-sama ada waktu, mungkin aku akan memberitahukannya pada Nichkhun hyung” sambung Kyuhyun.
“Ah..begitu, baiklah tidak masalah. Lain kali kita bicarakan lagi”
Eommanim, abouji…maaf, aku mau ke Toilet dulu sebentar. Permisi” pamit Victoria pada kedua orang tua Nichkhun.
“Apa perlu Nichkhun mengantarmu sayang?”
“Ah..anhio eommanim, aku sendiri saja”
“Maaf, aku juga mau ke Toilet dulu sebentar. Permisi” Kyuhyun ikut pamit untuk pergi ke Toilet saking gugupnya.
“Khunnie-ah, kapan kau ada rencana untuk melamar Victoria?” tanya Ayah Nichkhun tiba-tiba setelah Victoria dan Kyuhyun pergi ke Toilet.
Appa…hubunganku dengan Victoria baru berjalan beberapa bulan, kami masih butuh waktu untuk lebih saling memahami. Lagipula, untuk beberapa waktu ke depan aku akan sibuk dengan album baruku, jadi aku belum memikirkan hal itu sekarang. Tapi appa tenang saja, hubunganku dengan Victoria benar-benar serius, seperti yang pernah aku bilang, aku sangat mencintainya”
“Khunnie-ah, mungkin maksud appa-mu, usiamu sekarang sudah sepantasnya kau menikah. Kau sudah memiliki Victoria, lalu apalagi yang kau tunggu? Lagipula, eomma sudah tidak sabar ingin segera menimang cucu”
Eomma, aku yakin oppa bukan tidak ingin menikah, tapi oppa benar-benar ingin tanggung jawab dengan pilihannya. Ketika dia memutuskan untuk menjadi seorang Entertainer, berarti dia juga harus bertanggung jawab dengan semua tugas-tugasnya sebagai seorang Entertainer. Lagipula, Victoria eonni juga sangat mendukung oppa, dia akan sabar menunggu oppa. Jadi, eomma dan appa tidak perlu khawatir, aku yakin jika memang sudah saatnya, maka mereka juga akan menikah, benar kan oppa?” tanya Naomi pada Nichkhun, berusaha untuk mencairkan suasana yang mulai terasa tegang.
Ne…” jawab Nichkhun singkat tanpa menatap Ayahnya yang kini sedang menatapnya serius.
“Tapi kalian masih ingat dengan perjanjian kita, kan? Ingat, jika dalam waktu enam bukan kalian tidak menemukan orang yang kalian cintai, maka kalian harus menerima keputusan appa untuk menikahkan kalian”
Appa, bukankah kita sudah menemukan orang yang kami cintai? Aku sangat mencintai Victoria dan Naomi sangat mencintai Kyuhyun, lalu apalagi?” tanya Nichkhun terkejut.
“Tidak Khunnie-ah, yang kami inginkan sebenarnya adalah kalian menikah dengan orang yang kalian cintai dalam waktu enam bulan ini, jika tidak maka kalian harus menikah” sambung Ibu Nichkhun dan Naomi.
MWO??” kejut Naomi dan Nichkhun bersamaan dengan nada naik satu oktaf.
PRAAANG…
Ponsel yang sedang di genggam Victoria tiba-tiba jatuh dan berserakan. Victoria dan Kyuhyun yang baru kembali dari Toilet, ternyata tidak sengaja mendengarkan apa yang baru saja di bicarakan oleh mereka. Tentang perjodohan yang sama sekali Victoria tidak pernah tahu tentang hal itu dari Nichkhun. Dan semua orang kini menatap Victoria kaget.
“Maaf, sepertinya aku agak kurang baik, aku akan pulang lebih dulu. Eommanim, abouji terima kasih untuk makan malamnya, permisi” ucap Victoria bergetar menahan air matanya, mengambil tas tangannya yang ia taruh di atas meja dan pamit pada kedua orang tua Nichkhun dan Naomi sebelum ia pergi dari sana.
“Sayang tunggu…” ucap Nichkhun mengambil ponsel Victoria yang berserakan dan mengejar gadisnya.
“Vic…Victoria…” teriak Nichkhun mencoba mengejar Victoria yang berlari keluar Restaurant.
Victoria yang kalut, akhirnya menyetop Taksi yang melintas di depan Restaurant, tanpa menghiraukan Nichkhun yang masih mengejarnya di belakang, Victoria langsung naik ke dalam Taksi yang berhenti di hadapannya.
“Vic..tunggu, aku bisa menjelaskan semuanya, Vic….buka dulu pintunya..Vic aku mohon” Nichkhun menggedor-gedor jendela Taksi itu, namun Taksi itu semakin melaju sesuai dengan perintah Victoria yang tetap tidak ingin membukakan pintu untuk Nichkhun.
Hyung, bagaimana?” tanya Kyuhyun yang ternyata ikut mengejar mereka dengan nafasnya yang terengah-engah.
“Dia tidak mau mendengarku”
“Kau susul saja dia dengan mobilku” tawar Kyuhyun mengeluarkan kunci mobilnya dari saku celananya.
“Tidak perlu, biarkan saja. Percuma aku bicara sekarang, dia pasti tidak akan mendengarkanku. Aku akan menemuinya besok, sudahlah kita kembali saja ke dalam. Kasihan Naomi pasti mengkhawatirkan kita di dalam” Nichkhun memeluk pundak Kyuhyun dan mengajaknya untuk kembali masuk ke dalam Restaurant.
“Baiklah”
Oppa, bagaimana dengan Victoria eonni?” tanya Naomi cemas saat melihat Nichkhun dan Kyuhyun kembali.
“Dia sudah pergi” jawab Nichkhun lemas.”Eomma, appa maaf aku tidak bisa menemani kalian lama-lama di sini, aku mau pulang. Aku permisi” pamit Nichkhun pada kedua orang tuanya dan berlalu dari sana.
“Khun-ah….” panggil Ibu Nichkhun, namun Ayahnya langsung meremas pundak istrinya itu.
“Biarkan, kita bicara dengannya besok saja. Biarkan dia menenangkan pikirannya dulu”
“Sayang, bagaimana ini? Tidak seharusnya kita membicarakan hal itu tadi”
“Sudahlah semuanya sudah terjadi” jawab Ayah Naomi memeluk istrinya.
“Kyuhyun-ah” panggil Ayah Naomi pada Kyuhyun yang masih duduk di samping Naomi dengan gugup.
“Apa kau juga mendengar semuanya?”
“Maaf sebelumnya abouji kalau aku lancang, tapi tadi aku dan Victoria benar-benar tidak sengaja mendengarnya” ucap Kyuhyun menunduk menyesal.
“Tidak apa-apa, kami yang salah. Tidak seharusnya kami merusak acara kita dengan pembicaraan seperti itu. Tapi, kalau aku boleh tahu, bagaimana tanggapanmu tentang hal itu?”
“Aku sebenarnya sudah tahu tentang hal itu”
Mwo? Maksudmu kau sudah tahu kalau aku dan oppa di jodohkan?” tanya Naomi terkejut.
“Eum…” Kyuhyun mengangguk mengiyakan.
“Lalu, siapa yang memberitahumu?” tanya Ayah Naomi penasaran.
“Nichkhun hyung, sebelum dia pergi ke Jepang beberapa bulan lalu, dia menceritakannya padaku tentang hal ini. Aku juga cukup terkejut, tapi hyung menyuruhku untuk tidak mengkhawatirkannya, karena…”
“Karena?” tanya Naomi sangat penasaran.
“Karena hyung bilang, aku yang pasti akan menikah dengan Naomi” ucap Kyuhyun ragu.
Hening sejenak, setelah Kyuhyun selesai dengan ucapannya.
“Baiklah, bagus kalau kau memang sudah mengetahuinya. Aku hanya mengingatkanmu, kalau kau memang benar-benar mencintai putriku, maka jangan tunggu lama lagi, kau harus segera menikahinya karena ini adalah permintaan terpenting dari Ibu Naomi, kau mengerti maksudku, kan?”
Ne, abouji aku mengerti” jawab Kyuhyun tanpa berani menatap mata Ayah Naomi.
“Sekarang kalian pulanglah, kalian pasti tegang dengan incident tadi. Kau antarkan Naomi pulang duluan, biar aku dan istriku menyusul kalian”
Ne, abouji kalau begitu kami permisi dulu”
Eomma, appa, aku pulang” pamit Naomi tidak semangat.
***
Tok..tok…tok…
Oppa, apa kau sudah tidur?” tanya Naomi menempelkan telinganya di daun pintu kamar Nichkhun.
“Belum, masuklah pintunya tidak di kunci” jawab Nichkhun lemas dari dalam kamarnya.
“Huaaa…sudah lama sekali aku tidak ke kamar ini, aku merasa kamar ini semakin nyaman saja” ucap Naomi menerobos masuk dan duduk di atas kasur Nichkhun dan melompat-lompat pelan.
“Katakan saja” ucap Nichkhun tiba-tiba, yang masih sibuk membenarkan ponsel Victoria.
“Eh? Katakan apa?” tanya Naomi bingung.
“Aku tahu kau ke sini pasti karena ada sesuatu yang ingin kau katakan, bicaralah?”
“Ehmmm….aku…” ucap Naomi menautkan kedua telunjuknya ragu.
“Aku ke sini hanya ingin tahu, bagaimana keadaanmu setelah incident tadi di Restaurant?” tanya Naomi hati-hati.
“Seperti yang kau lihat” Nichkhun menghela nafas dan menaruh ponsel yang baru selesai ia perbaiki di lacinya dan membaringkan tubuhnya di atas kasur.
“Kau belum menghubungi Victoria eonni?”
“Bukankah ponselnya baru ku perbaiki barusan?”
“Ah..iya yah aku lupa” Naomi menggaruk-garuk kepalanya.
“Lalu bagaimana dengan Kyuhyun?” tanya Nichkhun menyenderkan kepalanya ke kedua lengan yang ia taruh di belakang kepalanya.
“Oh ya, oppa ada yang ingin kau tanyakan padamu”
“Apa?”
“Apakah benar kau sudah memberitahu Kyuhyun tentang perjodohan ini?”
“Apakah Kyuhyun yang mengatakannya?”
“Ya, aku sedang bertanya padamu, kenapa kau suka sekali membalikkan pertanyaan orang lain?”
“Iya, aku sudah memberitahu Kyuhyun sebelum aku pergi ke Jepang beberapa waktu lalu”
“Berarti dia benar” gumam Naomi pada dirinya sendiri.
Mwo?”
“Ah…anhio….Eum, oppa lalu apa yang akan kau lakukan dengan Victoria eonni?”
“Apanya yang apa? Tentu aku akan menjelaskan yang sebenarnya padanya, perjodohan itu tidak akan pernah terjadi, karena aku sangat mencintainya”
“Aahhh…bagus sekali oppa, kau memang oppa-ku” ucap Naomi semangat dan mencubit hidung Nichkhun.”Eum..oppa, aku sependapat denganmu, perjodohan itu tidak akan pernah terjadi. Ahh…lagipula aku kesal sekali pada eomma dan appa, kenapa mereka harus membicarakan hal itu saat pertemuan pertama dengan Kyunnie dan Victoria eonni? Benar-benar merusak suasana saja, huft…” Naomi menghentak-hentakkan kakinya kesal dan mengerucutkan bibirnya.
“Semuanya sudah terjadi, mau marah pun sudah tidak ada gunanya. Sekarang kita pikirkan saja bagaimana caranya agar eomma dan appa menghilangkan tentang perjodohan itu dari pikiran mereka” Nichkhun mengacak-ngacak rambut Naomi gemas.
“Ah..kau benar, pokoknya aku tidak akan pernah melepaskan Kyunnie-ku” ucap Naomi mantap memeluk dirinya sendiri.
“Haha..,Kyuhyun sepertinya sudah berhasil membuat adikku ini terperangkap dalam cintanya” giliran Nichkhun mencubit hidung Naomi.
“Eum…temanmu itu sudah membuatku bodoh karena mencintainya”
“Bodoh? Kenapa bodoh?”
“Iya bodoh, bodoh karena aku sering tersenyum-senyum sendiri kalau sedang mengingat kejadian menyenangkan bersamanya, bodoh karena aku sering mengajak fotonya berbicara, bodoh karena aku uring-uringan jika dia tidak menghubungiku sehari saja”
“Hahaha…separah itukah? Hahaha…Nao, Nao ternyata kau benar-benar sudah dewasa tapi sikapmu itu masih tetap saja kekanak-kanakkan, kau terlalu polos” Nichkhun mengacak-ngacak lagi rambut Naomi.
Wae? Bukankah cinta juga bisa membuat kita seperti anak kecil?
“Iya kau benar, tapi itu berlaku hanya untuk dirimu saja, hihi…”
“Ya…kau juga oppa, kau juga terkadang seperti anak kecil, kan? Kau juga sering tersenyum-senyum sendiri jika sudah selesai bicara dengan Victoria eonni di telefon? Lalu, aku pernah melihatmu merengek pada Victoria eonni untuk di peluk, eoh? Dan…”
“Yayaya….sudah cukup, kau mau bermain-main denganku, huh? Kemari, biar kau tahu hukuman apa yang akan aku berikan jika kau berani mengatakannya lagi” Nichkhun menarik tangan Naomi dan menggelitiki tubuh adiknya itu tanpa ampun.
“Ahahaha..oppa ampun, ampun, iya aku tidak akan mengatakannya lagi, ahahahha,,,kenapa kau sangat mirip sekali dengan Victoria eonni, hahaha..oppa hentikan, ampun…”
“Tidak ada ampun bagimu, Nao….” ucap Nichkhun melanjutkan aksinya.
Di luar sana, Ayah dan Ibu Naomi ternyata sedang menyaksikan kebersamaan kedua anaknya itu. Mereka saling memandang dan tersenyum, seolah mereka lega kedua anaknya sudah bisa tertawa lagi. Padahal sebelumnya mereka sangat menyesal dengan perbuatan mereka yang telah merusak suasana makan malam tadi dan menyakiti perasaan anak-anaknya.
“Sepertinya mereka benar-benar sudah dewasa, Nichkhun dan Naomi benar-benar tidak akan bisa di pisahkan sebagai adik dan kakak” ucap Ibu Naomi berada dalam pelukan suaminya sambil memandangi Naomi dan Nichkhun yang tidak menyadari keberadaan mereka di balik pintu kamar Nichkhun.
“Kau benar, sudah sepantasnya mereka memilih apa yang mereka cintai. Karena selamanya, perasaan mereka hanya sebagai seorang adik dan kakak saja”
“Eum….”
***
Ting Nong…Ting Nong…
“Ne…chakkamanyo…” jawab Victoria lemas.
Ting Nong…Ting Nong…
Ne..chak…Eommanim?” belum ia membuka pintu, ia sudah di kejutkan ketika melihat di layar monitor ternyata Ibu Nichkhun lah yang datang.
“Ehem…ehem…” Victoria berdeham untuk menetralkan suaranya yang sedikit serak. Ia juga merapihkan rambut dan dirinya sebelum membuka pintu.
Eommanim…Annyeonghaseyo…” sapa Victoria ketika pintu itu sudah terbuka dan ia sudah berhadapan dengan calon mertuanya.
“Ne,,,annyeonghaseyo…Victoria, mukamu pucat sekali, kau sakit?” tanya Ibu Nichkhun cemas dan memegangi pipi Victoria.
Anhio eommanim, aku tidak sakit. Oh ya, eommanim tahu dari mana aku tinggal di sini? Apakah Nichkhun yang memberitahu eommanim?”
Anhio, bukan dia. Bahkan Khunnie tidak tahu eomma datang ke sini”
“Ah..begitu. Eum…oh ya eommanim masuklah” Victoria mempersilahkan beliau untuk masuk.
Appartement-mu lumayan besar, apa kau tinggal sendirian di sini?” tanya Ibu Nichkhun mengamati ruangan Appartement Victoria.
Ne,,di sini aku tinggal sendirian. Silahkan duduk, aku ambilkan minum dulu”
“Apa kau tidak kesepian hidup di Appartement sebesar ini sendirian?”
“Aku sudah tinggal di sini bertahun-tahun, memang awalnya aku merasa kesepian, tapi sekarang aku sudah terbiasa. Eommanim ini minumnya” jawab Victoria kembali dari dapur dan menaruh segelas teh hangat di atas meja.
Ne..gomawoyo
“Maaf aku tidak punya apa-apa, aku tidak tahu kalau Eommanim akan ke sini”
Anhio gwaenchanayo, kau tidak perlu repot-repot. Aku ke sini hanya ingin melihat keadaanmu, aku khawatir soal kemarin. Kau tidak apa-apa, kan?” Ibu Nichkhun menggenggam tangan Victoria dan memandangnya dengan lembut.
“Ne, nan gwaenchanayo. Eommanim tidak perlu mengkhawatirkanku”
Anhio, bagaimana mungkin aku tidak mengkhawatirkan calon menantuku”
ucap beliau membelai lembut rambut Victoria.
Victoria terdiam, dia terharu mendengar ucapan Ibu Nichkhun barusan. Tapi ia juga tidak bisa memungkiri hatinya yang saat ini sakit, sakit mendengar berita yang benar-benar tidak ia sangka sebelumnya.
“Victoria, eomma ke sini ingin meminta maaf padamu soal kemarin malam. Eomma dan appa sangat menyesal, tidak seharusnya kemarin kami mengatakan hal itu di acara makan malam kita. Tapi eomma mohon, beri eomma kesempatan untuk menjelaskan semuanya padamu, kau mau mendengarkan eomma, kan?”
Ne eommanim, silahkan”
“Terima kasih…Begini, sebelumnya kau pasti sudah tahu bukan kalau Nichkhun, bukanlah anak kandung eomma?”
Ne…Nichkhun sudah mengatakannya padaku”
“Iya, dia adalah anak yang kami angkat belasan tahun yang lalu. Tapi meskipun begitu, kasih sayang kami padanya, sama seperti pada anak kandung kami sendiri. Tapi ketika Naomi lahir dan dia tumbuh bersama Nichkhun, kami melihat kedekatan mereka seperti tidak bisa di pisahkan. Nichkhun sudah sangat mengerti tentang Naomi melebihi kami yang orang tuanya sendiri. Oleh karena itu, saat itu eomma dan appa mempunyai pikiran untuk menjodohkan mereka, karena kami yakin hanya Nichkhun lah yang bisa menjaga Naomi dengan baik. Tapi setelah melihatmu dan juga Kyuhyun kemarin, dugaan kami salah. Ternyata kami tidak memaksakan lagi keinginan kami untuk menjodohkan mereka, eomma bisa melihat kalau Nichkhun sangat mencintaimu begitu juga Naomi sangat mencintai Kyuhyun. Jadi, tadi malam eomma dan appa sudah sepakat untuk membatalkan perjodohan itu selamanya” Ibu Nichkhun mengakhiri kalimatnya dengan menyentuh pipi Victoria lembut, menunggu jawaban apa yang di berikan oleh gadis itu.
Eommanim, sebenarnya aku tidak menyalahkan eommanim dan abouji untuk menjodohkan mereka, karena pada kenyataannya Nichkhun dan Naomi memang sangat dekat. Semalam aku hanya terkejut saja dan…dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Maaf jika semalam aku merusak acara makan malam kita dan pergi begitu saja, maaf” Victoria menunduk menyesal.
Anhio kau tidak salah sayang, kami yang salah. Kami sangat mengerti bagaimana perasaanmu, oleh karena itu eomma datang ke sini untuk menjelaskannya padamu. Kau percaya dengan apa yang eomma ucapkan tadi, kan?”
Ne eommanim, bagaimana mungkin aku tidak percaya dengan ucapan eommanim?”
Aigo..kau benar-benar sangat baik, tidak salah Nichkhun sudah memilihmu. Eomma jadi tidak sabar ingin kalian segera menikah” ucap Ibu Nichkhun memeluk Victoria. “Oh ya, apa kau sudah sarapan?” tanya Ibu Nichkhun melepaskan pelukannya.
“Belum…” jawab Victoria sambil menggelengkan kepalanya.
“Kebetulan eomma tadi membawa sup untukmu, sebaiknya kau sarapan dulu yah” ucap beliau mengambil rantang yang ia taruh di atas meja.
“Ah tapi aku…”
“Kau jangan menolak, pokoknya kau harus makan, eoh?”
“Ehm…baiklah”
“Ini, makanlah yang banyak. Kau kan pasti sibuk, jadi kau harus menjaga kesehatanmu agar tidak sakit” ucap Ibu Nichkhun menaruh supnya ke dalam mangkuk dan menyerahkannya pada Victoria.
Ne, kamshamnida eommanim
Ting Nong…Ting Nong…
Baru Victoria akan menyantap supnya, tapi bel Appartement-nya tiba-tiba berbunyi lagi.
“Ah…maaf, aku buka pintu dulu” ucap Victoria bangkit dan menghampiri pintu.
“Nichkhun?” gumam Victoria terkejut melihat Nichkhun di layar monitornya.
“Siapa yang datang sayang?” teriak Ibu Nichkhun dari dalam.
Ne..? Nichkhun eommanim” balas Victoria sebelum membuka pintu.
Morning…” sapa Nichkhun mengeluarkan se-Bouqet bunga Rose yang ia sembunyikan di balik punggungnya.
Morning…” jawab Victoria dingin.
“Ini untukmu” Nichkhun menyerahkan bunganya pada Victoria.
Gomawo” Victoria meraihnya namun tidak menciumi bunga itu seperti biasanya.
“Kau tidak akan membiarkanku…”
“Khunnie-ah?” teriak Ibu Nichkhun yang menghampiri ke pintu.
Eomma?” kejut Nichkhun melihat Ibunya berada di sana. “Eomma, eomma sedang apa di sini?” tanya Nichkhun.
“Kenapa kau terkejut seperti itu? Apakah salah jika eomma ingin mengunjungi tempat tinggal calon menantu eomma?”
“Bukan begitu maksudku tapi…”
“Ah..sudahlah, kau jangan banyak bicara, ayo cepat masuk. Oh ya Victoria, eomma dengar kau pintar memasak yah? Kau mau eomma ajarkan membuat makanan kesukaan Nichkhun?” ucap Ibu Nichkhun menarik lengan Victoria untuk masuk.
Dan Nichkhun masih dalam kebingungannya dengan kehadiran Ibunya di Appartement Victoria.
Ne? Ah..boleh eommanim, memang apa makanan kesukaan Nichkhun? Bukankah samgyeopsal?”
“Bukan, tapi ini makanan Thailand. Kau tahu dia sangat menyukai makanan Thailand yang satu ini, namanya Phad Thai”
“Ah…benarkah? Kalau begitu aku belum tahu banyak tentangnya”
Ne? Ahhh…anhio, karena memang tidak ada orang lain yang tahu tentang makanan kesukaannya ini, bahkan teman-teman 2PM nya pun tidak tahu” ucap Ibu NIchkhun sedikit merasa bersalah.
Eomma, apa kau sengaja membawa semua itu ke sini?” tanya Nichkhun terkejut saat melihat Ibunya mengeluarkan bebarapa bahan makanan untuk membuat Phad Thai dari Paper Bag yang di bawanya.
Geureumyeon, eomma memang sengaja ingin mengajarkannya pada calon menantu eomma. Sayang, cepat habiskan dulu makanmu”
Ne…eommanim
“Sayang, kau baik-baik saja, kan? Apakah eomma mengatakan sesuatu padamu?” bisik Nichkhun pada Victoria saat Ibunya sedang di dapur.
“Nanti saja kita bicaranya” jawab Victoria pelan dan melanjutkan menyantap sup pemberian Ibu Nichkhun.
Beberapa menit kemudian, Victoria dan Ibu Nichkhun sudah berada di dapur. Mereka terlihat sudah begitu akrab meskipun itu adalah kedua kalinya mereka bertemu. Ibu Nichkhun mengajarkan Victoria membuat makanan kesukaan Nichkhun.
Eomma, ada yang bisa aku lakukan?” tanya Nichkhun menghampiri Ibunya dan Victoria.
Oppseo…sudah sana, kau tunggu saja di ruang tengah menonton TV. Ini acara kami, kau jangan ikut campur” ucap Ibu Nichkhun mendorong tubuh putranya itu untuk menjauh.
“Ckck…apakah semua wanita akan seperti ini jika sudah asyik berada di dapur? Ya sudah, aku tunggu di ruang TV saja” ucap Nichkhun berdecak, namun tidak ada yang memberinya jawaban apapun.
“Selesai….” ucap Ibu Nichkhun semangat saat setengah jam kemudian mereka selesai membuat Phad Thai kesukaan Nichkhun.
High Five…” Ibu NIchkhun mengangkat kelima jarinya ke arah Victoria.
“Euh?” Victoria sempat terkejut, namun akhirnya ia ikut mengangkat kelima jarinya untuk High Five dengan calon mertuanya itu.
“Oh ya sebaiknya kau panggil Nichkhun, dia pasti sudah kelaparan”
Ne eommanim” jawab Victoria dan berlalu dari dapur menuju ruang tengah.
“Khunnie-ah, ppalli ireona…Khunnie-ah” panggil Victoria sambil mengguncang-guncangkan tubuh Nichkhun yang ternyata tertidur di atas sofa.
“Eum…” jawab Nichkhun malas dan dengan spontan menarik tubuh Victoria ke dalam pelukannya.
“Yayaya…lepaskan” erang Victoria memukul-mukul tubuh Nichkhun.”Ya bangun, di sini ada Ibumu” bisik Victoria masih memukul tubuh Nichkhun.
“Khun…” panggil Ibu Nichkhun tiba-tiba, namun langkahnya terhenti saat ia melihat adegan yang baru ia lihat di depannya.
“Ah…eommanim” dengan spontan Victoria mendorong tubuh Nichkhun dengan keras sehingga Nichkhun terjatuh ke lantai dan membuka matanya.
“Auw….” Nichkhun meringis memegangi punggungnya yang kesakitan.
“Hihihi…good job menantuku” ucap Ibu Nichkhun terkekeh dan mengacungkan jempolnya pada Victoria dan Victoria hanya bisa tersenyum gugup melihatnya.
“Khun-ah ayo cepat bangun, ini makanan kesukaanmu sudah jadi” ucap Ibu Nichkhun menaruh dua piring Phad Thai yang baru di buatnya bersama Victroia di atas meja makan.
“Eummm…baunya wangi sekali, masakan calon istriku pasti enak” ucap Nichkhun menciumi Phad Thai di depannya yang masih mengepulkan asap tipis.
“Errrr..jadi kau pikir masakan eomma tidak enak, huh?” Ibu NIchkhun memincingkan matanya menatap NIchkhun.
Anhio…masakan eomma-ku juga enaaaaaaak sekali, hehe….” jawab Nichkhun menghampiri Ibunya dan memeluknya dengan manja.
Victoria yang melihatnya hanya bisa tersenyum, ia merasakan kehangatan dalam hatinya melihat keakraban dari calon suami dan calon Ibu mertua di depannya itu yang saling menyayangi.
“Sudahlah ayo cepat makan, nanti masakannya menjadi dingin, tidak akan enak”
Ne, akan aku habiskan semuanya” ucap Nichkhun semangat. “Euuummm….apa ku bilang, masakan Victoria pasti enak. Eomma apakah ini benar-benar Victoria yang membuatnya?” tanya Nichkhun antusias sambil menyantap Phad Thainya dengan lahap.
“Eum…eomma hanya memberinya komando, tapi dia yang memasaknya. Calon menantu eomma ini ternyata bisa dengan cepat menyerap dan belajar sesuatu yang baru, eomma bangga padamu anakku” ucap Ibu Nichkhun memeluk Victoria.
“Ah…anhio eommanim, justru sepertinya aku masih harus belajar banyak dari eommanim
“Kau tenang saja, kalau nanti kau sudah menikah dengan Nichkhun, eomma pasti akan mengajarimu lebih banyak lagi, eoh?”
“Benar eomma, Victoriaku memang yang paling pintar, bukan?”
“Jangan banyak bicara, makannya cepat kau nikahi dia” ucap Ibu Nichkhun melempari Nichkhun dengan celemek yang masih menempel pada tubuhnya.
“Hehehehe…iya eomma aku pasti akan segera menikahinya” jawab Nichkhun memandang Victoria penuh arti. Namun orang yang di pandangnya itu, memalingkan pandangannya, menghindari tatapan Nichkhun yang membuat pipinya merona dalam seketika.
***
“Aku sudah ada di depan taman Lavender, kau di mana?”
Naomi mengirim pesan singkatnya pada Kyuhyun.
Hari ini Kyuhyun mengajak Naomi untuk bertemu di taman Lavender, karena Kyuhyun bilang ada sesuatu yang ingin ia berikan untuk Naomi. Lima menit, sepuluh menit, hingga lima belas menit Naomi menunggu tapi tidak ada balasan dari Kyuhyun. Akhirnya Naomi memutuskan untuk menelefon Kyuhyun, namun tidak ada jawaban dari orang yang di hubunginya itu.
“Sebenarnya kau ke mana, CHO KYUHYUN?” tanya Naomi pada ponselnya sendiri.
Naomi mengedarkan pandangannya ke sekeliling area Parkir, namun belum juga ada mobil yang datang. Bahkan ia baru menyadari kalau ternyata di sana hanya mobil miliknya yang terparkir.
“Aneh, kenapa hari ini taman ini sepi? Biasanya ramai?” gumam Naomi sambil menghentakkan kakinya ke tanah.
Naomi melirik jam di layar ponselnya, pukul 10.25, karena mulai merasa bosan akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke dalam taman itu dan menunggu Kyuhyun di sana.
Lima langkah kakinya masuk ke dalam taman itu, tiba-tiba ia mendongak melihat satu balon terbang dari tengah hamparan bunga Lavender itu. Naomi menautkan alisnya bingung, apakah di sana ada seseorang yang menerbangkannya? Naomi akhirnya memutuskan untuk melangkah lebih jauh lagi, tapi tiba-tiba ia melihat lagi balon yang terbang dari tempat yang sama. Tapi kali ini balon itu membawa spanduk kecil yang bertuliskan sebuah huruf.
“W…?” ucap Naomi menyebutkan huruf yang tertera di spanduk di bawah balon itu.
“I…L…L…Will?” Naomi dengan spontan menyatukan satu per satu huruf dari balon itu membentuk menjadi sebuah kata. Dan tiba-tiba, ada balon yang di terbangkan lagi dengan huruf-huruf yang berbeda.
“Y…O…U…You? M…A…R…R…Y….MARRY?” jantung Naomi sudah mulai bekerja dengan tidak wajar, ia mulai menangkap sesuatu dari barisan kata-kata itu. Namun karena penasaran, ia menunggu balon-balon itu lagi.
“M….E…Me?”
Dan tidak lama kemudian, bukan hanya satu balon tapi ada banyak balon yang di terbangkan sekaligus dengan membawa spanduk panjang di bawahnya dan bertuliskan kalimat lengkap dari huruf-huruf yang di susun tadi “WILL YOU MARRY ME, NAOMI?” itulah kata yang tertera di spanduk itu.
Dan seketika tubuh Naomi terasa lemas, ia hampir terjatuh ke tanah. Namun ia coba untuk berdiri ketika hatinya tertuntun untuk melangkah menuju siapa orang yang telah melakukan hal itu untuknya. Naomi melangkah dengan perlahan, dan tidak lama kemudian seseorang sudah berdiri di hadapannya sambil tersenyum lebar. Seseorang yang sangat di kenalnya, seseorang yang sangat berarti untuknya, seseorang yang sanggup membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya.
“Kyunnie-ah” ucap Naomi menyebutkan nama orang itu.
Will you marry me, Naomi?” Kyuhyun menghampiri Naomi dan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Sebuah kotak kecil berwarna merah. Kyuhyun membuka kotak itu, benda kecil memancarkan kemilaunya dari balik kotak itu, sebuah cincin putih bermutiara kecil di tengahnya.
“Kyunnie-ah” Naomi menutup mulutnya yang menganga dengan kedua punggung lengannya , ia tidak menyangka dengan apa yang Kyuhyun lakukan padanya, melamarnya.
“Nao, aku benar-benar tidak ingin kehilanganmu lagi untuk kedua kalinya. Jadi, aku ingin segera menikahimu, ayahmu benar kalau sepertinya kita tidak perlu menunggu lama lagi. Nao, maukah kau menikah denganku?” ulang Kyuhyun menatap mata Naomi dalam.
“Kyunnie-ah, tapi bagaimana dengan karirmu? Karirmu sedang berada di puncaknya, apa kau rela meninggalkan semuanya begitu saja?”
“Aku sudah membicarakannya dengan orang tuaku, Manager-ku, Management-ku dan semua teman-temanku, mereka semua menyerahkan semuanya padaku, walaupun mereka sangat berat untuk melepaskanku, tapi bagiku kau adalah segalanya”
“Tapi bagaimana dengan penggemar-penggemarmu?”
“Aku sudah meninggalkan pesan di akunku, aku meminta ijin pada mereka. Memang banyak yang mengatakan mereka patah hati jika aku menikah dan banyak yang melarangku untuk keluar dari Super Junior, tapi sebagian dari mereka banyak juga yang memberikanku dukungan karena mereka mengatakan mereka mencintaiku, kebahagiaanku adalah kebahagiaan bagi mereka juga”
“Benarkah? Apakah kau tidak peduli jika nanti akan banyak orang yang berbalik membencimu karena telah mengecewakan mereka?”
“Jujur aku pasti sedih sudah membuat mereka kecewa, tapi aku akan jauh lebih menyesal jika aku harus rela kehilanganmu lagi”
“Kau….kau benar-benar membuatku tidak bisa mengatakan apa-apa lagi Kyunnie-ah, aku…” ucap Naomi gugup dan ia tidak tahu apa yang harus di ucapkannya lagi, namun akhirnya ia memeluk Kyuhyun dengan erat dan ia menangis karena terharu.
“Aku akan menjadi wanita paling bodoh di dunia jika aku menolak lamaranmu, Cho Kyuhyun” ucap Naomi melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun malu-malu.
“Benarkah? Jadi, kau?”
“Eum…kemarikan cincinnya, tidak boleh ada yang memilikinya selain aku” Naomi merebut kotak cincin di tangan Kyuhyun.
“Tch….” Kyuhyun mendecak melihat tingkah polos Naomi.
“Wooooww…cincinnya indah sekali?” Naomi memandangi cincinnya dengan takjub.
“Apa kau suka?”
“Eum…tentu saja, wanita mana yang tidak akan suka di beri perhiasan seindah ini”
“Haha…kau benar, sini biar aku pakaikan” Kyuhyun merebut kotaknya lagi dan menyematkan cincin itu di jari manis Naomi.
Yeppeoda…” Naomi mengaggumi cincin yang sudah menempel dengan manis di jarinya. “Gomawo Kyunnie-ah” Naomi mempertontonkan barisan giginya yang putih.
“Kau tidak melakukan itu lagi untukku?”
“Melakukan apa?” tanya Naomi tidak mengerti.
“Ini…” jawab Kyuhyun menunjuk pipi kanannya sendiri.
MWO?? Shireoyo…cukup sekali saja”
“Hei…bukankah aku sudah melamarmu? Kau harusnya memberikan itu lagi padaku” rengek Kyuhyun manja.
Shireo” Naomi memalingkan tubuhnya membelakangi Kyuhyun.
“Aish…kau ini. Baiklah kalau kau tidak mau melakukannya” ucap Kyuhyun membalikkan tubuhnya sambil cemberut. “Biar aku yang melakukannya” sambungnya sambil mencium pipi Naomi dengan cepat dan berlari.
“YA CHO KYUHYUN…” teriak Naomi kesal mengejar Kyuhyun yang sudah lari dari hadapannya.
***
Author Note : Annyeoooooong…..author kembali membawa IRY part 6 nya..sesuai janji author kalo part 6 ini part ending dan author bikin jadi dua bagian….6a dan 6b…sebenernya 6a udah beres dari beberapa hari lalu,cuma tadinya author mau post sekaligus, tapi karena takut kalian nunggu lama jadi author post aja skr,,dan untuk part 6 b nya insya Allah besok bakal author post,,uda seperempatnya ko, tinggal dikit lagi ending,,hehe..
Jangan bosen buat bacanya yah…^^
=============


Find me on

Facebook 1 || Facebook 2 || Tumblr || Twitter || WordPress

One response to “I Remember You – Chapter 6a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s