I Remember You – Chapter 6b End…


Author : cherry_blossom a.k.a r13eonnie
Main Cast :
– Cho Kyuhyun
Naomi Ninomuya ( OC )
– Nichkhun Buck Horvejkul
– Victoria Song
– Other Cast : Find it by yourself
Sooyoung as Cameo
– Genre : Romance, Angst
– Rating : PG-17
– Type : Chaptered
– Diclaimer : Cerita dan Plot milik author, para pemainnya milik Tuhan mereka masing”...
– Credit Poster @Yeonnia
Teaser || Part 1 || Part 2 || Part 3 || Part 4 || Part 5 || Part 6a ||

“Baiklah semuanya, hari ini syuting sampai di sini. Terima kasih untuk kalian semua yang sudah bekerja keras untuk film ini” ucap sang Produser pada semua Crew dan artis di lokasi syuting Victoria hari ini.
Ne…” jawab mereka serempak.
“Sekarang kalian bisa kembali ke tempat kalian masing-masing” lanjut sang Produser.
Dan saat semua orang sibuk membereskan alat-alat syuting dan Victoria akan menghampiri Manager-nya, namun tiba-tiba lampu di lokasi syuting itu mati. Karena hari itu syuting selesai tengah malam dan di tengah hutan, keadaan pun menjadi gelap gulita.
Omo..Chae, kau di mana?” ucap Victoria ketakutan mencari Manager-nya.
Namun tidak ada jawaban apa-apa dari orang-orang di sana. Victoria semakin ketakutan saat menyadari kenapa tidak ada suara kegaduhan atau teriakan di sana. Bukankah barusan masih ada banyak orang di sana? Tapi ia heran kenapa tiba-tiba tidak ada suara mereka satupun di sana.
Victoria melangkah dengan perlahan, mencoba untuk meraba dengan kakinya rumput yang ia pijak. Bulu kuduknya tiba-tiba berdiri mengingat tadi ia baru saja syuting untuk sebuah film horor.
“Chae, Tuan Kim, Rae In-ah…” Victoria memanggil nama Manager, sang Produser dan asistennya satu per satu, namun tetap tidak ada jawaban. Sampai pada akhirnya tubuhnya tidak sengaja menabrak sesuatu dan dengan spontan Victoria berteriak ketakutan.
“Aaaaaarrrggghhhh…” Victoria berteriak sekencang-kencangnya sambil menutup matanya dan seketika semua lampu itu kembali menyala.
Saengil Chukkae My Victoria” ucap Nichkhun tiba-tiba dengan membawa kue di tangannya yang dengan cepat ia nyalakan apinya.
“Khunnie-ah?” Victoria membuka matanya dan memanggil Nichkhun dengan nafasnya yang terengah-engah dan wajahnya yang penuh dengan keringat.
“Eum…ini aku” Nichkhun tersenyum lebar.
Saengil Chukkahamnida…Saengil Chukkahamnida…Saranghaneun uri Victoria…Saengil Chukkahamnida…” tiba-tiba semua orang keluar dari persembunyiannya dan menyemprotkan Victoria dengan mainan yang mengeluarkan serpihan-serpihan kertas.
Tapi Victoria hanya bergeming, tubuhnya masih berdiri kaku di tempatnya.
“Sayang, kau tidak apa-apa?” tanya Nichkhun akhirnya menghampiri Victoria dan menyerahkan kuenya pada Manager Victoria.
Victoria tidak menjawab, dan ia mulai meneteskan air bening dari kedua matanya.
“Sayang?” panggil Nichkhun menatap Victoria lekat.
“Hiks…hiks…kalian sudah membuatku hampir mati karena ketakutan” dan Victoria pun menangis sejadi-jadinya.
Nichkhun tersenyum melihat tingkah polos gadisnya itu, ia sudah sangat mengkhawatirkan Victoria. Namun untuk bisa membuat gadisnya itu tenang, Nichkhun memeluknya dengan erat.
“Maaf kalau kami sudah keterlaluan dan membuatmu takut” ucap Nichkhun lembut di telinga Victoria sambil mengusap-ngusap rambutnya.
Nappeun…kau benar-benar jahat Nichkhun, awas kau akan aku balas perbuatanmu” Victoria memukul-mukul punggung Nichkhun dengan kesal.
“Haha…iya, kau boleh memukulku untuk menghukumku”
“Dan kalian semua, akan aku balas perbuatan kalian?” Victoria melepaskan pelukannya dan menunjuk semua orang di sana sambil menyeka air matanya.
“Hahahaha…maafkan kami Victoria-ssi, tapi ini semua ide gila dari kekasihmu” ucap sang Produser pada Victoria. “Oh ya sekali lagi selamat Ulang Tahun, ini kado untukmu dari kami” sambung sang Produser memberikan kotak besar yang ia ambil dari tangan asistennya.
“Woaaa…besar sekali kadonya? Isinya apa?” tanya Victoria takjub melihat kotak besar di hadapannya.
“Haha…kau buka saja kalau kau mau tahu isinya”
“Benarkah? Aku boleh membukanya sekarang?” tanya Victoria antusias, seolah ia sudah melupakan kekesalannya karena sudah di kerjai.
“Vic ayo cepat buka” ucap Chaeri Manager Victoria.
“Baiklah…”
Dan Victoria pun mulai membuka kotak besar itu dengan merobek kertas yang membungkusnya.
“Kenapa kelihatannya kotak ini sangat ringan?” tanya Victoria heran, saat kotak itu bisa dengan mudah tergeser jika di sentuh.
“EUH?” pekik Victoria saat melihat isi dari kotak besar itu hanyalah sebuah kotak kecil di dalamnya yang di bungkus.
“Kotak sebesar ini hanya berisi kotak sekecil itu? Ah…aku kira hadiahnya besar” Victoria mengerucutkan bibirnya kecewa sambil mengambil kotak kecil itu dan membukanya.
Omo…” Victoria menutup mulutnya dengan sebelah tangannya melihat isi dari kotak itu.
“Victoria Song, would you be my other half?” ucap Nichkhun mengambil kotak itu dari tangan Victoria lalu membukanya dan bersujud di hadapan kekasihnya itu.
“Khunnie-ah?”
Eomma bilang dia ingin segera menimang cucu dari kita, maukah kau menjadi ibu dari anak-anakku nanti?”
Victoria dan orang-orang di sana tersenyum mendengar ucapan Nichkhun.
“Aku tidak akan membuatmu menunggu lebih lama lagi, kau mau kan menjadi Nyonya Buck?”
“Terima…terima…terima” teriak orang-orang di sana antusias.
Victoria tersipu mendengarnya, ia sempat melihat ke arah Manager-nya yang ternyata ikut andil juga dalam rencana kejutan itu dan Chaeri mengangguk seolah memberi isyarat pada Victoria untuk-menerima-Nichkhun.
“Sepertinya jika aku menjawab tidak, aku akan membuat orang-orang di sini melempariku dengan alat-alat syuting itu, kekeke…” ucap Victoria menunjuk beberapa alat syuting di sana.
Dan mereka pun tertawa menanggapinya.
“Jadi, kau menerima pinanganku?”
“Eum…aku mau menjadi Ibu dari anak-anakmu, aku mau menjadi bagian dari hidupmu, aku mau menjadi Nyonya Buck, aku mau menghabiskan seumur hidupku untuk hidup denganm, aku ma….Aaarrggghhh….Khunnie-ah” teriak Victoria tiba-tiba yang belum menyelesaikan ucapannya karena Nichkhun mengangkat tubuhnya dan memutarnya.
“Yuhuuuuu…..” teriak orang-orang di sana dengan tepuk tangan yang meriah.
Kisseu-hae…Kisseu-hae…” seru mereka menyuruh Nichkhun untuk mencium Victoria.
Andwaeyo…” ucap Victoria malu-malu meyibakkan tangannya.
Namun Nichkhun menatap Victoria penuh arti, seolah menunggu jawaban dari Victoria apakah dia boleh melakukan apa yang di suruh orang-orang di sana.
Victroia tersipu menutup wajahnya dan akhirnya Nichkhun mencium puncak kepala Victoria dengan lembut.
“Woooowww….” suasana pun kembali riuh dengan tepuk tangan semua orang yang ada di sana.
Saranghaeyo…” bisik Nichkhun setelah ia berhasil mendaratkan ciumannya di puncak kepala Victoria.
Nado saranghaeyo, hehehe…” jawab Victoria tersenyum cerah.
***
“Kyunnie-ah, eotteokhae?” tanya Naomi pada Kyuhyun saat ia sedang memeta dirinya di depan cermin untuk mencoba gaun pengantinnya.
Yeoppeoda….” ucap Kyuhyun kagum memandangi Naomi dari depan sampai belakang. “Woow…Nao, kau terlihat seperti seorang bidadari” sambungnya membuat pipi Naomi merona.
“Khunnie-ah…” panggil Victoria pada Nichkhun yang menunggunya di depan feeting room untuk mencoba pakaian pengantinya. “Eotteokhae?” tanya Victoria.
Nichkhun tidak menjawab pertanyaan Victoria, ia justru tidak bisa mengedipkan matanya memandangi Victoria.
“Ya Khunnie-ah, aku sedang bertanya padamu” ucap Victoria kesal menyibakkan tangannya di depan wajah Nichkhun.
“Kau…kau benar-benar cantik Vic, like an angel…Victoria you are my angel” ucap Nichkhun masih tidak berkedip menatap Victoria dari atas hingga bawah.
“Errrr…kau ini terlalu berlebihan” jawab Victoria memegangi pipinya malu-malu.
“Eonni-ah…” panggil Naomi yang berada di sampingnya dengan gaun pengantinnya.
“Nao? Wow…kau cantik sekali?” puji Victoria saat melihat Naomi dengan gaunnya.
“Kau juga eonni, neomu neomu yeppeoda…” balas Naomi antusias.
Hyung, sepertinya kita adalah pria paling beruntung karena bisa memiliki gadis yang menyerupai bidadari seperti mereka” ucap Kyuhyun menghampiri Nichkhun dan merangkul pundaknya.
“Kau benar, tidak akan ada lagi wanita secantik mereka, kan? hahahaha….”
“Ish…dasar pria-pria gila” ucap Naomi menggelengkan kepalanya.
“Oh ya cepat sekarang giliran kalian mencoba Tuxedo-nya” perintah Victoria pada calon suaminya, Nichkhun.
“Eoh..Kyunnie-ah, cepat kau pakai Tuxedo-mu, aku ingin lihat priaku menjelma menjadi seorang pangeran, kekeke…” Naomi terkekeh sambil mendorong tubuh Kyuhyun untuk masuk ke dalam feeting room.
“Ah…eonni, aku gugup sekali. Ini baru mencoba gaun pengantin, bagaimana dengan hari H-nya nanti? Arrgghh…aku pasti akan lebih gugup dari ini” Naomi mengipas-ngipaskan wajahnya dengan kedua tangannya.
“Kau benar, aku juga gugup sekali. Tapi, di samping rasa gugup, aku juga sangaaaaat bahagia karena inilah hari yang di nanti-nanti olehku” ucap Victoria semangat.
“Iya, aku juga bahagiaaaaa sekali dan aku tidak menyangka bisa melangsungkan pernikahan bersama-sama denganmu dan juga Nichkhun Oppa, hehe…”
“Ehem..ehem…sepertinya ada yang sedang membicarakan aku?” ucap Nichkhun tiba-tiba keluar dari feeting room dan sudah mengenakan Tuxedo-nya.
Omooo…Sayang, kau tampan sekali? Benarkah ini kau?” tanya Victoria tidak percaya melihat pria yang ada di hadapannya saat ini adalah Nichkhun.
Geureumyeon…lalu kau pikir siapa lagi?” jawab Nichkhun sembari membenarkan jasnya.
“Kau benar-benar tampan” puji Victoria mencubit pipi Nichkhun.
“Kyunnie-ah, sudah belum? Kau lama sekali?” panggil Naomi pada Kyuhyun yang masih di dalam feeting room.
“Iya sayang sebentar lagi”
Dan tidak lama kemudian Kyuhyun pun keluar dengan memakai Tuxedo-nya.
“Woaaaa…” ucap Victoria dan Nichkhun bersamaan.
“Sayang bagaimana?” tanya Kyuhyun pada Naomi yang berdiri di hadapannya.
“….” Naomi tidak menjawab dan dia hanya memandangi Kyuhyun tanpa kata.
“Sayang? Naomi?” Kyuhyun mengibaskan tangannya di depan wajah Naomi untuk menyadarkannya.
Ne?” Naomi mengerjapkan matanya.
“Kau kenapa?”
Anhio…aku hanya…Eum, ini pertama kalinya aku melihatmu dengan pakaian ini jadi aku…”
Waeyo? Apa menurtumu aku terlihat aneh dengan pakaian ini?”
Anhio, justru kau sangat…tampan” ucap Naomi malu-malu dan semakin mengecilkan suaranya.
Aigo…kau ini mau memujiku saja sampai malu seperti itu. Jadi, bagaimana? Kau tidak menyesal kan sudah memilihku, huh?” ucap Kyuhyun penuh percaya diri.
“Aish…kau ini. Ah bagaimana kalau kita abadikan moment ini? Eum…maaf, tapi apakah kami bisa meminta bantuan? Tolong ambil gambar kami dengan kamera ini?” tanya Naomi pada karyawan yang ada di sana.
“Ah tentu saja dengan senang hati”
***
Oppa setelah ini kita akan ke mana?” tanya Naomi saat mereka sudah berada di dalam mobil, selesai mencoba pakaian pengantin mereka.
“Kita akan mengambil hasil foto Pra Wedding kita”
“Ah…fotonya sudah jadi?”
“Eum…tadi fotografernya menelefonku”
“Aahh…aku jadi tidak sabar ingin melihat hasilnya” ucap Naomi antusias sambil memeluk lengan Kyuhyun manja.
“Kita sudah sampaiii” ucap Nichkhun saat setengah jam kemudian mereka sampai di Studio Foto.
Annyeonghaseyo…” sapa mereka serempak saat masuk ke dalam Studio itu.
Annyeonghaseyo…” jawab sang pemilik Studio menyambut mereka hangat.
“Oh ya kita langsung ke ruanganku saja, fotonya aku taruh di sana”
Ne…”
“Ini album milik kalian dan ini album milik kalian” ucap sang fotografer memberikan satu album pada pasangan Nichkhun dan Victoria dan satu album lagi pada pasangan Naomi dan Kyuhyun.
Kamshamnida….”
“Woaaa…yeppeodaaaaa” ucap Victoria bahagia saat membuka halaman pertama dari album itu.
“Wow…Kyunnie-ah, foto kita bagus sekali. Kau sangat tampan di foto ini, hehe….” puji Naomi menyentuh pipi Kyuhyun lembut.
“Kau juga sangat cantik sayang” jawab Kyuhyun memeluk pinggang Naomi.
“Bagaimana, apa kalian suka?”
“Eum..neomu neomu johayo” jawab Naomi dan Victoria bersamaan.
“Kami benar-benar puas dengan hasilnya hyung, gomawoyo” sambung Nichkhun sambil memeluk sang fotografer yang juga teman Nichkhun.
“Baguslah kalau kalian suka, oh ya ini foto yang ingin kalian masukan ke dalam frame” ucap sang fotografer memberikan dua frame foto pada Nichkhun dan Kyuhyun.
Namun frame foto yang di berikan pada Kyuhyun tiba-tiba terjatuh dan pecah.
“Ah…mianhaeyo aku tidak sengaja, sayang bagaimana ini?” tanya Kyuhyun panik pada Naomi.
“Sayang awas, sudahlah tidak apa-apa. Kita masih bisa mengambil fotonya, nanti kita ganti dengan frame yang baru, bisa kan oppa?” jawab Naomi menghalangi Kyuhyun yang akan membersihkan pecahan kaca itu.
“Iya tentu bisa, nanti kalau sudah selesai sebaiknya aku kirim langsung saja ke rumahmu”
Ne..kamshamnida oppa
“Nao, tapi kau yakin tidak apa-apa? Maaf aku ceroboh” sesal Kyuhyun.
“Sudahlah kau jangan merasa bersalah seperti itu, benar-benar tidak apa-apa”
Nichkhun dan Victoria yang melihat pemandangan itu hanya bisa saling memandang. Seolah ada sesuatu yang mereka rasakan dari kejadian tadi.
“Ya sudah kalau begitu sebaiknya kita pulang sekarang saja, hyung terima kasih untuk fotonya” pamit Nichkhun.
“Ah ne Khun, cheonmaneyo. Nao, nanti aku kabari lagi kalau fotomu sudah jadi”
Ne oppa kamshamnida
“Tae Jun-ssi kamshamnida, kami permisi dulu” pamit Victoria.
Ne...hati-hati”
Hyung kami pulang dulu, maaf untuk tadi” ucap Kyuhyun memeluk Park Tae Jun sang fotografer.
Anhio Kyu gwaenchanayo, istirahatlah mungkin kau lelah.
“Eum…gomawoyo. Kalau begitu kami pulang dulu”
Ne…hati-hati di jalan”
“Ne…”
“Sekarang aku akan mengantarkanmu dulu Kyu, Tae Jun hyung benar, sepertinya kau kelelahan. Jadi, sebaiknya kita pulang saja sekarang, kau butuh istirahat”
Anhi hyung, aku baik-baik saja”
“Kyunnie-ah, dengarkan apa kata oppa-ku. Kau memang butuh istirahat, mukamu juga sedikit pucat. Jangan sampai kau sakit saat hari pernikahan kita nanti”
“Baiklah, baiklah kalau kau sudah bicara aku tidak akan bisa menolaknya”
“Kemarilah, tidur di pundakku sebentar” Naomi menaruh kepala Kyuhyun di pundaknya dan tanpa menolak, Kyuhyun pun dengan nyamannya mengistirahatkan dirinya sejenak di pundak Naomi.
Hyung, terima kasih sudah mengantarku” ucap Kyuhyun pada Nichkhun saat akhirnya mereka sudah sampai di depan dorm Kyuhyun.
Ne Kyu cheonmaneyo, cepat masuklah istirahat”
“Eum…”
“Sayang, aku pulang dulu. Kau janji kau harus istirahat, eoh?”
Ne…kalau kau sudah sampai rumah cepat hubungi aku”
Ne…” jawab Naomi dan sebelum pergi Kyuhyun mendaratkan ciuman singkat di kening Naomi.
“Kami pulang dulu Kyu” teriak Victoria pada Kyuhyun.
“Eum…hati-hati” Kyuhyun melambai pada mereka.
Eonni, kau yakin tidak akan mampir dulu?” tanya Naomi saat mereka sekarang sudah sampai di depan rumahnya.
“Tidak sayang, tolong sampaikan salam saja pada eomma dan appa. Hari ini aku masih ada jadwal”
“Ah..baiklah akan aku sampaikan” jawab Naomi mencium kedua pipi Victoria sebelum ia turun dari mobil.
“Nao aku antarkan Victoria dulu”
“Eum oppa hati-hati”
“Nao annyeong” Victoria melambai pada Naomi.
Annyeong eonniah…”
“Sayang, kau merasa ada sesuatu tidak saat Kyuhyun tadi tidak sengaja menjatuhkan fotonya?” tanya Victoria tiba-tiba saat mobil sudah melaju kembali.
“Eum…perasaanku tadi tiba-tiba tidak enak, tidak biasanya Kyuhyun bisa ceroboh seperti itu”
“Ya kau benar, perasaanku juga tadi tidak enak. Aku takut kalau ini firasat buruk”
“Sudahlah kita buang jauh-jauh saja pikiran itu, Kita berharap saja semoga ini hanya kejadian biasa saja dan tidak akan terjadi hal buruk apapun”
“Eum…aku harap juga begitu”
Meskipun Nichkhun bisa meyakinkan Victoria tentang hal itu, namun jauh di dalam hatinya tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya tentang kejadian tadi. Karena ia benar-benar merasa akan ada sesuatu yang terjadi dengan incident tadi. Tapi ia juga sangat berharap semua itu hanya perasaannya saja, karena hari pernikahan mereka sudah tinggal satu minggu lagi. Nichkhun sangat berharap semuanya akan berjalan dengan lancar sesuai rencana dan tidak akan ada halangan apapun.
***
“Nao kau sedang apa sayang?” tanya Ibu Naomi yang sedang sibuk membereskan lemari pakaiannya.
“Ah eomma…aku sedang membereskan pakaianku. Bukankah nanti aku akan pindah dari sini? Jadi, aku akan mulai packing sebagian baju-bajuku dari sekarang”
“Hah…anak-anak eomma” ucap Ibu Naomi menghela nafas panjang.
Eomma waeyo?”
Eomma sangat bahagia karena anak-anak eomma akhirnya akan menikah. Tapi, eomma juga sedih karena kalian akan pergi dari rumah ini. Rumah sebesar ini tapi hanya ada eomma, appa dan beberapa pelayan saja” ucap Ibu Naomi sedih.
“Errr..eomma, meskipun aku dan oppa tidak tinggal di sini lagi, tapi kami akan menyempatkan waktu sesering mungkin untuk datang ke sini menjenguk eomma dan appa. Eomma tidak perlu khawatir, eomma juga bisa datang ke Appartement kami sesering yang eomma mau, eoh?” Naomi mencoba menghibur Ibunya dengan memeluknya.
“Yah kau benar, walau bagaimana pun juga ini keinginan eomma dan appa yang ingin kalian cepat menikah. Eomma kira kalian akan setuju untuk tinggal di sini, tapi ternyata eomma salah, kalian benar-benar sudah besar jadi kami sudah tidak bisa lagi memaksakan keinginan kami pada kalian”
Eomma, kami bukan tidak mau tinggal di sini karena kami tidak mau menemani eomma dan appa, tapi kalau kami masih tinggal di sini sesudah menikah nanti, kapan kami akan hidup mandiri?”
“Yayaya…eomma mengerti apa maksudmu, sudahlah kau lanjutkan saja packing-mu, eomma mau menyiapkan makan malam dulu” ucap Ibu Naomi bangkit dari duduknya.
Eomma…” panggil Naomi sebelum Ibunya keluar dari kamarnya.
I love you…” Naomi menghampiri Ibunya, mencium kening Ibunya lama dan memeluknya dengan erat.
I love you too….” jawab Ibu Naomi dengan mata yang berkaca-kaca dan dengan cepat menyekanya, lalu pergi dari hadapan putrinya itu.
“Aku harus kuat” gumam Naomi menahan air matanya saat Ibunya sudah keluar dari kamarnya.
Naomi kembali merapihkan lemari pakaiannya, memilih beberapa baju untuk di masukkannya ke dalam kopernya. Namun saat ia akan mengambil baju di bagian paling bawah, ia tidak sengaja menjatuhkan sesuatu.
“Apa ini?” tanya Naomi pada dirinya sendiri melihat sesuatu yang terjatuh tadi ternyata adalah sebuah Surat yang di lipat dengan sangat rapi.
“Surat?” Naomi menautkan sebelah alisnya memandang Surat itu. “Surat dari siapa ini?” rasa penasarannya semakin membuncah tatkala ia melihat Surat yang sangat asing baginya itu dan ia pun segera membukanya.
Paris 2010
Naomi…bolehkah aku mengatakan ini padamu? Bisa bertemu denganmu di sini adalah hal terindah dalam hidupku. Aku tidak pernah menyangka akan bertemu gadis cantik dan menarik sepertimu.
Nao, aku jatuh cinta padamu, jatuh cinta pada pandangan pertama, terdengar mustahil bukan? Tapi inilah yang sedang terjadi padaku sekarang, kau boleh tidak percaya tapi inilah kenyataannya.
Tapi jujur aku sangat sedih saat kau tiba-tiba tidak menemuiku lagi di Rumah Sakit, ada apa? Apakah terjadi sesuatu? Apakah aku sudah melakukan kesalahan padamu? Kalau iya, aku benar-benar minta maaf…T_T
Nao, aku merindukanmu, bolehkah aku merasakan ini? Aku sangat sangat merindukanmu…
Hari ini aku akan pulang ke Korea, aku sangat berharap bisa bertemu denganmu sekali lagi untuk terakhir kalinya meskipun hanya sesaat. Tapi sayang aku tidak bisa menemukanmu, kau di mana? Apakah kau tidak ingin menemuiku lagi..-___- ?!
Naomi, aku ingin kau tahu satu hal, aku akan menunggumu, menunggu untuk bisa bertemu denganmu lagi. Aku yakin, jika takdir mengijinkan kita, kita pasti akan bertemu lagi. Kapan pun itu, aku akan tetap menunggu sampai saat itu tiba. Dan jika saat itu benar-benar ada untuk kita, aku akan mengatakan isi hatiku padamu secara langsung. Kau akan menunggu saat itu, kan?
Jaga dirimu, aku akan sangat menunggu waktu sampai aku bisa melihatmu lagi. Naomi, terima kasih untuk kenangan indah ini, meskipun singkat tapi itu mampu membuatku akan selalu merindukannya.
See you…
Cho Kyuhyun
Naomi menjatuhkan kertasnya, air mata sudah tidak kuasa ia bendung lagi. Ia menjatuhkan tubuhnya, menyender pada kasurnya, namun tiba-tiba ia meringis memegangi kepalanya, sebuah memori tiba-tiba menghampiri ingatannya.
“Surat ini? Surat ini yang Kyuhyun berikan padaku sebelum dia pulang ke Korea dua tahun lalu dan….”
GELEGAARR…
Petir tiba-tiba menyambar dan seiring dengan itu tiba-tiba hujan deras mengguyur bumi. Naomi melirik ke luar jendelanya yang terbuka. Ia menghampiri jendela itu untuk menutupnya. Namun, saat ia baru akan menutupnya, sebuah memori kembali menghampiri ingatannya.
Dua tahun lalu, saat Naomi menyaksikan Kyuhyun di usir oleh para Security di Appartement-nya, tidak lama kemudian Suster Michelle datang dan melihat Naomi menangis di depan Appartement. Dan saat itulah Suster Michelle memberikan surat yang di titipkan Kyuhyun padanya untuk di berikan pada Naomi. Setelah Naomi membacanya, Naomi langsung menyusul Kyuhyun ke Airport, Naomi berharap bisa menemukan Kyuhyun di sana, tapi sayang Kyuhyun sudah pergi. Naomi sangat menyesal dan ia hanya bisa menangis, saat itulah ia berfikir mungkin pertemuannya dengan Kyuhyun hanya akan berakhir seperti itu. Putus harapan Naomi untuk bisa bertemu dengan Kyuhyun lagi. Namun ketika ia merindukan Kyuhyun, ia akan selalu berdiam diri di tengah hujan yang mengguyur. Baginya, air hujan itu akan melunturkan rasa rindunya pada Kyuhyun, dengan begitu ia tidak akan merasakan kesakitan lagi karena rasa rindu yang semakin membuncah dalam dirinya.
Dan memori lain menghampiri ingatan Naomi lagi, beberapa bulan lalu setelah Naomi merayakan Tahun Baru bersama keluarganya di Korea, ia pulang ke Paris karena ia mendengar kabar bahwa Suster Michelle meninggal dalam sebuah kecelakaan. Naomi cepat-cepat menghadiri pemakaman Suster Michelle saat ia tiba di Paris. Naomi benar-benar sedih dan terpukul, saat pertama mengenal Suster Michelle adalah saat ia membawa Kyuhyun ke Rumah Sakit di mana Suster Michelle bekerja di sana. Dari sanalah ia semakin dekat dengan Suster Michelle, bahkan Suster Michelle juga bisa menjadi sosok seorang Ibu sekaligus kakak bagi Naomi selama ia tinggal di Paris. Dan naas, saat Naomi akan pulang ke Appartement-nya, Taksi yang ia tumpangi mengalami kecelakaan dan Naomi mengalami luka cukup parah di bagian kepalanya. Selama tiga hari ia tidak sadarkan diri, beruntung beberapa hari kemudian Naomi di nyatakan baik-baik saja oleh Dokter dan di perbolehkan pulang.
“Aku ingat semuanya sekarang, aku ingat semuanya. Yah, hujan, aku ingat kenapa aku suka dengan hujan. Dan kecelakaan itu, kecelakaan itu yang membuatku hilang ingatan tentang Kyuhyun. Aku ingat semuanya, Kyunnie-ah, aku bisa mengingatmu sekarang” Naomi menyeka air matanya yang tak hentinya mengalir, tapi kali ini hatinya merasakan kelegaan, ia sudah bisa mengingat Kyuhyun dengan jelas, mengingat semua tentang Kyuhyun.
“Aku harus menemui Kyuhyun sekarang, aku harus memberitahunya kalau aku sudah mengingatnya” Naomi mengambil kunci mobilnya di atas meja riasnya.
“Nao, kau mau kemana sayang” tanya Ibu Naomi yang melihat Naomi pergi dengan tergesa-gesa.
“Aku mau menemui Kyuhyun eomma ke SM”
“Sayang, tapi di luar sedang hujan deras, kau bisa menemuinya nanti kalau hujannya sudah reda, eoh?”
Anhio eomma, jangan khawatir aku akan mengemudi dengan hati-hai. Mianhaeyo eomma, aku harus pergi sekarang” Naomi mengecup singkat pipi Ibunya lalu pergi ke Garasi untuk menyalakan mobilnya.
45 menit kemudian Naomi sudah sampai di depan gedung SM, ia memarkirkan mobilnya. Tanpa menggunakan payung ia turun dari mobilnya, dan saat ia akan menyebrang, ia melihat Kyuhyun berlari masuk ke gedung SM.
“Kyunnie-ah” teriak Naomi memanggil Kyuhyun, namun Kyuhyun tidak menoleh. “Kyunnie-ah” teriak Naomi lebih keras dan akhirnya ia berhasil membuat Kyuhyun menoleh ke arahnya.
“Nao? Apa yang sedang kau lakukan di sana?” teriak Kyuhyun pada Naomi dan ia langsung berlari menghampiri Naomi yang berada di seberang.
Naas, karena Kyuhyun berfikir saat hujan deras seperti itu tidak akan banyak mobil yang melintas, jadi ia tidak melihat ke sampingnya saat akan menyebrang. Dan ketika mobil dari arah kanan melaju dengan sangat kencang dan tidak melihat Kyuhyun yang akan menyebrang mendadak, mobil itu pun menabrak Kyuhyun dan tubuh Kyuhyun terlempar karena membentur badan mobil.
Naomi menyaksikan dengan jelas kejadian itu dengan kedua matanya, tidak ada reaksi apapun kecuali tubuhnya yang terasa membeku dalam seketika.
“Kyunnie-ah” panggil Naomi pelan dengan bibirnya yang bergetar.
***
“Naomi, ini oppa bawakan makan untukmu, makanlah dulu” ucap Nichkhun membawa makanan untuk Naomi.
“Aku tidak lapar oppa” jawab Naomi lemas sambil terus memandangi Kyuhyun yang terbaring lemah di hadapannya.
“Nao, jangan seperti ini, jika kau terus seperti ini aku yakin setelah Kyuhyun sadar nanti dia juga akan sedih melihatmu. Oppa mohon makanlah”
“Aku akan makan jika Kyuhyun sudah sadarkan diri”
“Arghh…” Nichkhun meremas kepalanya, ia sedih melihat keadaan Naomi yang sudah dua hari ini tidak ingin makan.
Semenjak kecelakaan yang menimpa Kyuhyun dan Kyuhyun di bawa ke Rumah Sakit, Naomi cenderung menjadi pendiam. Ia hanya ingin duduk di samping Kyuhyun, menunggu calon suaminya itu membuka matanya. Ia tidak ingin makan, minum atau bahkan tidur, sepanjang hari hanya menunggu dengan penuh harap bahwa Kyuhyun bisa cepat sadarkan diri.
“Nao, kalau kau seperti ini kau bisa sakit sayang. Bukankah lusa adalah hari pernikahanmu?”
Eonniah, bagaimana aku bisa menikah jika calon pengantin prianya terbaring lemah seperti ini? Eonni lihat sendiri bukan, Kyuhyun tidak mau membuka matanya dan semua ini gara-gara aku, andai saat itu aku tidak menemuinya mungkin semua ini tidak akan terjadi. Eomma, maafkan aku, seandainya saat itu aku menuruti ucapan eomma untuk tidak pergi, mungkin aku tidak akan membuat Kyuhyun jadi seperti ini, maafkan aku eomma, maafkan aku” tangis Naomi meledak seraya bersujud di hadapan Ibunya meminta maaf.
“Nao, jangan seperti ini, nak. Ini bukan salahmu, eomma mohon jangan salahkan dirimu lagi. Semua ini adalah kehendak Tuhan, eomma mohon jangan seperti ini” Ibu Naomi mengangkat tubuh putrinya itu untuk berdiri dan memeluknya dengan erat untuk memberi kekuatan dan mereka larut dalam tangis dan duka yang mendalam.
“Sudahlah, kita semua harus kuat. Kita berdo’a saja semoga Kyuhyun cepat sadarkan diri” Ayah Naomi yang tidak bisa membendung lagi air matanya pun ikut menangis, sambil memeluk istri dan putrinya untuk saling menguatkan.
Nichkhun hanya bisa menutup wajahnya untuk menyembunyikan air matanya dan Victoria yang menyadari itu, memeluk Nichkhun erat ikut menangis.
Saat malam hari tiba, Naomi menemani Kyuhyun sendirian. Itu permintaan Naomi, karena dia ingin menjaga Kyuhyun sendirian, dia ingin menjadi orang pertama yang menyaksikan Kyuhyun saat ia membuka matanya nanti. Ini hari ketiga Naomi tidak makan, minum dan tidur karena menjaga Kyuhyun, baginya itu adalah bentuk penebusan kesalahannya karena sudah membuat Kyuhyun seperti itu, meskipun itu memang bukan salahnya.
“Kyunnie-ah, besok adalah hari pernikahan kita. Apakah kau masih tidak mau bangun?” ucap Naomi sambil menyentuh pipi Kyuhyun lembut. “Kyunnie-ah, mianhae, mianhae karena aku sudah membuatmu jadi seperti ini. Kalau saja aku tidak menemuimu waktu itu, mungkin kau tidak akan terbaring lemah di sini, kan? Maaf, karena waktu itu aku hanya ingin memberitahumu sesuatu, aku sudah mengingatmu Kyunnie-ah, aku sudah ingat semuanya. Dan aku baru sadar, kalau dulu aku sangat mencintaimu. Tapi aku takut, takut untuk menemuimu, takut kalau aku sudah tidak berarti apa-apa lagi bagimu, takut kalau kehadiranku nantinya hanya akan mengganggumu. Maka dari itu aku tidak pernah berusaha untuk menemuimu. Tapi aku benar-benar berterima kasih pada takdir, karena akhirnya kita bisa bertemu lagi meskipun aku sempat tidak mengingatmu. Terima kasih, karena kau sudah membuatku jatuh cinta lagi padamu dan sekarang cintaku padamu semakin besar. Aku mohon bangunlah, jangan hukum aku lagi, aku tahu aku salah karena sudah tidak mengingatmu, tapi sekarang aku sudah bisa mengingatmu, jadi aku mohon bangunlah Kyunnie-ah, bangunlah” untuk yang ke sekian kalianya Naomi menumpahkan air matanya dan suaranya semakin lama semakin lemah, ia tidak kuasa menahan duka dalam hatinya melihat keadaan Kyuhyun sekarang dan yang paling membuat hatinya lebih sakit adalah, itu terjadi tepat menjelang hari pernikahannya.
Nichkhun dan Victoria yang melihat Naomi dari balik pintu pun tidak kuasa menahan tangisnya. Mereka seolah bisa merasakan luka yang sedang di rasakan Naomi sekarang.
“Sayang, sebaiknya pernikahan kita di tunda saja” ucap Victoria tiba-tiba dengan suaranya yang parau.
“Sayang apa kau yakin? Tapi undangan kita sudah di sebar”
“Kita bisa membuat Pengumuman besok kepada semua media, lagipula apakah mungkin kita bisa menikah di saat ada orang yang kita cintai sedang berduka? Tidak, aku tidak akan sanggup melakukannya”
“Ya kau benar sayang, sebenarnya aku juga ingin mengatakan ini padamu, tapi aku takut kau tidak akan menyetujuinya. Kau pasti sangat menunggu hari bahagia kita, kan? Tapi aku benar-benar lega sekarang karena ternyata kau juga punya pemikiran yang sama denganku. Terima kasih sayang untuk pengertianmu, aku benar-benar beruntung bisa memilikimu” Nichkhun memeluk Victoria erat.
“Bagiku, siapapun orang yang kau cintai, maka aku juga akan mencintainya dan hanya inilah yang bisa aku lakukan”
Gomawoyo
***
Sinar matahari dengan perlahan menyusup setiap ruangan kamar di mana Kyuhyun di rawat. Naomi yang kelelahan, akhirnya tertidur di samping Kyuhyun. Angin sejuk dari balik jendela kamar yang sudah di buka oleh seseorang, meniup dengan lembut rambut Naomi.
“Akhirnya dia bisa tidur juga” ucap Victoria pelan pada Nichkhun seraya memasangkan selimut pada tubuh Naomi.
“Khun-ah” panggil Ibu Naomi tiba-tiba yang datang bersama Ayah Naomi, Ibu dan Ayah Kyuhyun.
“Paman, bibi kalian sudah datang?” tanya Nichkhun memberi salam pada kedua orang tua Kyuhyun.
“Maaf kami baru sempat ke sini, kemarin penerbangan dari Amerika di tunda karena cuaca buruk” ucap Ayah Kyuhyun.
“Tidak apa-apa paman, ada kami di sini yang menjaga Kyuhyun”
“Bagaimana keadaannya sekarang?” tanya Ibu Kyuhyun sedih, menghampiri putranya.
“Seperti yang bibi lihat, dia masih belum sadarkan diri”
Omo..putraku, maafkan eomma karena tidak bisa menjagamu dengan baik, nak” ucap beliau terisak membelai lembut rambut putranya.
Naomi yang sepertinya mendengar pembicaraan mereka, tiba-tiba terbangun dan terkejut melihat sudah ada orang tua Kyuhyun di sana.
Eommanim? Abouji?” Naomi terperanjat kaget.
“Nao, sudah kau tidur lagi saja. Eomma dengar kau tidak tidur selama dua hari ini karena menjaga Kyuhyun. Maaf karena kedatangan kami membuatmu jadi terbangun” Ibu Kyuhyun menyentuh pipi Naomi lembut.
Anhio eommanim, gwaenchanayo. Maaf keadaanku kusut seperti ini saat menyambut eommanim dan abouji” Naomi melihat dirinya sendiri yang pucat dan lusuh. “Abouji, annyeonghaseyo” sapa Naomi yang melihat kehadiran Ayah Kyuhyun di sana.
“Putriku, maaf karena kami baru sempat melihatmu. Terima kasih karena sudah menjaga putra kami dengan baik” Ayah Kyuhyun menghampiri Naomi dan memeluk calon menantunya itu.
Anhio abouji, justru aku ingin meminta maaf karena aku tidak bisa menjaga Kyuhyun dengan baik. Semua ini gara-gara aku, kalau saja saat itu aku tidak menemuinya, mungkin sekarang kalian bisa menemui Kyuhyun dalam keadaan sehat” tangis Naomi kembali membasahi pipinya yang baru kering.
“Ssssttt…kau tidak boleh berkata seperti itu sayang, semua ini adalah kecelakaan. Tidak ada yang bisa di salahkan, kau jangan menyalahkan dirimu seperti itu, eoh?” ucap Ayah Kyuhyun melepaskan pelukannya dan mengusap pipi Naomi dengan lembut.
Selama ini Naomi hanya megenal orang tua Kyuhyun lewat telefon, karena mereka sibuk dengan Perusahaan yang mereka jalani di Amerika. Dan hari itu adalah pertemuan pertama mereka, tapi Naomi merasa hangat bisa berada di tengah-tengah calon mertuanya itu. Naomi bisa merasakan kasih sayang yang tulus dari mereka, pelukan mereka, begitu membuat Naomi merasa nyaman.
Gomawoyo abouji” Naomi menunduk lemah.
“Naomi lihat tangan Kyuhyun bergerak” ucap Nichkhun tiba-tiba saat melihat Kyuhyun menggerakkan jari-jari tangannya.
Dan semua orang pun menghampiri Kyuhyun tidak sabar.
“Kyunnie-ah” panggil Naomi dengan air matanya yang masih mengalir.
Dengan perlahan Kyuhyun mengerjapkan matanya, mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. Memerhatikan setiap sudut ruangan yang bisa ia lihat dan menatap satu per satu orang yang ada di sekitarnya yang saat ini semua memandang ke arahnya.
“Ak…ku di…man…na?” tanya Kyuhyun dengan suaranya yang parau.
“Kyu kau ada di Rumah Sakit” jawab Nichkhun mendekati Kyuhyun.
“Kyunnie-ah, syukurlah kau sudah sadar, aku…” ucap Naomi tersenyum lega memegangi lengan Kyuhyun.
“Kau…siap…pa?”
Semua orang tiba-tiba terhentak mendengar pertanyaan Kyuhyun, terutama Naomi hatinya terasa di hantam oleh bebatuan besar.
“Kyu, dia Naomi calon istrimu” jawab Nichkhun panik menunjuk Naomi pada Kyuhyun.
“Apa? Lalu, kau siapa?” Kyuhyun mengernyit menatap Nichkhun.
“Kyu, kau tidak kenal aku?” Nichkhun terkejut ternyata Kyuhyun pun tidak mengenalinya.
Omo…putraku, apakah kau mengenal eomma, nak?” sekarang giliran Ibu Kyuhyun yang bertanya pada Kyuhyun.
Eomma?” Kyuhyun mencoba untuk mengingat namun hasilnya tetap sama, dia juga bahkan tidak mengenali Ibunya. “Tidak, aku tidak kenal kalian. Kalian siapa? Kenapa kalian…Arrgghhh..kepalaku…kepalaku…sakiiit” tiba-tiba Kyuhyun meringis kesakitan memegangi kepalanya.
“Sayang cepat panggilkan Dokter” suruh Nichkhun pada Victoria.
Ne….” jawab Victoria panik dan langsung menekan tombol untuk memanggil Dokter.
Dan tidak lama kemudian Dokter dan beberapa Suster pun datang ke kamar Kyuhyun dan langsung memeriksa keadaannya.
“Kyuhyun mengalami amnesia” ucap sang Dokter pada Nichkhun di ruangannya selesai memeriksa hasil dari pemeriksaannya terhadap Kyuhyun.
“MWO? Tapi bagaimana mungkin, Dok? Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Nichkhun tidak percaya.
“Karena kecelakaan yang di alami Kyuhyun, ada gumpalan di kepalanya itu di sebabkan oleh benturan yang cukup keras saat kecelakaan”
“Lalu, berapa lama dia akan sembuh?”
“Saya tidak bisa memastikan, semua orang yang mengalami kasus seperti ini, butuh waktu lama untuk bisa sembuh. Tapi semua itu tergantung dari usaha orang-orang yang ada di sekitarnya untuk membantu mengembalikkan ingatannya”
“Sayang bagaimana ini? Bagaimana kita menjelaskannya pada Naomi?” tanya Victoria sedih.
“Entahlah, aku juga tidak tahu…huft..” Nichkhun menggeleng lemah dan menghela nafasnya panjang.
***
Ini adalah hari ke lima Kyuhyun di rawat di Rumah Sakit, setelah dua hari ia tidak sadarkan diri semua orang begitu mengkhawatirkannya, terutama Naomi. Sepanjang malam ia selalu menemani Kyuhyun, bahkan ia rela untuk tidak makan dan minum. Namun, betapa sakitnya hati Naomi saat Kyuhyun sadarkan diri, ia justru tidak mengenal siapapun, termasuk Naomi yang pada kenyataannya adalah calon istri Kyuhyun. Dan yang lebih membuat Naomi sakit sekarang adalah, sikap Kyuhyun yang begitu dingin terhadapnya. Namun Naomi tidak pernah berhenti untuk berusaha mengembalikan ingatan Kyuhyun, sama seperti halnya dulu Kyuhyun yang tidak menyerah untuk membuat Naomi jatuh cinta padanya lagi saat Naomi tidak mengingat siapa Kyuhyun.
Karena bosan berada di kamar yang terus mengurungnya, Kyuhyun meminta Naomi untuk membawanya ke taman Rumah Sakit untuk menghirup udara segar. Dan setelah meminta ijin pada Dokter sebelumnya, akhirnya Naomi pun menuruti permintaan Kyuhyun.
“Kau senang berada di tempat ini?” tanya Naomi tiba-tiba yang melihat Kyuhyun begitu menikmati suasana di taman itu.
“…..” Kyuhyun tidak menjawab, ia hanya sibuk mengamati langit cerah yang terhampar luas di atas sana.
“Kyunnie-ah, lihat burung-burung itu?” Naomi menunjuk burung-burung gereja yang berterbangan beriringan di langit. “Menurutmu mereka satu keluarga atau bukan?” tanya Naomi antusias tapi Kyuhyun tetap bergeming.
“Eum…kalau menurutku mereka itu adalah satu keluarga, kau lihat ada enam burung di sana. Yang satu pasti Ibunya, yang satu pasti Ayahnya, yang satu lagi pasti Kakeknya, yang satu lagi pasti neneknya dan yang dua itu pasti anak-anak dari sang Ibu dan Ayah tadi, bagaiamana menurutmu? Aku benar, kan?”
“Naomi, bisakah kau meninggalkanku sendirian di sini? Aku ingin menikmati suasana di sini dengan tenang” ucap Kyuhyun dingin tanpa menghiraukan celotehan Naomi tadi.
Ne?” tanya Naomi tersentak.
“Aku sedang ingin sendiri, bisakah kau meninggalkan aku sendirian di sini?” ulang Kyuhyun menatap Naomi dingin.
“Ah begitu? Eum…baiklah, aku akan pergi dari sini, maaf jika aku sudah mengganggumu” ucap Naomi bangkit dari duduknya dan sekuat tenaga menahan air mata yang sudah ingin jatuh dari kedua pelupuk matanya. “Setengah jam lagi aku ke sini untuk menjemputmu, annyeong” Naomi membungkuk sebelum pergi.
“Tidak perlu, kalau nanti aku mau kembali ke kamar aku akan memanggil Suster”
Ne? Ah, baiklah kalau begitu. Aku pergi…” Naomi membungkuk lagi tanpa menatap Kyuhyun karena ia tidak ingin Kyuhyun melihat air mata yang sudah menetes dari tempatnya.
Setelah Naomi pergi, Kyuhyun pun memajukan kursi rodanya untuk lebih dekat dengan kolam kecil yang ada di sekitar taman itu. Namun karena tangannya yang tiba-tiba kram, kursi roda Kyuhyun pun kehilangan kendali dan hampir masuk ke dalam kolam. Namun, ada tangan seseorang yang dengan cepat menahannya.
“Awaaasss….” ucap orang itu sambil menarik roda Kyuhyun ke belakang.
Kyuhyun menghela nafasnya merasakan kelegaan, jika saja orang itu tidak cepat menarik rodanya, mungkin Kyuhyun akan tersungkur ke dalam kolam itu. Karena ingin berterima kasih pada orang yang sudah menolongnya, Kyuhyun pun menoleh dan ia sedikit terkejut mendapati seorang gadis cantik bertubuh tinggi semampai dengan setelan santai dan rambut yang di ikat tinggi, berdiri tepat di belakangnya.
“Kau tidak apa-apa?” tanya gadis itu cemas dengan nafas terengah-engah. “Tuan, kau tidak apa-apa?” tanya gadis itu lagi karena Kyuhyun tidak menjawab pertanyaannya dan hanya memandang gadis itu lekat.
Ne? Ah ye, nan gwaenchanayo” jawab Kyuhyun akhirnya.
“Ah, syukurlah kalau kau tidak apa-apa. Aku tadi khawatir sekali melihatmu akan masuk ke dalam kolam itu” ucap gadis itu menunjuk kolam yang ada di depannya. “Oh ya, kau di sini sendirian? Mana keluargamu?” tanya gadis itu melihat sekelilingnya.
“Aku di sini sendirian” jawab Kyuhyun pelan.
“Benarkah?” gadis itu menautkan alisnya. “Oh ya, kenalkan namaku Sooyoung, Choi Sooyoung” gadis itu mengulurkan tangannya memperkenalkan diri.

“Cho Kyuhyun” Kyuhyun menyambut uluran tangan gadis itu.
“Kyuhyun? Senang berkenalan denganmu” gadis itu tersenyum manis ke arah Kyuhyun dan tiba-tiba Kyuhyun merasakan hal lain dalam dirinya, jantungnya berdegup kencang melihat senyuman dari gadis itu namun sebisa mungkin Kyuhyun bisa mengontrol dirinya.
“Kau pasien di sini? Sudah berapa lama di rawat di sini?”

“Lima hari” jawab Kyuhyun singkat.
“Ahhh….kau sakit apa? Eum, tunggu sepertinya kau di rawat di sini bukan karena sakit, tapi kau….?” gadis itu mengamati Kyuhyun yang tangan dan kakinya di penuhi dengan luka.

“Iya, lima hari yang lalu aku mengalami kecelakaan”

“Benarkah? Ahhh…” gadis itu menyipitkan matanya merasakan ngilu melihat luka-luka Kyuhyun.

“Kau ke sini menjenguk temanmu?” tanya Kyuhyun pada gadis itu.
Anhio, aku hampir tiap hari datang ke Rumah Sakit ini karena aku mengikuti sebuah kegiatan sosial bersama teman-temanku. Kami membantu pengobatan orang-orang yang tidak mampu di sini”
“Kegiatan yang sangat mulia” puji Kyuhyun menatap gadis itu lekat.
“Hmmm…begitulah, karena aku dan teman-temanku sangat senang melakukannya. Oh ya, kau lihat kakek-kakek yang duduk di sana?” Sooyoung menunjuk pada seorang pria berumur yang sedang duduk di temani oleh Suster di kursi taman sambil menggambar sesuatu di tangannya.
Ne, waeyo?’ tanya Kyuhyun melihat ke arah yang di tunjuk Sooyoung itu.
“Usianya sekarang sudah 70 tahun, dia mengalami penyakit pikun. Kau tahu, dia akan melupakan semua memori yang pernah di lewatinya, tapi ada kalanya dia akan ingat tentang sesuatu. Dan setiap kali ia mengingat sesuatu itu, dia akan menggambarkannya pada sebuah kertas. Itu karena untuk dia jadikan kenangan, ketika dia pikun lagi, dia akan menatap gambar-gambar itu. Aku sangat salut padanya, meskipun dia sudah tidak mempunyai keluarga, tapi dia sepertinya sangat mencintai keluarganya, itu terbukti gambar-gambarnya penuh dengan moment-moment saat bersama keluarganya”.
“Memang ke mana keluarga dari kakek itu?”
“Yang aku dengar, katanya mereka meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat. Beruntung, aku masih memiliki keluarga yang utuh, makannya aku tidak ingin menyia-nyiakan mereka”
Aneh, ada yang lain lagi yang Kyuhyun rasakan ketika mendengar cerita dari Sooyoung tadi, ia seperti di ceritakan sebuah dongeng yang membuatnya sangat nyaman.
“Sooyoung-ssi, kakek Ji Hoo memanggilmu” ucap salah seorang Suster menghampiri Sooyoung.
“Benarkah? Ah, baiklah aku segera ke sana Suster, terima kasih” jawab Sooyoung pada sang Suster. “Kyuhyun-ssi, sepertinya kita tidak bisa bercerita lebih lama lagi, aku harus pergi. Oh ya, sekali lagi senang berkenalan denganmu dan aku do’akan semoga kau lekas sembuh, annyeonghaseyo” pamit Sooyoung pada Kyuhyun.
“Aku juga, senang berkenalan denganmu Sooyoung-ssi dan terima kasih sudah menolongku”
Anhio, itu tidak seberapa. Baiklah kalau begitu aku pergi, permisi” Sooyoung membungkuk dan berlalu dari hadapan Kyuhyun.
“Sooyong-ssi” panggil Kyuhyun dan Sooyoung pun menoleh.
“Apakah besok kita bisa bertemu lagi? Di sini, aku akan menunggumu di sini besok pada jam seperti ini” teriak Kyuhyun semangat.
Sooyoung tidak menjawab, dia hanya mengacungkan jempolnya dan tersenyum ke arah Kyuhyun dan Kyuhyun pun tersenyum senang.
“Kyunnie-ah, kau sudah kembali?” tanya Naomi pada Kyuhyun yang sudah kembali ke kamarnya di antar oleh seorang Suster.
“Kita sudah sampai Kyuhyun-ssi, ah ternyata kekasihmu sudah menunggumu di sini” ucap sang Suster mendorong kursi roda Kyuhyun mendekati kasurnya dan membantu Kyuhyun untuk naik ke kasur.
“Dia bukan kekasihku Suster, bahkan aku tidak mengenalnya” ucap Kyuhyun dingin dan menatap Naomi sekilas dengan tatapan acuh.
Ne??” sang Suster pun terkejut dan bingung, ia seolah mengerti bagaimana perasaan Naomi mendengar ucapan Kyuhyun barusan. “Eum, baiklah kalau begitu anda istirahatlah, nanti Dokter akan ke sini untuk mengecek kondisi anda. Saya permisi dulu, Naomi-ssi saya permisi” ucap sang Suster pamit pada Kyuhyun dan Naomi.
“Iya terima kasih Suster” jawab Naomi dengan suara yang bergetar.
Hening, setelah Suster itu pergi dari sana Naomi tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Bahkan untuk berbicara pun ia serasa tidak kuasa, karena saat ini hatinya sedang berusaha untuk menyembunyikan perih yang di rasakannya.
“Kyunnie-ah, aku keluar dulu sebentar untuk membeli sesuatu, permisi” ucap Naomi serak tanpa menatap Kyuhyun.
“Kau bisa lebih lama di luar, karena aku sedang ingin istirahat dan tidak ingin di ganggu oleh siapapun” ucap Kyuhyun sinis dan langsung membalikkan tubuhnya membelakangi Naomi.
Tanpa menunggu aba-aba lagi, Naomi pun segera pergi dari sana. Ia berlari sekencang-kencangnya menaiki lift untuk naik ke lantai paling atas dan akhirnya ia sampai di atap gedung Rumah Sakit itu. Naomi menjatuhkan tubuhnya di salah satu sudut, menumpahkan semua air matanya yang tidak bisa lagi ia tahan. Ia menangis sejadi-jadinya, meskipun ia tahu sebanyak apapun air mata yang ia tumpahkan tetap tidak akan mengurangi rasa sakitnya menerima perlakuan dingin Kyuhyun terhadapnya.
“Tuhan, kenapa kau berikan aku ujian yang begitu berat seperti ini? Dan kenapa ini terjadi menjelang hari pernikahanku dengannya? Tidak bisakah aku merasakan kebahagiaan sedikit saja Tuhan? Apa salahku hingga kau hukum aku seperti ini?” Naomi bangkit dan berteriak pada langit dengan air mata yang masih setia membanjiri kedua pipinya. “Aku juga ingin bahagia, aku ingin hidup bahagia bersamanya, tapi kenapa kau buat dia melupakan siapa diriku? Kenapa?” suara Naomi semakin melemah dan ia tertunduk dalam menahan kepiluannya.
***
Ini hari ke sepuluh Kyuhyun di rawat di Rumah Sakit dan Naomi tidak pernah absen untuk menemani Kyuhyun. Meskipun orang tuanya, orang tua Kyuhyun, Victoria, Nichkhun, bahkan member-member Super Junior atau artis-artis lain yang tergabung dalam Management Kyuhyun sesekali datang ke sana untuk menjenguk Kyuhyun, tapi hanya Naomi lah yang tidak pernah hengkang sedikitpun dari hadapan Kyuhyun, dia lebih memilih selalu ada di samping Kyuhyun kapan pun dan di manapun.
Tapi ada yang membuat Naomi heran, lima hari ini Kyuhyun selalu terlihat bersemangat untuk pergi ke taman dan anehnya dia tidak pernah mau di antar oleh Naomi, tapi dia lebih memilih untuk di antar oleh Suster. Terpaksa Naomi pun menuruti keinginan Kyuhyun dan hanya menunggunya di kamar. Rasa penasaran Naomi pun akhirnya membuncah tatkala ia melihat Kyuhyun ingin tampil rapi hari ini, tidak ingin di antar bahkan oleh Suster sekalipun dan malah ia juga tidak ingin memakai kursi roda, meskipun kakinya masih sedikit memar. Perasaannya mulai tidak karuan saat ia mengikuti langkah Kyuhyun dengan hati-hati di belakangnya.
“Semoga dugaanku salah” gumam Naomi pada hatinya untuk menenangkan dirinya sendiri atas pikiran buruk yang sempat terlintas di otaknya.
“Sooyoung-ssi” Kyuhyun memanggil seseorang dengan wajah sumringah dan melambai ke arah orang yang di panggilnya itu.
“Kyuhyun-ssi?” sahut orang itu tersenyum manis pada Kyuhyun.
Langkah Naomi tiba-tiba terhenti, mulutnya tercekat, dadanya serasa di bebani oleh sesuatu yang berat sehingga membuatnya terasa sangat sesak.
Annyeonghaseyo Kyuhyun-ssi
Annyeonghaseyo
“Wow,,kau rapi sekali hari ini. Oh ya ke mana kursi rodamu?”
“Kakiku sudah jauh lebih baik, jadi aku sudah tidak memerlukannya lagi”
“Benarkah? Wow…”
“Sooyoung-ssi, kau sudah makan siang?” tanya Kyuhyun semangat.
“Eum, belum, waeyo? Kau sendiri sudah makan?”
“Aku juga belum, bagaimana kalau kita makan siang bersama di dekat sini? Biar aku yang teraktir”
Aigo, apakah kau baru mendapatkan undian berhadiah, huh?”
“Hahaha….kau ini, memangnya kalau aku punya uang itu berarti aku baru mendapatkan undian? kekeke….” Kyuhyun tertawa renyah.
“Hehehe…tidak juga. Baiklah kalau begitu, kajja
Di sisi lain, hati Naomi semakin hancur melihat Kyuhyun yang bisa tertawa serenyah itu. Semenjak Kyuhyun mengalami kecelakaan dan ia hilang ingatan, Naomi tidak pernah lagi melihat tawa bahagia Kyuhyun bahkan melihatnya tersenyum manis untuk Naomi pun tidak pernah, yang ada hanya sikap dingin Kyuhyun.
Ingin sekali Naomi mengejar Kyuhyun dan gadis itu, tapi ia bahkan tidak kuasa menahan tubuhnya sendiri untuk berpijak. Akhirnya Naomi memilih pergi ke lantai atap gedung Rumah Sakit lagi, seolah tempat itu adalah tempat persembunyiannya setiap kali ia merasa sedih dan terluka.
“Siapa gadis itu? Ternyata selama ini Kyuhyun sering pergi ke taman adalah untuk menemui gadis itu? Bahkan tadi aku melihat dia tertawa bahagia saat bersama gadis itu, sangat kontras dengan sikapnya jika sedang bersamaku” Naomi terisak memeluk lututnya. “Kyunnie-ah, apakah kau benar-benar sudah melupakan aku? Apakah aku benar-benar sudah tidak berarti lagi untukmu? Apakah kau juga sudah melupakan cincin ini?” Naomi memandangi cincin di jari manisnya, cincin yang pernah Kyuhyun berikan untuknya saat ia melamar Naomi.
Air mata Naomi pun kembali tertumpah, ia mengingat saat Kyuhyun melamarnya beberapa waktu lalu. Masih teringat jelas olehnya perasaan bahagia yang amat sangat saat Kyuhyun melamarnya di taman Lavender. Itu adalah saat terindah dalam hidupnya, tapi kenyataan justru berkata lain saat ini, Kyuhyun justru tidak mengingat moment itu, tidak mengingat siapa Naomi, tidak mengingat setiap kejadian yang di lewatinya bersama Naomi dan ia juga tidak mengingat bahwa dirinya begitu mencintai Naomi. Yah, Naomi sangat tahu kalau Kyuhyun sangat mencintai dirinya, tapi apakah semua itu sudah tidak ada gunanya lagi sekarang? Jika mengingat keadaan Kyuhyun sekarang yang hilang ingatan?
“Kyunnie-ah, apakah aku bisa mengembalikan semua ingatanmu tentang aku? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Tolong beritahu aku, tolong….” Naomi kembali menangis larut dalam luka yang menyayat hatinya.
“Nao, kau dari mana?” tanya Nichkhun yang sudah berada di kamar rawat Kyuhyun.
Oppa?” Naomi terkejut melihat Nichkhun di sana, ia takut kalau saat ini Nichkhun melihat matanya yang sembab.
“Nao, waeguraeyo? Kenapa matamu sembab seperti itu?” dugaan Naomi benar, Nichkhun pasti akan menanyakan hal itu padanya.
Anhio oppa, gwaenchanayo. Mungkin aku kurang tidur jadi mataku seperti ini” jawab Naomi berbohong, menghindari tatapan Nichkhun yang terus mengamatinya.
“Nao, katakan padaku” Nichkhun seolah tidak ingin menyerah untuk mengetahui apa yang sedang terjadi dengan adiknya itu.
Mwo? Oppa, bukankah aku sudah bilang, aku tidak apa-apa, sungguh”
“Apa sekarang kau ingin menjadi orang yang tertutup?” tanya Nichkhun tajam.
Oppa…kau jangan khawatir, kali ini aku benar-benar tidak apa-apa. Jika memang ada sesuatu, aku pasti akan mengatakannya padamu, percayalah” ucap Naomi tegas menatap mata Nichkhun dalam.
“Benarkah?”
“Eum…” Naomi mengangguk.
“Maaf oppa, maaf karena aku terpaksa harus berbohong. Aku hanya tidak ingin kalian semua tahu apa yang saat ini terjadi antara aku dan Kyuhyun. Aku tidak ingin kalian semua khawatir, biar aku yang merasakan sakit ini sendirian, mungkin ini memang hukuman untukku” ucap Naomi pilu pada hatinya sendiri.
“Lalu ke mana Kyuhyun? Aku di sini sudah dua puluh menit yang lalu, aku kira dia bersamamu?”
“Eum…dia,,,dia…tadi pergi ke luar sebentar, katanya ingin membeli sesuatu” jawab Naomi gugup.
“Ya Tuhan, Naomi kenapa kau menjawabnya dengan gugup? Oppa pasti mencurigaimu, bodoh” gerutu Naomi dalam hati.
“Membeli sesuatu? Ke mana? Nao, kau lupa Kyuhyun tidak boleh keluar karena orang-orang tidak mengetahui kalau dia mengalami amnesia” ucap Nichkhun panik.
“Kau benar, oppa bagaimana ini? Aku lupa tentang itu” lirih Naomi ikut panik.
“Sebaiknya kita cari dia di sekitar dekat Rumah Sakit saja” Nichkhun berlari ke luar kamar dan Naomi mengikutinya.
Nichkhun dan Naomi memasuki semua tempat dekat Rumah Sakit, memasuki mini market dan tempat makan. Namun mereka tidak menemukan sosok Kyuhyun di mana pun.
“Hei…bukankah itu Kyuhyun oppa?” bisik seorang gadis pada teman-teman yang duduk bersamanya.
“Ah iya kau benar itu kan Kyuhyun oppa” jawab gadis yang lain histeris.
Oppa…” mereka pun menghampiri Kyuhyun antusias.
Oppa…kami adalah SparKyu, aahh senang sekali bisa melihatmu di sini. Oh ya oppa kami dengar kau mengalami kecelakaan? Bagaimana keadaanmu sekarang? Kau tidak apa-apa, kan?” gadis-gadis itu yang tak lain adalah penggemar berat Kyuhyun, mengamati tubuh Kyuhyun dari atas hingga bawah dengan raut khawatir.
“Aku sudah tidak apa-apa, tapi maaf kalau aku boleh tahu, SparKyu itu apa?” tanya Kyuhyun tidak mengerti.
Spontan para gadis-gadis penggemar Kyuhyun itu pun saling memandang satu sama lain karena bingung.
Oppa, SparKyu itu adalah nama fans club-mu. Kami adalah penggemar-penggemarmu. Apakah kau tidak ingat itu? Kau benar-benar Kyuhyun oppa, kan?” jawab salah seorang gadis itu menatap Kyuhyun ragu-ragu.
“Iya aku Kyuhyun” jawab Kyuhyun cepat.
“Permisi, tapi apakah aku boleh bertanya sesuatu pada kalian?” tanya Sooyoung tiba-tiba yang tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.
Namun gadis-gadis itu tidak langsung menjawab ucapan Sooyoung, mereka justru menatap Sooyoung dengan sakratis.
“Kau mau tanya apa?” tanya salah seorang gadis itu sinis.
“Apakah kalian semua mengenal Kyuhyun-ssi?” tanya Sooyoung polos.
“Tch…kau ini lucu sekali. Tentu kami mengenalnya, kau tidak dengar tadi kami mengatakan kalau kami ini adalah penggemarnya, huh?”
“Penggemarnya? Memang Kyuhyun itu siapa?”
“Ya, sebenarnya kau ini siapa? Apakah kau gadis yang ingin menggoda calon suami orang lain, huh? Kau tidak tahu dia ini adalah salah satu member SUPER JUNIOR, group Boyband yang SANGAT TERKENAL DI KOREA, kau tahu? Dan dia ini sudah mempunyai pacar, bahkan dia akan menikah dengan pacarnya. Tapi belakangan beredar kabar kalau pernikahan mereka itu di tunda” ucap salah satu di antara gadis-gadis itu dengan menekankan beberapa kalimatnya dengan nada tinggi.”Omoomo…jangan-jangan, pernikahan mereka di tunda gara-gara kau mencoba untuk menggoda Kyuhyun oppa, huh?” sekarang gadis-gadis itu menghampiri Sooyoung dan memelototi Sooyoung.
“Hei…apa yang kalian ucapkan? Aku bahkan tidak tahu apa-apa tentang Kyuhyun, aku baru mengenalnya beberapa hari ini”
Mwo? Kau tidak mengenal siapa Kyuhyun oppa? Lalu kenapa sekarang kau bisa bersamanya, eoh?” salah satu gadis yang tidak bisa menahan emosinya pun meremas tangan Sooyoung kuat-kuat.
“Hei…apa yang kalian lakukan padanya? Hentikan, dia tidak berusaha untuk menggodaku” ucap Kyuhyun lantang dan menghalangi gadis-gadis itu yang ingin menyentuh Sooyoung. “Dengar ucapanku, aku tidak mengerti dengan apa yang kalian ucapkan. Kalau kalian bilang aku ini member dari Super Junior mungkin itu memang benar, tapi kalau kalian bilang aku ini sudah punya kekasih dan akan menikah, itu tidak benar. Bahkan aku tidak bisa mengenal siapa calon istriku itu, arasso?” teriak Kyuhyun pada para penggemarnya yang sudah memanas.
“Kyuhyunnie….” panggil Nichkhun dengan keras pada Kyuhyun dan spontan semua orang pun menoleh ke arah Nichkhun yang datang bersama Naomi.
“Nichkhun oppa?” para gadis-gadis tadi menyapa Nichkhun.
“Maaf untuk kalian semua atas kesalah pahaman ini. Sebenarnya sejak Kyuhyun mengalami kecelakaan, dia mengalami amnesia jadi dia tidak bisa mengingat apa-apa dan siapa-siapa, bahkan dia juga tidak bisa mengingat siapa dirinya. Jadi, kami mohon kalian bisa memakluminya. Dan mengenai siapa gadis ini, dia adalah sepupuku” ucap Nichkhun mencoba untuk menjelaskan dan berbohong tentang siapa Sooyoung. “Kyuhyun masih butuh istirahat, jadi kami permisi dulu. Maaf sudah membuat keributan di sini, permisi” Nichkhun membungkuk meminta maaf pada semua orang yang ada di sana dan menarik tangan Kyuhyun untuk keluar dari kedai itu.
Naomi yang tidak bisa berkata apa-apa, hanya bisa menunduk dalam dan mengikuti langkah Nichkhun dan Kyuhyun yang ada di depannya, begitu juga Sooyoung yang benar-benar tidak mengerti dengan semua itu, hanya bisa pergi dari sana dengan kebingungannya.
“Kyu…semua orang tidak tahu kalau kau mengalami amnesia, jadi aku mohon kau jangan pergi ke manapun selain di sekitar Rumah Sakit ini. Bukankah aku sudah pernah mengingatkanmu?” ucap Nichkhun pada Kyuhyun saat mereka sudah sampai di kamar Kyuhyun.
“Aku bosan berada di sini terus, apakah aku tidak boleh keluar sebentar?” tanya Kyuhyun sinis.
“Bukan tidak boleh, tapi belum saatnya. Lagipula, kami semua juga sedang berusaha untuk mengembalikkan ingatanmu. Memangnya kau tidak ingin ingatanmu kembali? Apakah kau tidak ingin kembali ke kehidupanmu yang sebenarnya? Ingat Kyu, kau ini calon suami dari adikku”
“Cukup, aku sudah bosan mendengar semua orang yang mengatakan aku ini sudah mempunyai calon istri, aku akan menikah, aku punya kekasih. Terserah kalian mau bicara apa, tapi aku benar-benar tidak bisa mengingat itu semua. Aku hanya ingin menjalani kehidupanku yang sekarang, mengerti?”
“CHO KYUHYUN?” bentak Nichkhun pada Kyuhyun dan tangannya yang mengepal hampir saja mendarat di wajah Kyuhyun kalau ia tidak ingat pada Naomi.
“Kenapa? Kau mau memukulku? Ayo pukul?” tantang Kyuhyun membusungkan kepalanya ke arah Nichkhun.
Namun Nichkhun menarik kembali tangannya dengan kesal.
“Aku tidak ingin mengotori tanganku hanya karena pria bodoh sepertimu” ucap Nichkhun keluar dari sana dan membanting pintu dengan keras.
***
Chogiyo….” sapa Sooyoung pada Naomi yang kini duduk di kursi taman dengan tatapan kosong. “Chogiyo…” ulang Sooyoung mengibaskan tangannya di depan wajah Naomi, alhasil Naomi pun akhirnya menoleh ke arahnya.
Ne?”
“Apakah aku boleh bertanya sesuatu?”
Ne…” jawab Naomi singkat.
“Apakah kau mengenal Kyuhyun-ssi?”
Naomi terdiam, sebelum akhirnya dia menjawab pertanyaan Sooyoung.
“Iya, aku mengenalnya” jawab Naomi pelan.
“Kalau aku boleh tahu, kau ini siapanya?” tanya Sooyoung hati-hati.
Dan Naomi tersentak dengan pertanyaan Sooyoung, Naomi bingung apa yang harus ia jawab. Apakah ia harus menjawab kalau dirinya adalah calon istri dari Kyuhyun?
“Aku adalah orang yang sangat mencintainya” jawab Naomi akhirnya.
“Orang yang sangat mencintainya? Apakah kau calon istrinya? Seperti yang di katakan oleh orang-orang tadi?” tanya Sooyoung terkejut.
“Seharusnya begitu, tapi itu sebelum Kyuhyun mengalami kecelakaan dan amnesia. Sekarang, aku sendiri tidak tahu apakah aku masih pantas di anggap sebagai calon istrinya? Sementara Kyuhyun bahkan tidak bisa mengingat siapa aku” jawab Naomi pilu.
Amnesia? Jadi maksudmu, Kyuhyun sekarang….”
“Yah, dia tidak bisa mengingat kehidupan sebelumnya dan dia juga tidak mengingat orang-orang di sekitarnya”
“Eum, mengenai hal itu, maaf aku sungguh tidak tahu” sesal Sooyoung. “Oh ya, namaku Sooyoung, Choi Sooyoung” Sooyoung mengulurkan tangannya dan memperkenalkan diri pada Naomi.
Naomi menatap tangan Sooyoung ragu, tapi akhirnya ia menyambutnya.
“Naomi, kau bisa panggil namaku Naomi”
“Naomi-ssi, apakah aku boleh mengatakan sesuatu padamu?”
“Sesuatu? Tentang apa?”
“Tentang Kyuhyun-ssi, ah maksudku tentang calon suamimu”
Jantung Naomi tiba-tiba berdegup kencang, ia merasakan ketakutan dengan apa yang akan di katakan oleh Sooyoung nanti. Apakah Sooyoung akan mengatakan sesuatu yang menyakiti hatinya lagi? Tapi sebisa mungkin Naomi mengontrol dirinya dan menenangkan hatinya.
“Tentu saja, katakan saja”
“Sebenarnya, aku pertama kali bertemu dengan Kyuhyun lima hari lalu di sini. Saat itu aku tidak sengaja menolongnya yang hampir jatuh dan masuk ke dalam kolam itu” Sooyoung mencoba menjelaskan awal pertemuannya dengan Kyuhyun pada Naomi dan menunjuk kolam yang ada di depannya. “Setelah itu, kami akhirnya berkenalan. Aku pernah bertanya padanya apakah saat itu ada keluarganya yang menemaninya, tapi saat itu dia mengatakan dia sendirian. Kyuhyun memintaku untuk bertemu lagi di sini di hari berikutnya dan akhirnya kami jadi sering bertemu di sini. Tapi, kau jangan khawatir, selama aku bersama dengannya lima hari ini, aku tidak melakukan apapun, aku hanya bercerita tentang kegiatanku yang menolong orang-orang di Rumah Sakit ini. Dia sepertinya sangat tertarik. Aku pikir Kyuhyun orangnya sangat baik dan dia juga pendengar yang baik, makannya aku senang berteman dengannya. Tapi jujur, aku benar-beanr tidak tahu tentang kepribadiannya, kalau dia sebenarnya adalah seorang artis terkenal dan dia juga sudah mempunyai calon istri. Aku ini adalah gadis biasa, kehidupan keluargaku juga sangat sederhana. Ketika lulus sekolah, aku banyak menghabiskan waktuku dengan kegiatan-kegiatan sosial. Jadi, aku tidak pernah punya waktu untuk mengenal hal lain. Oleh karena itu, aku juga tidak pernah mengikuti tentang kehidupan-kehidupan para artis” terang Sooyoung panjang lebar.
“Kau pasti orang yang sangat baik, pantas saja Kyuhyun sepertinya bisa langsung nyaman bersamamu”
“Naomi-ssi, kenapa kau bisa berbicara seperti itu?”
Ne? Ah, anhio” Naomi menggeleng cepat. “Sooyoung-ssi, sekarang apakah aku boleh bertanya sesuatu padamu?” tanya Naomi menatap Sooyoung ragu.
“Tentu saja, kau ingin bertanya apa?”
“Apakah, kau menyukai Kyuhyun?” tanya Naomi hati-hati.
Ne? Naomi-ssi?” jawab Sooyoung terkejut.
“Tidak apa-apa, katakan saja dengan jujur. Aku tidak akan apa-apa, Sooyoung-ssi, apakah kau menyukainya?” ulang Naomi berat.
Anhio, aku tidak menyukainya. Bahkan aku tidak pernah menyukainya, aku hanya nyaman saja saat bersamanya. Karena dia adalah teman pria pertama yang aku kenal” jawab Sooyoung yakin.
“Apakah kau yakin? Apakah kau tidak sedang berusaha menyembunyikan persaanmu?” tanya Naomi menyelidik.
“Ya aku sangat yakin dan aku mengatakan yang sejujurnya”
Naomi menatap jauh ke dalam mata Sooyoung, mencoba untuk membaca mata gadis itu, apakah yang di ucapkan Sooyoung sama dengan apa yang ada di dalam hatinya?
***
“Kyunnie-ah?” Naomi terkejut melihat Kyuhyun yang sedang duduk di sebuah kursi taman di pinggir danau.
“Kau? Kenapa kau ada di sini?” tanya Kyuhyun yang juga terkejut melihat kedatangan Naomi. “Maaf, tapi aku sedang menunggu seseorang. Kalau kau ke sini karena ada urusan lain, kau bisa duduk di sini, biar aku akan menunggunya di sana” ucap Kyuhyun berlalu dari hadapan Naomi.
“Kyunnie-ah tunggu” panggil Naomi menghentikan langkah Kyuhyun.”Dia tidak akan datang, karena semua ini adalah rencananya” ucap Naomi menatap Kyuhyun yang membelakanginya.
“Apa maksud dari ucapanmu barusan?” Kyuhyun akhirnya menoleh dan menatap Naomi dingin.
“Tadi Sooyoung yang menyuruhku untuk datang ke sini, tapi saat aku melihatmu di sini, aku berfikir sepertinya ini memang sudah rencananya untuk mempertemukan kita di sini”
Mwo? Tch, kau pasti bohong. Maaf, tapi aku tidak bisa mempercayai ucapanmu, aku akan tetap menunggunya di sana, permisi”
“Kyunnie-ah…Sebelum kau pergi apakah aku boleh bertanya sesuatu padamu?” teriak Naomi pada Kyuhyun, namun Kyuhyun hanya bergeming dan tetap melangkah.
“Apakah kau tidak akan peduli jika sekarang aku akan mati?” ucapan Naomi akhirnya bisa membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya.
“Kyunnie-ah, kau lihat danau di belakangku sekarang? Danau ini pasti sangat dingin, meskipun tidak dalam, tapi aku tidak bisa berenang, kau tahu? Apakah kau benar-benar tidak akan peduli jika aku mati tenggelam di danau ini?”
Kyuhyun menoleh ke arah Naomi sekarang.
“Tapi sebelum aku mati, aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Kyunnie-ah, aku sangat mencintaimu, bahkan aku mencintaimu melebihi aku mencintai diriku sendiri. Kau ingat cincin ini? Ini adalah cincin yang kau berikan padaku saat kau melamarku. Kau tahu, saat itu aku sangat bahagia, aku merasa menjadi wanita paling bahagia di dunia ini. Kau menyempurnakan hidupku Kyunnie-ah, kau adalah sisi lain dari diriku. Tapi jika sekarang, kau sudah tidak peduli lagi padaku dan aku sudah tidak berarti apa-apa lagi bagimu, lalu untuk apa aku hidup? Cincin ini, mungkin cincin ini juga sudah tidak berarti apa-apa lagi bagimu, jadi lebih baik aku membuangnya” tanpa ragu Naomi melemparkan cincin itu ke dalam danau dan Kyuhyun terkejut melihatnya.
“Sekarang, sudah tidak ada yang tersisa lagi. Jika kau sudah melupakan semua tentang kita, maka aku juga akan melupakan semuanya dan aku akan membawa semua itu dengan kematianku” Naomi melangkah mundur mendekati danau yang ada di belakangnya.
“Ya, kau sudah gila? Apa yang kau lakukan?” Kyuhyun menghampiri Naomi panik.
“Jangan mendekat” teriak Naomi pada Kyuhyun. “Bukankah selama ini aku hanya menjadi pengganggu hidupmu? Kau jangan khawatir, mulai detik ini aku tidak akan menampakkan diriku lagi di hadapanmu” tubuh Naomi hanya satu langkah lagi jaraknya dengan danau itu.
“Kyuhyun-ssi, aku mencintaimu” ucap Naomi pelan dan ia pun menjatuhkan tubuhnya ke dalam danau.
Kyuhyun benar-benar terkejut, ia tidak menyangka kalau Naomi benar-benar akan melakukan hal bodoh itu. Baru Kyuhyun akan melangkah, tiba-tiba sebuah memori menghampiri ingatannya. Memori saat Naomi menyelamatkannya dari kawanan perampok di Paris dua tahun lalu, memori saat Naomi memapahnya ke kamar mandi saat Kyuhyun di rawat di Rumah Sakit saat di Paris, memori saat ia mendatangi Appartement Naomi di hari ia akan kembali ke Korea dan di usir oleh Security, memori saat ia menunggu Naomi di taman Lavender hingga larut malam, memori saat ia bersama Naomi di taman hiburan, memori saat ia melamar Naomi di taman Lavender dan terakhir memori saat ia menghampiri Naomi di tengah hujan deras sebelum akhirnya ia mengalami kecelakaan.
“Naomi…Naomi-ah, Naomi-aaaa” Kyuhyun akhirnya mengingat semuanya tentang Naomi dan ia memanggil nama Naomi dengan keras sebelum akhirnya ia menceburkan dirinya ke dalam danau.
Karena saat itu malam hari, Kyuhyun tidak bisa melihat Naomi dengan jelas di dalam danau, tapi untungnya ada sedikit sinar dari lampu-lampu yang sengaja di pajang di pinggiran danau dan akhirnya Kyuhyun pun bisa melihat tubuh Naomi yang mengambang dan semakin tenggelam ke dalam danau.
Kyuhyun memeluk kepala Naomi dengan tangan kirinya dan membawanya untuk naik ke permukaan. Saat sudah berada di atas permukaan, Naomi ternyata tidak sadarkan diri dan tanpa pikir panjang, Kyuhyun pun memberi nafas buatan dan sesekali menekan dada Naomi mencoba untuk mengeluarkan air dari mulut Naomi yang tertelan olehnya.
“Naomi, ayo cepat bangun aku mohon” Kyuhyun dengan panik terus menekan dada Naomi dan memberinya nafas buatan, namun Naomi tetap tidak membuka matanya.
“Nao, kau boleh menghukumku dengan cara apapun, tapi aku mohon jangan tinggalkan aku, bangunlah aku mohon, Nao…” air mata Kyuhyun mengalir bersama air yang membasahi wajahnya dan setetes air mata itu mengalir tepat di atas mata Naomi yang membuat Naomi akhirnya membuka matanya.
“Kyunnie-ah…” panggil Naomi lemah menatap Kyuhyun sendu.
“Naomi akhirnya kau bangun, maafkan aku, aku mohon maafkan aku. Jangan tinggalkan aku Naomi, jangan tinggalkan aku. Aku bodoh, aku memang bodoh selalu membuatmu terluka. Tapi aku mohon jangan tinggalkan aku, aku tidak akan bisa hidup tanpamu lagi” Kyuhyun memeluk Naomi erat dan menciumi kepala gadis itu dengan air mata yang tak hentinya mengalir.
“Apakah kau sudah mengingatku?” bisik Naomi lemah di telinga Kyuhyun.
“Eum, aku sudah mengingatmu. Maaf, karena aku sempat membuatmu khawatir karena sudah tidak mengingatmu. Tapi sekarang aku sudah ingat semuanya, aku sudah ingat kalau aku sangat mencintaimu, aku sangat membutuhkanmu, aku sangat takut untuk kehilanganmu” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap Naomi lekat. “Naomi, aku sangat mencintaimu” ucap Kyuhyun dan mengecup kening Naomi lama.
Naomi tersenyum, ada kelegaan yang luar biasa dalam hatinya. Ia benar-benar bahagia akhirnya Kyuhyun bisa mengingatnya lagi, meskipun dengan taruhan nyawanya ia bisa mengembalikan ingatan Kyuhyun, Naomi rela melakukannya dan Naomi benar-benar bersyukur usahanya itu tidak sia-sia.
Di tempat lain, Sooyoung sedang menangis menatap Kyuhyun dan Naomi. Ia sadar, itu memang rencananya untuk bisa menyatukan lagi Kyuhyun dan Naomi. Tapi ia juga tidak bisa memungkiri hatinya yang terluka melihat kedekatan mereka, Sooyoung berbohong saat ia mengatakan pada Naomi kalau ia tidak menyukai Kyuhyun. Padahal saat pertama kali mengenal Kyuhyun, Sooyoung sudah menaruh hati pada Kyuhyun karena Kyuhyun adalah pria pertama yang membuatnya merasa nyaman berada di dekatnya. Ini juga pertama kalinya Sooyoung menyukai seorang pria, tapi ia tidak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini karena ia sudah salah menyukai pria. Karena Kyuhyun ternyata sudah menjadi milik seseorang dan orang itu adalah Naomi.
“Terima kasih Kyuhyun-ssi, karena kau sudah membuatku merasakan bagaimana rasanya menyukai seseorang. Meskipun aku harus terluka untuk itu, tapi melihatmu bisa bahagia bersama orang yang kau cintai, aku juga akan bahagia. Aku percaya Naomi adalah wanita terbaik untukmu” gumam Sooyoung menatap Kyuhyun dan Naomi lagi sebelum akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari sana.
***

“Kyunnie-ah, mau apa kita ke sini?” tanya Naomi bingung saat Kyuhyun mengajaknya ke sebuah toko perhiasan.
“Aku akan membeli cincin baru untukmu, bukankah waktu itu cincin yang aku berikan kau buang ke danau? Sebenarnya saat itu pagi-paginya aku mencari cincin itu di sana, tapi maaf aku tidak bisa menemukannya. Jadi, sekarang aku akan menggantinya dengan yang baru”
“Hihihi….” mendengar ucapan Kyuhyun barusan, Naomi malah terkekeh.
“Kenapa kau malah tertawa?” tanya Kyuhyun bingung.

“Maaf, tapi sebenarnya cincin yang aku buang malam itu bukan cincin yang sebenarnya. Itu hanya cincin biasa, aku berbohong padamu, karena cincin yang asli ada di sini” Naomi mengeluarkan cincin dari kotak merah yang ia keluarkan dari tasnya.

Mwo? Jadi cincin itu…” Kyuhyun terkejut.

“Eum, yang inilah yang asli” Naomi memasang lagi cincin itu di jari manisnya.”Kau pikir aku bodoh? Mana mungkin aku akan tega membuangnya, hihi…” ucap Naomi polos.

Pabo, kau benar-benar sudah membuatku merasa bersalah. Aku kira kau benar-benar membuangnya” ucap Kyuhyun menjitak kepala Naomi pelan.

“Hehehe..mianhaeyo yeobo” rayu Naomi mengedipkan matanya.

“Tch…” Kyuhyun mendecak dan tersenyum melihat tingkah Naomi. “Baiklah, aku akan memaafkanmu, tapi kau harus membayarnya dengan sesuatu” ucap Kyuhyun melipat kedua tangannya di depan dadanya.

“Membayarnya dengan sesuatu? Apa?” Naomi menyipitkan matanya.

“Kapan-kapan saja ku beritahunya. Oh ya sekarang kita ke Appartement Victoria saja, kita bertemu dengan Khuntoria couple” Kyuhyun mengapit lengan Naomi dengan lengannya.

“Mau apa kita ke sana? Bagaimana kalau kedatangan kita justru mengganggu mereka?”

“Tidak akan, lagipula sudah lama kita tidak berkumpul bersama lagi, kan?”

“Ah, iya kau benar”

Dan akhirnya Naomi dan Kyuhyun pun sampai di Appartement Victoria. Karena mereka sudah mengetahui password untuk membuka Appartement Victoria, mereka pun masuk tanpa mendapatkan ijin dari sang pemiliknya.

Naomi dan Kyuhyun melangkah perlahan masuk ke dalam, takut kalau ternyata mereka memergoki Nichkhun dan Victoria sedang melakukan sesuatu yang tidak boleh mereka lihat. Namun betapa terkejutnya mereka saat mereka melihat Victoria menangis tersedu-sedu dan Nichkhun yang duduk dengan santai di sampingnya.

“Eonni-ah, kau kenapa menangis?” tanya Naomi cemas menghampiri Victoria.

“Naomi-ah, Kyuhyun-ah?” sapa Nichkhun santai pada Naomi dan Kyuhyun.

Oppa, apa yang kau lakukan pada Victoria eonni sampai-sampai dia menangis seperti ini?” tanya Naomi kesal pada Nichkhun dan mengusap pipi Victoria yang basah.

“Kau mau tahu kenapa dia menangis? Ini…dia menangis karena ini” ucap Nichkhun menyalakan tombol on pada DVD player di depannya.

Omo, eonniah, jadi kau menangis karena menonton drama sedih?” kejut Naomi.

Dan Victoria hanya mengangguk mengiyakan seraya menyeka air matanya yang masih mengalir.

“Hahaha…aku kira kau menangis karena Nichkhun oppa melakukan sesuatu padamu, ternyata kau menangis hanya karena menonton drama? kekekeke…” tawa Naomi meledak dan ia memegangi perutnya tidak kuasa menahan tawanya sendiri.

“Hahaha,,Vic, kau ini seorang artis dan kau sering bermain drama, tapi kenapa kau bisa menangis melihat drama sedih seperti ini?” Kyuhyun pun ikut tertawa.

“Ya, puas kalian menertawakan aku? Memangnya kenapa kalau aku menangis karena melihat drama? Tidak ada undang-undang yang melarangnya, kan?” Victoria mendengus kesal.

“Iya memang tidak ada yang melarangnya, tapi terdengar lucu jika ini masuk ke dalam berita Online dan media dengan judul, “Victoria pemain Drama Korea bisa menangis saat melihat Drama Korea orang lain yang ber-Genre Sad, kekekeke” sambung Kyuhyun tertawa lagi.

“Khunnie-ah, kenapa kau diam saja? Cepat bela aku dari mahkluk-makhluk ini”

“Apa yang bisa aku lakukan? Ku pikir perkataan mereka ada benarnya juga” jawab Nichkhun santai dan bangkit dari duduknya menuju balkon. “Kyu, kemarilah kita menghirup udara segar di sini” ajak Nichkhun pada Kyuhyun yang sedang berusaha menghentikan tawanya.

Ne? Ah, baiklah” Kyuhyun menghampiri Nichkhun ke balkon.

“Eonni-ah, sudahlah jangan menangis lagi, ini cepat hapus air matamu, jangan sampai matamu sembab saat pernikahan nanti, hihihi” Naomi memberikan tissue pada Victoria. “Oh ya eonni-ah, aku benar-benar tidak sabar ingin cepat-cepat lusa” Naomi menyenderkan punggungnya ke badan kursi di belakangnya.

“Maksudmu kau ingin cepat-cepat menikah dengan Kyuhyun?” tanya Victoria sambil menyeka pipinya dengan tissue.

“Eum…aku harap kali ini tidak ada sesuatu yang menghalangi pernikahan kita lagi, karena jujur terkadang kecelakaan Kyuhyun saat itu masih membuatku trauma”

“Ssstt…kau jangan berkata seperti itu. Aku yakin, kali ini semuanya akan berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan yang kita harapkan. Kau jangan memikirkan sesuatu yang buruk, kau cukup memikirkan hari bahagia yang akan kau lewati di hari pernikahanmu nanti, eoh?”

“Ya kau benar, baiklah kalau begitu sekarang aku hanya akan memikirkan hal-hal yang bisa membuatku bahagia. Biarlah yang pernah terjadi itu menjadi sebuah cerita dan yang ku jalani hari ini dan ke depannya adalah masa depan yang cerah yang akan aku lewati bersama Kyuhyun”

“Eum, kau benar. Fighting

Fighting” jawab Naomi semangat.

***

Naomi dan Victoria berjalan beriringan menggandeng Ayah-ayah mereka, memasuki gereja menuju altar, di mana dua pria tampan yang akan mengucap ikrar janji suci bersama mereka, telah berdiri di depan sang Pastur.

“Kami serahkan putri-putri kami pada kalian” ucap Ayah Naomi dan Victoria pada Kyuhyun dan Nichkhun bergantian.

“Terima kasih abouji” jawab Nichkhun dan Kyuhyun bersamaan seraya menyambut tangan kedua calon istri mereka.

“Baiklah, untuk mempersingkat waktu kita akan mulai acara selanjutnya yaitu ikrar janji suci yang akan di ucapkan oleh kedua pasangan pengantin kita hari ini yang akan di pandu oleh Pastur kita” ucap Wooyoung yang di pilih Nichkhun sebagai MC.

“Nichkhun Buck Horvjekul, apakah kau bersedia menjadi pendamping hidup dari Song Qian? Menemaninya dalam keadaan susah maupun senang, saling mencintai sampai maut yang akan memisahkan kalian?” tanya sang Pastur pada Nichkhun.

“Ya, aku bersedia” jawab Nichkhun lantang dan bersemangat.

“Song Qian, apakah kau bersedia menjadi pendamping hidup dari Nichkhun Buck Horvejkul? Menemaninya dalam keadaan susah maupun senang, saling mencintai sampai maut yang akan memisahkan kalian?”

“Ya, aku bersedia” Victoria menjawab sambil tersenyum bahagia.

“Cho Kyuhyun, apakah kau bersedia menjadi pendamping seumur hidup dari Naomi Ninomuya, menemani hidupnya dalam keadaan susah maupun senang dan saling mencintai sampai maut yang akan memisahkan kalian?” giliran sang Pastur bertanya pada pasangan Kyuhyun dan Naomi.

“Ya, aku bersedia” jawab Kyuhyun tegas.

“Naomi Ninomuya, apakah kau bersedia menjadi pendamping hidup dari Cho Kyuhyun, menemaninya dalam keadaan susah maupun senang, dan saling mencintai sampai maut yang akan memisahkan kalian?” terakhir sang Pastur bertanya pada Naomi.

“Ya, aku bersedia” jawab Naomi tanpa berfikir.

“Baiklah, kalian sekarang sudah resmi menjadi sepasang suami istri yang akan menjalani kehidupan baru. Sekarang, kalian bisa memasangkan cincin di jari pasangan kalian masing-masing”

Bersamaan dengan perintah dari sang Pastur, kedua pasangan itu pun saling menyematkan cincin di jari pasangan mereka masing-masing.

“Dan kalian boleh mencium pasangan kalian masing-masing sekarang”

Nickhun dan Kyuhyun berbalik menghadap gadis-gadis di sampingnya yang sudah resmi menjadi istri mereka. Mereka saling menebar senyum menatap pasangannya dan mengecup lembut kening kedua gadis itu. Spontan ruangan pun riuh dengan tepuk tangan kebahagiaan dan isak tangis dari keluarga yang mencintai mereka, tangis bahagia.

“Nona, selamat yah akhirnya kau menikah juga dengan pangeranmu, hehe…” Lee Ji Eun salah satu karyawan di Boutiqe langganan Naomi yang hadir di sana memberikan selamat pada Naomi.

“Hei, Ji Eun-ah, mulai sekarang kau panggil aku Eonni saja jangan Nona, eoh?”

“Errrr…tapi kan sekarang kau sudah menjadi Nyonya Cho, jadi mana mungkin aku hanya memanggilmu eonni, hehe..”

“Ya, itu tidak ada hubungannya. Aku lebih nyaman kau memanggilku eonni

“Eum, baiklah Eonni-ah, hehe…”

Hyuuuuung, selamat akhirnya kau bisa menikah juga” para member 2PM menghampiri Nichkhun dan Victoria.

Gomawo…” jawab Nichkhun menyambut ucapan selamat dari teman-temannya itu.

“Ji Eun-ah, itu ada idolamu. Cepat sana kau sapa dia” bisik Naomi pada Ji Eun dan menunjuk Wooyoung yang sedang berdiri tidak jauh darinya.

“Tapi aku malu eonni” Ji Eun tersipu memegangi pipinya.

“Aish, kau ini. Wooyoung oppa

Ne?

“Eum, ini temanku adalah salah satu penggemar beratmu” Naomi menarik tangan Ji Eun dan mendorongnya ke arah Wooyoung.

Eonni-ah?” mata Ji Eun membulat menatap Naomi.

“Eum, aku ke sana dulu sebentar. Kalian ngobrol-ngobrol saja, oppa tolong temani temanku yang satu ini yah, hehe…” Naomi merajuk pada Wooyoung dan berlalu dari hadapan mereka, sebelumnya Naomi mengedipkan matanya pada Ji Eun.

“Kyuhyunnieeee…” teman-teman Kyuhyun menghampiri Kyuhyun yang sedang mengambil minuman.

“Selamaaaat akhirnya kau bisa menemukan pendampingmu. Meskipun aku kesal kau sudah melangkahiku. Tapi, tidak apalah aku tetap ikut bahagia atas kebahagiaanmu” Leeteuk sang Leader memeluk Kyuhyun.

“Teuki hyung benar, aku juga sama kesalnya karena kau sudah mendahului kami. Tapi kami bahagia bisa melihatmu bahagia” Donghae dan member yang lain bergantian memberikan ucapan dan memeluk Kyuhyun.

“Terima kasih untuk semuanya kalian sudah mau hadir ke acara pernikahanku. Dan maaf kalau aku sudah membuat kalian marah, tapi kalau aku boleh kasih saran sebaiknya kalian cepat menikah sebelum kalian semua jadi bujang lapuk” ucap Kyuhyun polos dan sudah pasti ucapannya itu menjadi boomerang untuk dirinya sendiri karena sekarang semua member Super Junior yang tidak terima dengan ucapan Kyuhyun barusan mencekik kepala Kyuhyun dan menggelitikinya.

“Hei, apa yang kalian lakukan pada suamiku?” teriak Naomi tiba-tiba.

Omo..omo, lihat sekarang Kyuhyun sudah punya bodyguard cepat lepaskan dia” ucap Eunhyuk pada member-member Super Junior yang lain.

“Eum, maafkan kami Naomi-ssi, tapi suamimu ini sudah mengucapkan hal yang sangat menyakitkan pada kami, jadi kami terpaksa menghukumnya” ucap Shindong dan meneruskan lagi aksinya memeluk kepala Kyuhyun dengan kedua tangannya yang berisi.

“Hentikan…” bentak Naomi dan semua orang sekarang menatap Naomi ketakutan.

“Kalau kalian mau menghukumnya…kalian boleh menghukum aku juga” sambung Naomi sambil tersenyum dan menghampiri Kyuhyun.

Spontan semua orang pun tertawa dengan ucapan Naomi.

“Hahaha…sepertinya ada Romeo dan Juliet baru di sini, kekekeke…”

“Nona Naomi, permisi” sapa Bibi Hye Sun tiba-tiba menghampiri Naomi.

Ne?”

“Ini ada seseorang yang menitipkan ini pada bibi untuk di berikan pada Nona” bibi Hye Sun memberikan kado di tangannya dan secarik kertas pada Naomi.

“Seseorang? Siapa?”

“Bibi tidak tahu Nona, tapi dia seorang perempuan cantik. Dia tidak mengatakan siapa, hanya menyuruh bibi untuk memberikan ini pada Nona”

“Apakah orang itu masih ada? Ke mana dia sekarang?”

“Tidak Nona, sepertinya dia sduah pergi. Baiklah Nona, bibi permisi dulu”

“Oh iya baiklah, terima kasih bi”

Ne…”

“Sayang itu dari siapa?”

“Entahlah, bibi Hye Sun bilang dari seorang perempuan. Tunggu, aku akan membukanya”

Dear Naomi dan Kyuhyun…

Annyeong Naomi dan Kyuhyun, selamat untuk pernikahan kalian. Maaf, kalau dengan kedatangan suratku ini mengganggu waktu kalian. Tapi, aku hanya ingin mengatakan sesuatu saja sebelum aku pergi.

Naomi, aku senang bisa mengenalmu dan juga Kyuhyun. Meskipun itu sangat singkat, tapi bagiku itu sangat berarti bisa mengenal orang-orang yang baik seperti kalian. Dan aku juga ingin meminta maaf sebelumnya, malam itu aku membohongi kalian. Aku mengatakan aku menunggu kalian di taman itu, padahal aku sengaja mempertemukan kalian di sana. Dan aku senang karena ternyata caraku itu berhasil membuat kalian bisa bersatu lagi. Mungkin hanya itu yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahanku karena sudah hadir di kehidupan kalian. Naomi, aku turut bahagia atas pernikahanmu, aku percaya kalian pasti akan hidup bahagia karena cinta kalian sungguh besar. Aku sangat berharap aku juga bisa menemukan pria yang akan mencintaiku dengan tulus.

Maaf, aku tidak bisa menemui kalian lagi, aku hanya tidak ingin mengganggu kebahagiaan kalian. Sudah aku putuskan aku akan pergi dari Seoul, aku akan menjalani hidup yang lebih baik dan pergi ke suatu tempat yang baru, mungkin saja aku bisa menemukan jodohku di sana, hehe…Tapi jujur, aku sangat berharap bisa mengenal kalian lebih jauh lagi, tapi aku tahu itu tidak mungkin. Mungkin suatu saat jika kita bertemu lagi, aku pasti akan bahagia dan sampai kapanpun aku akan selalu mengingat kalian.

Sekali lagi, selamat untuk pernikahan kalian semoga cinta kalian akan selalu abadi dan bahagia untuk selamanya. Oh ya ada hadiah kecil dariku untuk kalian, maaf kalau aku tidak bisa memberikan sesuatu yang special, tapi semoga kado kecil dariku ini bisa berguna…^^

Choi Sooyoung

Mata Naomi sudah mulai berkaca-kaca selesai ia membaca surat dari Sooyoung, tapi karena ia juga penasaran dengan isi kotak yang ada di tangannya itu, akhirnya ia pun membukanya. Dan ternyata isinya adalah sebuah sepatu bayi yang di rajut.

Naomi membuka kertas kecil yang di selipkan di sepatu itu.

Maaf aku hanya bisa memberikan ini, ini aku khusus merajutnya sendiri untuk calon bayi kalian nanti. Cepat dapat bayi yah, hehe…:)

Love,

Sooyoung

Naomi tersenyum membacanya tapi ia juga meneteskan air matanya karena terharu sambil memandangi sepatu bayi pemberian Sooyoung itu.

“Sayang sekali dia tidak datang ke hari bahagia kita” ucap Kyuhyun memeluk Naomi.

“Kau benar, padahal aku sangat ingin bertemu dengannya lagi. Aku ingin mengucapkan terima kasih karena sudah membantu kita. Tapi kenapa dia malah tidak mau menemui kita lagi?” isak Naomi dalam pelukan Kyuhyun.

Di tempat lain, Siwon yang memisahkan diri dari teman-temannya sedang asyik menyantap hidangan di sana sendirian.

“Ah, seandainya aku bisa bertemu dengan seorang gadis cantik di sini, aku pasti akan langsung melamarnya karena dia pasti jodoh yang di kirim Tuhan untukku, hihi…” Siwon terkekeh dengan ucapannya sendiri sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya.

Saking asyiknya mengambil beberapa makanan di atas piring di tangannya, Siwon tidak memperhatikan sekelilingnya dan saat ia akan mengambil minuman dari seorang pelayan, ia tidak sengaja menabrak seseorang.

“Ah, maaf Nona maaf aku tidak sengaja” ucap Siwon panik membungkuk meminta maaf pada orang itu yang ternyata adalah seorang gadis.

Gadis itu tidak menjawab dan ia dengan cepat membenarkan syalnya yang sebelumnya sengaja ia gunakan untuk menutupi wajahnya. Saat gadis itu menutupi wajahnya dengan syalnya, Siwon sempat melihat wajah gadis itu dan ia langsung terpesona melihat kecantikan dari gadis itu.

“Maaf, kalau aku boleh tahu siapa namamu?” tanya Siwon tiba–tiba yang membuat gadis itu terkejut.

Ne??” suara gadis itu terdengar mendengung karena mulutnya tertutup oleh syal.

“Namaku Siwon, Choi Siwon” Siwon mengulurkan tangannya.

Gadis itu menatap heran pada Siwon, ia ragu untuk menyambut uluran tangannya. Tapi tidak bisa ia pungkiri, hati kecilnya yang terpesona melihat ketampanan Siwon, tergerak untuk menyambut uluran tangan itu yang masih menggantung.

“Choi Sooyoung”

“Wow, nama marga kita sama, sepertinya kau benar-benar jodoh yang di kirim Tuhan untukku” ucap Siwon tidak melepaskan tatapannya menatap gadis itu yang tak lain adalah Sooyoung. “Sooyoung-ssi, maukah kau menikah denganku?” tanpa berfikir, Siwon melakukan apa yang di ucapkannya sebelumnya, jika ia bertemu dengan gadis cantik di sana, ia akan langsung melamarnya.

NE??” pekik Sooyoung dan matanya membulat, sangat terkejut mendengar Siwon yang tiba-tiba meminangnya.

***

3 years laters…

“Sayang, kau lihat anak kita? Tidak terasa ternyata dia sudah sebesar ini” Nichkhun memeluk Victoria sambil memandangi putrinya yang sudah tertidur pulas di kasurnya.

“Ya kau benar sayang, dia benar-benar seperti malaikat jika sedang tertidur pulas seperti ini”

“Ya tentu, dia seperti malaikat karena dia juga terlahir dari rahim seorang manusia yang menjelma malaikat sepertimu”

“Kau ini, selalu memujiku dengan kata-kata mautmu” Victoria mendelik lalu tersenyum memegangi pipinya yang merona.

“Terima kasih sayang, karena kau sudah menyempurnakan hidupku. Kau dan Naima adalah hadiah terindah dalam hidupku yang di berikan Tuhan untukku, aku janji akan selalu menjaga kalian dengan baik dan dengan nyawaku” Nichkhun memeluk erat pinggang Victoria.

“Sama-sama sayang, aku juga ingin mengucapkan terima kasih karena kau sudah menjadi pelengkap hidupku. Terima kasih atas semua cinta yang kau berikan untukku, apapun akan aku lakukan untuk bisa membuatmu dan Naima bahagia” Victoria menatap Nichkhun lembut.

“I love you my Victoria” Nichkhun mengecup singkat bibir Victoria.

Love you too my Khunnie-ah” Victoria membalasnya dengan ciuman lembut di pipi Nichkhun.

Keesokan harinya setelah mendapat pesan singkat dari Kyuhyun semalam tentang kabar Naomi sudah melahirkan, keluarga Horvejkul pun sibuk dengan tugasnya masing-masing. Victoria sibuk memasukkan keperluan putri semata wayangnya bersama Nichkhun yang bernama Naima, ke dalam tas khusus putrinya itu. Sedangkan Nichkhun sibuk membereskan mobil dan memasukkan barang-barang yang akan di bawa oleh mereka ke Rumah Sakit untuk menjenguk Naomi.

Eommaaa….ayyo tepat tita te Ruma Satit melihat Nami ahjumma” Naima menarik-narik baju Victoria.

“Iya sayang sebentar, eomma sedang menyiapkan dulu keperluanmu” Victoria memasukkan pampers, kaos ganti, celana pendek, susu, dan botol susu yang harus selalu di bawa setiap mereka pergi ke manapun.

“Naima, kemari kau ikut appa duluan ke mobil, eoh?” Nichkhun yang selesai dengan tugasnya pun menghampiri putrinya.

“Eum…” Naima mengangguk antusias. “Tapi aku ingin di gendong di pundun appa” ucap Naomi dengan bahasa yang masih belum fasih.

“Baiklah, kemari appa akan menggendongmu di sini” Nichkhun menaruh tubuh Naima di punggungnya.

Dan Naima tersenyum senang berada di punggung Ayahnya.

“Hati-hati yeobo” ucap Victoria pada Nichkhun.

Ne...kajja

Selesai dengan persiapan mereka, akhirnya keluarga Horvejkul pun berangkat menuju Rumah Sakit. Dan sesampainya di sana, mereka langsung menuju kamar Naomi.

“Naomi-ah…” sapa Victoria merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Naomi.

Eonni-ah” jawab Naomi lemah namun ada gurat kebahagian terpancar di wajahnya melihat kedatangan keluarga kecil kakaknya itu.

“Selamat, karena akhirnya kau sudah menjadi seorang Ibu” Victoria mencium kedua pipi Naomi.

“Eum, terima kasih eonni

“Nao, selamat yah akhirnya kau dan Kyuhyun bisa mewujudkan harapan kalian untuk memiliki baby” Nichkhun ikut memberikan selamat dan mencium kening Naomi.

Gomawoyo oppa, eum dan aku senang karena putra pertama kami bisa lahir dengan selamat”

“Nami ahjumma, mana baby-nya? Aku ingin melihat seppuppuku”

“Ah, Naima sayang kemari, nak. Ahjumma ingin menciummu” Naomi merentangkan tangan kanannya ingin memeluk Naima.

“Kemari sayang, beri ciuman dulu pada ahjumma-mu” Nichkhun menggendong Naima dan mendekatkannya pada Naomi.

“Mwuaaach…” Naima mengecup bibir Naomi.

Aigo…kau semakin cantik saja sayang” Naomi mencubit pelan pipi Naima yang chubby.

Hyung kalian sudah datang?” sapa Kyuhyun yang tiba-tiba masuk menggendong putranya di tangannya.

“Kyunnie-ah…” Nichkhun menoleh pada Kyuhyun. “Aigo, jadi ini calon jagoan kita” Nichkhun menyentuh lembut pipi anak Naomi dan Kyuhyun.

Appa, aku ingin menciumnya” pinta Naima pada Nichkhun yang masih berada dalam gendongan Ayahnya itu.

“Baiklah sayang” Nichkhun mendekatkan tubuh Naima pada sepupu barunya itu. “Sudah yah, adik kecilnya mau di beri susu dulu oleh Ibunya” ucap Nichkhun pada putrinya.

Kyuhyun, Naomi dan Victoria pun tersenyum melihat kelucuan Naima yang dengan antusias menciumi wajah bayi kecil itu yang akhirnya menangis karena lapar.

“Putra Ayah yang tampan, kau minum susu dulu yah supaya kau lekas besar dan bisa bermain dengan kakak Naima” ucap Kyuhyun pada bayinya dan memberikannya pada Naomi untuk di susui.

“Terima kasih sayang” Naomi tersenyum pada Kyuhyun menyambut putranya.

“Aku yang berterima kasih padamu, karena kau sudah menaruhkan nyawamu untuk melahirkan bayi kita. Terima kasih sayang” Kyuhyun mengecup lembut kening Naomi.

“Terima kasih Tuhan, kau sempurnakan keluarga kami” ucap Victoria dengan mata yang berkaca-kaca, menatap keluarga kecilnya yang bahagia.

Nichkhun tersenyum haru dan ia memeluk Victoria dan juga Naima yang masih dalam gendongannya.

“Oh ya, ngomong-ngomong siapa nama anak kalian?” tanya Nichkhun tiba-tiba.

“Entahlah kami masih belum memiliki nama yang pasti, kami punya beberapa nama dan kami masih bingung menentukannya” jawab Kyuhyun menggaruk kepalanya.

“Billy…beli nama adik kecillnya Billy saja ahjussi” ucap Naima spontan.

“Billy?” Naomi, Kyuhyun, Nichkhun dan Victoria saling memandang.

“Nama yang bagus, sayang bagaimana menurutmu?” tanya Kyuhyun pada Naomi.

“Eum, aku juga suka dengan namanya” jawab Naomi antusias.

“Baiklah, kalau begitu nama anak kita adalah Billy, Cho Billy” ucap Kyuhyun senang. “Omo, Naima sayang kemari ahjussi ingin menciummu untuk mengucapkan terima kasih” Kyuhyun mengambil Naima dari Nichkhun dan menggendongnya lalu menciumi pipinya.

Ahjussi, janan banak-banak, pipiku batah” ucap Naima polos sambil mengelap-ngela pipinya.

“Hahahaha….” spontan semua orang pun tertawa melihat kepolosan Naima.

Epilog

“Sayang, kemarilah”

“Ada apa?”

“Aku ingin menagih sesuatu”

“Sesuatu? Sesuatu apa?”

“Saat kau membohongiku tentang cincin yang kau buang ke danau itu, kau ingat kan aku pernah mengatakan kalau kau harus membayar kesalahanmu itu dengan sesuatu?”

“Ah, itu iya aku ingat. Memangnya kau ingin apa?”

“Aku ingin kau membayarnya dengan kau selalu berada sisiku dan terus mencintaiku, itu saja”

Yeobo-ya

Waeyo? Permintaanku tidak sulit, bukan?”

“Bukan, bukan itu maksudku. Tapi, tanpa kau memintanya aku pasti akan melakukan itu untukmu”

“Benarkah? Kalau begitu, teruslah hidup untukku dan membesarkan anak-anak kita bersama-sama. Kau mau janji padaku, kan?”

“Eum, aku janji padamu”

Gomawo…Saranghaeyo Naomi Ninomuya”

Nado saranghae Cho Kyuhyun”

Author’s Note : Miaaaaan,,,karena telat lagi postnya..author cuma mau bilang waktu hari jum’at author ngedadak ada urusan kluarga k bdg, terus sabtu n mnggu author nginep d rumah kaka ipar karena mau bantu” buat acara 4 blnan..jd gx bs ol,,,jd br bs post nerusinnya hr snin n mlm ini krn wktu olnya cm dkit”,,jangan marah yah, author bukan nyari alesan tapi emang itu kenyataannya….;(
Oh ya untuk adegan pas Nao nyebur ke danau itu, author ambil dari adegannya film BBF…meskipun dialognya beda, tapi untuk scenenya emang sama, hehe..;) Dan gimanaaaa sama endingnya??? Mudah” an kalian gx kecwa yah…part b ini di bkin agak pnjang, sangat pnjang malah, hehe…well, author pasrah az deh, buat kalian yang masih mau baca silahkan baca dan jgl lupa jejaknya, tapi buat klian yang uda males bacanya krn bosen nunggu, author cm bs mnta mav..T_T
Oh ya lagi, bareng sama di postnya FF ini, author juga mau bilang kalo author untuk beberapa waktu ke depan mau semi-hiatus dulu…Karena ada sesuatu yg mau author kerjain dan ada rncana jg mu krja lg…Tapi author usahain, klo ada wktu bkal nyempetin buat nulis FF lg…krna emang sbnrnya di otak author skr uda bnyak bgt isnpirasi bwt bkin ff, cm wktu n moodnya blm mndukung…Jd tetep tnggu az yah dan jgn prnah bosen bwt baca ff nya author…^^ Oh ya, sebelumnya author jg mu bilang MAKASIIIIIH buat klian yg slalu setia nunggu dan baca ff nya author. author do’ain deh mudah” an kbaikan klian d blas dgn kbaikan yg lebih lg, aamiin…:D okey deh, sekian pidato gaje dr author, akhir kata author ucapkan, annyeoooooong…*bow

6 responses to “I Remember You – Chapter 6b End…

  1. Maaf thor aku baru komen di chapter terakhir tapi daebakkk banget thor , author berhasil buat aku menangis hahah lanjut thor lagi sampe mereka semua kakek nenek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s